Pantau Pembelajaran Tatap Muka, Bupati Pacitan Minta Guru Sosialisasikan Prokes

oleh -Dibaca 617 kali
BUPATI MENGAJAR. Bupati Aji saat mengajar di SDN Sedeng 2 Pacitan saat memantau pelaksanaan PTM pada Kamis (2/9/2021). (Foto: Dok. Humas Pemkab Pacitan)

Pacitanku.com, PACITAN – Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji memantau proses Pembelajaran Tatap Muka(PTM) terbatas di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Sedeng I dan SDN Sedeng II, Kecamatan Pacitan pada Kamis (2/9/2021).

Saat memantau pelaksanaan PTM Terbatas itu, Bupati menyebut kebijakan ini tepat mengingat sudah lama pelajar menjalankan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

“Saya pikir ini sangat tepat sekali kita menjalankan tatap muka yang sudah lama tidak berjalan tapi tentu dengan prokes yang ketat,”kata Bupati Aji, seperti dikutip dalam siaran pers Humas Pemkab Pacitan.

Lebih lanjut, Bupati mengatakan menjaga dan menjalankan protokol kesehatan menjadi kunci utama agar Pacitan semakin membaik zonanya.

Sehingga, kata dia, pembelajaran tatap muka bisa berlanjut dan menyeluruh di semua sekolah. Untuk itu Mas Aji minta para guru memanfaatkan kesempatan awal PTM ini untuk mengedukasi serta menyosialisasikan protokol kesehatan kepada para siswa.

“Kita akan evaluasi berkala, mudah mudahan kita butuh kerjasama  semua pihak jika hasilnya baik dan terus membaik maka  seluruh sekolah menjalankan tatap muka,”jelas Bupati.

Secara umum dari hasil pantauan Bupati tidak menemukan kendala. Justru orang nomor satu di Pacitan itu melihat kegembiraan pada anak-anak setelah sekin lama tidak bertemu guru dan teman.

Meskipun harus mengejar ketertinggalan materi akibat beragam kendala pembelajaran jarak jauh dengan daring, namun Bupati meminta guru tidak terlalu membebani siswa terlalu berat.

Dalam kesempatan itu pula, Bupati yang pernah mengajar sebagai Guru PAUD ini menyempatkan diri mengajar anak-anak dengan materi bahaya COVID-19 dan menjaga prokes. Dengan antusias para siswa mengikuti setiap pelajaran yang diberikan.

Turut mendampingi Bupati, Kepala Dinas Pendidikan dan petugas Puskesmas setempat. Selama uji coba PTM, setiap sekolah hanya memasukkan siswanya 50 persen.

Diberitakan sebelumnya di Pacitanku.com, berdasarkan panduan pelaksanaan PTM terbatas yang diterbitkan Dindik Pacitan pada Selasa (31/8/2021), dalam kegiatan PTM terbatas tersebut, Dindik Pacitan telah membagi menjadi 4 tahap.

Adapun tahap 1 yang dilaksanakan pada Rabu (1/9/2021), dilaksanakan di 41 Sekolah Dasar (SD) dan 21 Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang sulit terjangkau sinyal internet.

Kemudian pada tahap kedua yang dilaksanakan Senin (13/9/2021) dilaksanakan pada 50% SD dan SMP. Selanjutnya di tahap 3 yang dilaksanakan pada Senin (27/9/2021), dilaksankaan pada 100% SD dan SMP. Kemudian di tahap 4 yang dilaksanakan Senin (4/10/2021), dilaksanakan pada 100% PAUD, SD dan SMP.

Namun demikian, pentahapan ini bisa berubah sewaktu-waktu menyesuaikan dengan kondisi COVID-19 dan pertimbangan dari Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kabupaten Pacitan. (red/Humas/DP)

Video Persiapan Pembelajaran Tatap Muka, Pacitan Kebut Vaksinasi Guru

No More Posts Available.

No more pages to load.