Dindik: 100 Persen Orang Tua di Pacitan Setuju Pelaksanaan PTM

oleh -Dibaca 416 kali
BUPATI MENGAJAR. Bupati Aji saat mengajar di SDN Sedeng 2 Pacitan saat memantau pelaksanaan PTM pada Kamis (2/9/2021). (Foto: Dok. Humas Pemkab Pacitan)

Pacitanku.com, PACITAN – Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Pacitan Daryono memastikan pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) sudah atas seizin orang tua atau wali murid. Daryono mengatakan pelaksanaan PTM terbatas dan bertahap sejak awal September 2021 lalu juga atas seizing orang tua/wali murid.

“Selama ini wali murid itu mengizinkan (PTM) secara tertulis, karena pada tahap 1, 2, 3 dan 4 PTM, semua orang tua itu diperbolehkan misalkan anaknya tidak melakukan PTM, tapi harus tertulis, sehingga onag tua di semua jenjang pendidikan harus memberikan persetujuan boleh atau tidak,”kata Daryono, seperti dikutip dari laman Youtube Pemkab Pacitan apda Ahad (19/9/2021).

Baca juga: Dindik Pacitan Targetkan PTM Terbatas untuk Semua Jenjang Dilaksanakan Mulai 4 Oktober 2021

Seandainya orang tua/wali murid tidak membolehkan anaknya ikut PTM, Daryono mengatakan pihaknya tidak memaksa untuk ikut PTM.

Namun sampai saat ini, Daryono memastikan 100 persen orang tua/wali murid di Pacitan setuju adanya PTM.

“Kalau (orang tua) tidak boleh ya kita tidak memaksa untuk masuk ke PTM, tapi sampai detik ini tidak satu pun (orang tua/wali murid) menolak untuk PTM, 100 persen setuju, karena memang sudah merindukan selama hampir 2 tahun, sekitar 1,5 tahun orang tua itu menghendaki untuk anaknya segera PTM,”jelasnya.

Lebih lanjut, Daryono juga menyebut banyak efek positif dari pelaksanaan PTM di Pacitan, salah satunya efek atau dampak ekonomi.

“Jadi saya juga melihat persiapan sekolah itu dalam rangka tatap muka, banyak siswa beli sepatu baru, beli sepeda baru, termasuk baju, ini banyak sekali, mungkin ekonomi terangkat bagi pedagang yang berkaitannya dengan siswa,”paparnya.

Daryono juga berpesan dalam pelaksanaan PTM, Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji mendorong agar pelaksanaan PTM terus berjalan dengan memperhatikan dan menjaga protokol kesehatan (Prokes).

“Pak bupati terus mendorong agar PTM terus jalan, prokes dijaga betul, kalau ada positif (COVID-19, dikorodinasikan dengan dinkes sehingga penanganannya efektif, sehinga di Pacitan tidak ada paparan atau tidak ada klaster baru yang disebabkan oleh PTM,”jelas Daryono.

Untuk vaksinasi guru sebagai salah satu syarat PTM, Daryono mengungkapkan sekitar 90 persen guru sudah divaksin, sedangkan 10 persen sisanya belum divaksin karena pertimbangan kesehatan.

“Yang 10 persen itu secara kesehatan memang tidak diperbolehkan, ada yang komorbid, darah tinggi, yang menurut skrining kesehatan tidak diperbolehkan, itupun sudah diganti guru lain, karena memang pembelajaran tatap muka masih terbatas, 50 persen,”pungkasnya. (red/DP)

Video Suka Duka Pembelajaran di Masa Pandemi di Pacitan With Dr Elya Mufidah

No More Posts Available.

No more pages to load.