Cerita Relawan Katar Pacitan Galang Donasi Bantu Atasi Kelangkaan Oksigen

oleh -Dibaca 621 kali
ISI TABUNG OKSIGEN. Relawan Katar Pacitan berada di Gresik untuk mengisi tabung oksigen untuk keperluan pasien COVID-19. (Foto: Dok Katar Pacitan)

Pacitanku.com, PACITAN – Penanganan coronavirus disease 2019 (COVID-19) di Kabupaten Pacitan tak lepas dari cerita-cerita mengharukan seputar perjuangan masyarakatnya untuk terbebas dari wabah mematikan tersebut.

Salah satunya adalah cerita dari para relawan Karang Taruna (Katar) Kabupaten Pacitan yang turut berperan serta membantu mengatasi kelangkaan tabung oksigen untuk pasien COVID-19 yang akhir-akhir ini semakin menjadi-jadi.

Katar Pacitan adalah salah satu lembaga yang turut aktif membantu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pacitan menangani COVID-19. Salah satunya adalah dengan membuka donasi bantuan untuk kelangkaan oksigen untuk pasien COVID-19.

Bahkan, saking banyaknya yang mendonasikan hartanya, hingga Sabtu (24/7/2021) kemarin, jumlah donasi untuk pengadaan oksigen yang digalang oleh Karang Taruna Pacitan mencapai Rp21,3 juta.

Ketua Katar Pacitan, Mulyadi saat menceritakan pengalamannya membantu penanganan COVID-19 di Pacitan, Ahad (25/7/2021) di Pacitan mengatakan awalnya pihaknya tidak ingin menggalang donasi untuk pengadaan tabung oksigen.

“Awal kita itu nggak mau narik donasi, awal cerita itu kan kemarin kita hanya wul atau urunan karang taruna dan beberapa temen-temen ayo bantu, kita jangan sampai minta donasi karena kondisi ini kan posisinya ekonomi masyarakat itu kan susah,”kata Mulyadi.

Awalnya patungan antar sesama pengurus dan anggota Katar Pacitan itu berjalan. Namun, Mulyadi menceritakan, seiring berjalannya waktu, ternyata permintaan semakin banyak.

“Karena tabung kita itu yang kita isi itu kita berikan gratis, kita tidak narik, akhirnya akan semakin banyak permintaan kebutuhan oksigen, uangnya kita kan juga semakin besar. Ternyata kita nggak mampu kalua harus patungan, ya mau nggak mau akhirnya kita buka donasi untuk umum itu,”papar pria yang juga Dosen Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Pacitan itu.

Beberapa hari melakukan donasi, Mulyadi mengatakan respon masyarakat luar biasa untuk berbagi dengan sesama. Hingga akhirnya terkumpul sejumlah Rp21,3 juta dari hasil donasi tersebut.

“Dan untuk penggunaan penggunaan kami dari hasil donasi itu yang kita gunakan untuk pembelian oksigen kemudian beberapa kita juga pembelian regulator, tetapi memang belum signifikan, tapi kami masih mengutamakan yang pembelian oksigen, baik ngurusi transportasinya kemudian ya pokoknya yang berkaitan dengan dengan pengadaan oksigen itu,”jelas dia.

Dua cara pendistribusian tabung oksigen

ISI TABUNG OKSIGEN. Relawan Katar Pacitan berada di Gresik untuk mengisi tabung oksigen untuk keperluan pasien COVID-19. (Foto: Dok Katar Pacitan)

Sementara untuk distribusi, Mulyadi mengakui ada dua cara pertama. Dimana cara pertama langsung distribusi ke rumah sakit karena rumah sakit memang kekurangan.

“Yang kedua kita memang membuka titipan dari masyarakat, jadi masyarakat umum yang keluarganya terkena COVID yang dirawat di rumah sakit itu boleh menitipkan tabungnya kepada kami dan kami dan kami bantu isikan keluar kota, nanti kalau sudah isi bisa diambil,”ujar dia.

Sementara, Mulyadi juga membeberkan pihaknya sempat meminjam tabung oksigen dari tukang las dan dari perorangan yang bersedia untuk meminjamkan tabungnya kepada karang taruna. “Yang sebagian kita pinjamkan kepada pasien sebagian kita distribusikan langsung ke pengelola rumah sakit,”tandas Mulyadi.

Sehingga, terkait distribusi, Mulyadi mengaku lebih mudah. Namun ternyata yang lebih susah adalah mencari tabung oksigen tersebut.

Saat mencari oksigen, Mulyadi mengaku kerap ke beberapa kota di Jawa Tengah dan Jawa Timur, diantaranya Wonogiri, Madiun, Magetan, hingga yang terakhir ke Gresik.

“Kalau yang awal-awal kan kita ke Wonogiri hanya ngambil 3 tabung 4 tabung, ya kita ke wonogiri, bahkan beberapa kali hanya dapat satu tabung di wonogiri itu ya tetep temen-temen berjalan. Karena ternyata satu tabung itu pun sangat bermanfaat untuk menyelamatkan nyawa seseorang,”ujarnya.

Sempat juga, Mulyadi mengalami zonk alias tidak menemukan tempat pengisian. Namun hal tersebut tidak menjadi masalah bagi dirinya dan teman-teman relawan Katar Pacitan.

“Kemudian kalua yang terkahir di Gresik pengambilan itu, berangkat malam, kemudian pagi-pagi sampai sana antriannya banyak , malam itu baru bisa diisi malam baru sehingga waktu tunggunya itu yang sangat lama sehingga teman-teman terlantar tapi yo gak papa Ya memang niatnya teman-teman bantu dan mereka pun ikhlas,”paparnya.

Mulyadi mengakui, banyaknya permintaan pengisian tabung oksigen menyebabkan proses pengantrian di Gresik cukup lama.

“Karena antriannya di sana itu sangat banyak, ada juga dari Jawa Tengah, malam itu baru sampai Pacitan dan langsung kita distribusikan, ya yang penting kami mohon didoakan selalu sehat mas, lebih baik kami sehat bisa menolong yang sakit prinsipnya begitu,”pungkasnya.

Pewarta: Dwi Purnawan

Video Polres Pacitan Gelar Operasi Skala Besar Masa PPKM Level 3

No More Posts Available.

No more pages to load.