Polres Pacitan Gelar Simulasi Pilkada Serentak 2020

oleh -108 views
Kapolres Pacitan Wiwit Ari Wibisono saat konferensi pers, Selasa (1/12/2020).(Foto: Julian Tondo)

Pacitanku.com, PACITAN – Jajaran Kepolisian Resort (Polres) Pacitan bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pacitan melakukan gelar pasukan pengamanan dan simulasi Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) serentak pada Selasa (1/12/2020) di halaman Mapores Pacitan.

Selain dari unsur kepolisian, gelar pengamanan ini  dilakukan bersama dengan Satuan Polisi-Pamong Praja (Satpol-PP), Tentara Nasional Indonesia (TNI), KPU dan Pemadam Kebakaran (Damkar).

Kapolres Pacitan, AKBP Wiwit Ari Wibisono dalam sambutanya menegaskan untuk semua personil yang terlibat dalam proses Pilkada nanti agar mematuhi protokol  kesehatan.

“Pemilukada besok sangat berbeda dengan yang kemarin. Saat ini kita masih dalam kondisi pandemi, jadi jaga protokol kesehatan, personil wajib patuhi itu, demi kelancaran keselamatan dan kesehatan semua. Jadi harus benar benar diperhatikan,”kata Kapolres.

Kapolres Pacitan juga menekankan  Petugas KPPS dan pengamanan untuk tetap mengingatkan ke pemilih agar tetap mematuhi Protokol Kesehatan yaitu 3M. Mencuci tangan dengan sabun atau menggunakan handsanitizer, menggunakan masker, menjaga jarak, serta menghindari kerumunan.

“Untuk petugas pengaman jangan ragu-ragu dalam bertindak sesuaikan dengan SOP yang ada dan kegiatan simulasi sebagai acuan di hari Pencoblosan 9 Desember 2020, sehingga Pilkada  tetap aman, damai, dan sehat,”ujarnya.

Dalam simulasi ini, juga digambarkan penerapan protokol kesehatan terhadap calon pemilih. Pemilih yang datang ke TPS langsung mencuci tangan dengan sabun atau handsanitizer yang telah disediakan dan pemilih diukur suhu tubuhnya oleh Petugas KPPS.  

Selanjutnya Pemilih menyerahkan blangko C6 dan KTP ke Petugas KPPS untuk didata sebagai pemilih, lalu diberi sarung tangan dan marker apabila tidak membawa Masker oleh Petugas KPPS. Selanjutnya dipersilahkan menunggu di tempat yang disediakan dengan tetap menjaga jarak.

Pemilih dipanggil oleh Petugas KPPS dan diberikan surat suara untuk mencoblos di bilik suara yang telah disediakan. Setelah melakukan pencoblosan, kertas surat suara dimasukan kedalam kotak suara dan pemilih keluar diberi tanda tinta dengan cara disemprot ditangannya. Kemudian sarung tangan dibuang ke tempat sampah yang telah disediakan.

Pewarta: Julian Tondo
Editor: Dwi Purnawan

Video Polres-KPU Pacitan Gelar Simulasi Coblosan Pilkada di Masa Pandemi