Lagi, Satu Penyu Ditemukan Mati di Pesisir Selatan Pantai Pacitan

oleh -13133 views
Seekor penyu mati di pesisir Pacitan yang ditemukan Sahabat Penyu Pacitan. (Foto: Julian Tondo)

Pacitanku.com, PACITAN – Relawan Sahabat Penyu Pacitan (SP2) kembali menemukan satu penyu yang mati di pesisir selatan pantai Pacitan.

Adapun, data lengkap Penyu yang ditemukan mati tersebut adalah penyu sisik (Eretmochelys imbricata), betina usia dewasa +- 70th, panjang karapas 80, lebar karapas 55, dan panjang total 120 cm.

Dengan bertambahnya 1 penyu yang mati tersebut, dalam 4 bulan terakhir ini sudah ada 3 penyu dewasa ditemukan terdampar mati, satu di pantai Srau Pacitan dan dua di Pantai Teleng Ria.

Dari hasil penelitian lapangan relawan SP2, penyu tersebut mati disebabkan keracunan telur sendiri karena tidak bisa buang telur.

“Penyu yang mati ini jenis penyu sisik, usia diperkirakan 70 tahun. Analisaanya dia mati karena tidak bisa bertelur, ketika menepi ke pesisir terbawa pasang naik kemudian tidak ada tempat buang telur, ya begini akhirnya. Dia mati,”kata Selamet Cuboh Hember, coordinator SP2, Jumat (6/11/2020).

Perlu diketahui, kawasan Pantai Teleng Ria, selain sebagai kawasan obyek wisata, juga sebagai dermaga bagi kapal kapal nelayan andon. Dan tidak dapat dipungkiri lagi, tumpukan sampah pun berserakan di mana-mana.

“Penyu pasti akan naik ke darat mencari tempat aman untuk bertelur. Dan biasanya berada di daerah dengan pandan laut. Lha ini  ada pandan laut ya tapi karena ketutup sampah. Ya otomatis penyu pun kehilangan orientasi,”imbuh Cuboh, panggilan akrabnya kepada pewarta.

Perlu diketahui sejak tahun 2017 lalu hingga saat ini, penyu yang menepi dan bertelur di pesisir pantai Pancer Dorr terpantau sudah berjumlah sekitar 60 ekor lebih, dengan rata rata bertelur per ekornya sejumlah 100 – 120 an butir. Adapun tingkat keberhasilan menetas sampai dengan 70 persen.

Meskipun Pada 26 oktober 2020 lalu kawasan Pancer Dorr Pacitan sudah dilakukan launching oleh Forkopimda sebagai kawasan perlindungan satwa yang salah satunya adalah penyu, namun tanpa kerjasama yang baik antar lintas sektoral lembaga, mustahil pelestarian satwa akan bisa berjalan dengan baik.

Pewarta: Julian Tondo
Editor: Dwi Purnawan