Pacitan Sosialisasikan Kentongan Sebagai Peringatan Dini Bencana Berbasis Kearifan Lokal

oleh -13253 views
Kalak BPBD Pacitan Didik Alih Wibowo saat rapat koordinasi pemukulan kentongan secara serentak pada Selasa (20/10/2020). (Foto: Sulthan Salahuddin/Pacitanku.com)

Pacitanku.com, PACITAN – Kabupaten Pacitan menyosialisasikan kentongan sebagai alat mitigasi bencana berbasis kearifan lokal.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pacitan Didik Alih Wibowo, saat rapat koordinasi pemukulan kentongan serentak pada Selasa (20/10/2020) di Pendopo Kabupaten Pacitan.

Didik mengatakan, pemukulan kentongan tersebut sebagai alat peringatan dini dan pencegahan dini bencana di Pacitan.

Menurut Didik, pada umumnya saat informasi yang berkembang sangat cepat sekali. Salah satunya, adanya ancaman tsunami dengan tinggi 20 meter di pesisir selatan Pacitan.

“Instruksi presiden untuk daerah agar melakukan aksi bertajuk daerah punya aksi guna mempersiapkan diri sebagai dampak adanya La Nina, karena diperkirakan La Nina akan ada sejak bulan September sampai bulan Februari 2021,”ujarnya.

Di Pacitan, kata Didik, ada 27 desa dan 7 kecamatan yang membutuhkan perhatian adanya bencana. Pada bulan ini, sebagai akibat adanya badai La Nina ada kenaikan curah hujan sebanyak 50 persen untuk wilayah Pacitan.

“Maka untuk saat ini kita persiapkan langkah persiapan. Salah satunya terkait pemukulan kentongan serentak tanggal 26 OKtober 2020, yang dengan hari kebencanaan, adapun beberapa langkah mitigasi baik struktural maupun non struktural. Diantaranya pembuatan rambu-rambu rawan bencana,”jelasnya.

Pada tanggal 26 Oktober tersebut, imbuh Didik, akan dilakukan pemukulan serentak di seluruh Kecamatan, sebagai salah satu cara mitigasi bencana melalui kearifan lokal masyarakat. Mengingat, kentongan adalah salah satu alat komunikasi dari zaman dahulu.

Rencananya, pada tanggal 26 Oktober nanti, akan dilakukan pemukulan kentongan serentak pada pukul 10.00 WIB selama 1 menit.

“Tujuannya adalah untuk meningkatkan kapasitas masyarakat hadapi bencana, sosialisasi kentongan sebagai peringatan dini bencana dan membudayakan kentongan sebagai tanda bahaya,”tandasnya.

Selanjutnya, kata Didik, sebagai langkah pencegahan, adalah mitigasi non struktural.

“Yang terpenting kita mampu mengurangi resiko setiap bencana yang terjadi, karena secara demografi wilayah pacitan berada pada cekungan, dan ini seperti di Palu dimana seluruh pusat pemerintahan, komunikasi, perdagangan, dan lain-lain berada di kota,”pungkasnya.

Pewarta: Putro Primanto
Editor: Dwi Purnawan

Video Pacitan Gunakan Kentongan untuk Alat Mitigasi Bencana