Pasien Positif Corona di Pacitan Tambah 4, Dua Diantaranya dari Hasil Swab Massal Arjowinangun

oleh -13232 views
Juru bicara percepatan penanganan COVID-19 Pacitan Rachmad Dwiyanto. (Foto: Dwi Purnawan)

Pacitanku.com, PACITAN – Pasien konfirmasi positif coronavirus disease 2019 (COVID-19) di Kabupaten  Pacitan kembali bertambah. Hal itu diketahui setelah Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) COVID-19 Pemkab Pacitan pada Rabu (26/8/2020) kembali mengumumkan adanya penambahan empat pasien positif COVID-19.

“Kembali gugus tugas menyampaikan permohonan maaf yang sebesar besarnya. Karena sampai dengan saat ini belum bisa mengendalikan pertambahan penyebaran dan penularan kasus COVID-19 di Kabupaten Pacitan. Terbukti pada hari ini ada informasi tambahan kasus konfirmasi, sebanyak 4 orang,”kata juru bicara tim komunikasi publik GTPP COVID-19 Pemkab Pacitan Rachmad Dwiyanto, dalam siaran pers virtualnya.

Rachmad kemudian merinci tambahan empat pasien tersebut, yakni yang pertama berasal dari Desa Arjowinangun Pacitan dengan usia 77 tahun.

“Yang kedua juga dari Arjowinangun berusia 27 tahun, cuma yang bersangkutan KTP-nya berasal dari Ngadirojo, yang bersangkutan kos di Dusun Barang Desa Arjowinangun, Kecamatan Pacitan,”imbuh Rachmad.

Dua pasien positif COVID-19 dari Arjowinangun itu, kata Rachmad, merupakan hasil uji swab yang dilaksanakan pada Sabtu (22/8/2020) lalu.

“Kemarin sudah dilaksanakan swab kemudian 141 sudah dinyatakan negatif, sehingga ini jadi satu informasi bagi masyarakat Dusun Barang, Desa Arjowinangun, bahwasanya dari hasil swab kemarin hanya ditemukan dua orang yang positif yang berasal dari Desa Arjowinangun,”kata pria yang juga Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Pacitan ini.

Kemudian, yang ketiga adalah pasien konfirmasi dari Desa Widoro Kecamatan Pacitan, berumur 29 tahun dan merupakan ada riwayat keluarga dari pasien yang sudah dirawat di wisma atlet.

“Jadi yang ketiga ini putranya, kemudian yang keempat laki-laki berusia 45 tahun juga berasal dari Kecamatan Pacitan, khususnya Desa Widoro, yang bersangkutan merupakan suami dari pasien yang sudah dirawat di wisma atlet yang berasal dari Widoro,”jelas Rachmad.

Sehingga, imbuh dia, dengan penambahan empat penderita ini, total kumulatif di Pacitan berjumlah 83 sejak kasus pertama. Dengan rincian 60 pasien sembuh, 21 pasien dirawat dan 2 meninggal dunia.

Selain itu, Rachmad juga mengatakan angka kesembuhan sampai dengan saat ini belum bertambah, yakni masih tetap 60.

“Dengan demikian angka kesembuhan terjadi penurunan sekarang menjadi 72 persen dari 75 persen,”ujar dia.

Dengan keadaan ini, Rachmad kembali menghimbau masyarakat untuk lebih waspada untuk lebih hati-hati.

“Sampai dengan saat ini belum ada vaksin belum ada obat karena masih ada uji klinis, sehingga dibutuhkan waktu beberapa bulan lagi, senyampang dengan waktu menunggu berhasilnya uji klinis dari vaksin maupun obat dari COVID-19 sementara yang bisa dijalankan masyarakat mau tidak mau adalah wajib untuk melaksanakan protokol kesehatan,”jelasnya.

Diharapkan, kata Rachmad, masyarakat secara sadar melaksanakan protokol kesehatan. Hal itu bukan paksaan tapi ini justru menjadi kebutuhan.

“Karena kita dengan menjalan protokol kesehatan hanya itulah satu-satunya cara untuk mengeliminir atau mengurangi penyebaran kasus COVID-19 di Kabupaten Pacitan. Protokol kesehatan banyak, yang penting adalah 3 M, bagaiamana kita selalu disiplin memakai masker, kedua disiplin untuk mencuci tangan pakai sabun, yang ketiga disiplin untuk menjaga jarak berinteraksi sosial dengan masyarakat,”paparnya.

Selain itu, Rachmad juga mengimbau masyarakat Pacitan untuk menjauhi kerumunan, hindarkan untuk tidak keluar rumah kalau tidak penting, tetap kita beraktivitas di rumah.

“Karena dengan bertambahnya kasus COVID-19 yang masih massif ini dimungkinkan akan terjadi penyebaran yang cukup banyak kedepan ketika kita lalai menjalankan protokol kesehatan,”pungkasnya.

Pewarta/Editor: Dwi Purnawan

Video Tak Pakai Masker? Siap-siap Kena Sanksi Nyanyi Hingga Bersihkan Sampah