Pacitan di Bulan Juli 2019: Atasi KLB Hepatitis A Hingga Revalidasi Geopark Gunungsewu

oleh -13460 views

Pacitanku.com, PACITAN – Pada bulan Juli 2019, status KLB Hepatitis A di Kabupaten Pacitan mengundang kepedulian berbagai pihak.Salah satunya dari Tim Penggerak PKK Kabupaten Pacitan.

Untuk membantu mengatasi penyebaran Hepatitis A, Tim Penggerak PKK yang dipimpin langsung Ketuanya, Luki Indartato turun langsung ke lokasi paling terdampak yaitu di wilayah kerja Puskesmas Sudimoro dan Puskesmas Ngadirojo. Selain memberikan sosialisasi, mereka juga memberikan bantuan peralatan sanitasi dan bantuan air bersih.

Memasuki pertengahan tahun, Keindahan obyek wisata Pacitan menarik perhatian Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia saat itu, Imam Nahrawi.

Ketertarikannya diungkapkannya setelah berkunjung ke Sentono Genthong. Menurutnya, bahwa bukan hanya pantainya saja yang luar biasa, tetapi juga tempat-tempat olahraga wisatanya. Seperti surfing dan paralayang.

Para calon jemaah haji asal Kabupaten Pacitan diberangkatkan menuju asrama haji Surabaya dari pendopo kabupaten dini hari. Mereka dilepas oleh Bupati Indartato dan Wakil Bupati Yudi Sumbogo bersama dengan jajaran Forkopimda.

Tahun 2019 ini jumlah calon jemaah haji Kabupaten Pacitan sebanyak 197 orang. Terdiri dari 89 orang laki-laki dan sisanya perempuan. Mereka tergabung dalam kloter 04 bersama jamaah dari Kota Madiun dan Surabaya.

Bupati Indartato berharap agar peran serta pihak swasta ikut mendorong angka indeks pembangunan manusia melalui bidang pendidikan di Kabupaten Pacitan.

Itu disampaikannya saat penandatanganan piagam serah terima gedung SMKN 2 Donorojo dan penandatanganan nota kesepahaman antara Yayasan Pendidikan ASTRA Michael D Ruslim dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jatim di Desa Kalak, Donorojo.

Selain pihak yayasan dan jajaran pemkab, Gubernur Khofifah Endar Paranwansa turut hadir, sekaligus memberikan bantuan air bersih untuk warga terdampak kekeringan.

Status yang disandang Geopark Gunungsewu sebagai bagian dari Global Geopark akan direvalidasi tim asesor dari United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization Perserikatan Bangsa-Bangsa. Sejumlah lokasi di Kabupaten Pacitan didatangi tim.

Agenda revalidasi ini digelar untuk mengetahui apa saja yang telah dilakukan pemerintah daerah dikawasan geopark Gunungsewu, untuk menjaga predikat Global Geopark sejak empat tahun lalu.

Untuk kali keempat Kabupaten Pacitan memperoleh penghargaan sebagai Kota Layak Anak dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Raihan kali ini menahbiskannya dalam kategori Madya. Sebelum menyandang titel Madya, kawasan diujung barat daya Provinsi Jawa Timur ini memperoleh predikat Pratama pada tahun 2015, 2017, dan 2018.

Kota atau kabupaten layak anak merupakan wilayah yang mempunyai sistem pembangunan berbasis hak anak.

Yakni melalui pengintegrasian komitmen dan sumberdaya semua elemen pendukung potensial. Baik pemerintah daerah sendiri, masyarakat, dunia usaha, maupun media massa secara menyeluruh dan berkelanjutan.