Masuk Bursa Cabup, Mantan Ketua KPU ini Ingin Jadikan Pacitan Kota Maju

oleh -210 views
Ketua KPU Pacitan Damhudi
Damhudi

Pacitanku.com, PACITAN – Bakal Calon Bupati yang juga mantan ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pacitan Damhudi ingin menjadikan Pacitan sebagai kota yang maju dan mampu bersaing dengan daerah yang lain. Untuk itu, dia akan mempertimbangkan memfokuskan pembangunan di sektor Sumber Daya Manusia (SDM) dan Sumber Daya Alam (SDA).

“Daerah tetangga kita sedang berlomba – lomba membangun sumber daya manusia. Mereka mampu masuk menerobos menjadi daerah yang lebih maju, beberapa kota dan kabupaten di Indonesia juga mampu jadi magnet ekonomi berbasis sumber daya manusia, kabupaten Pacitan ini harus bisa mengembangkan sumber daya manusianya agar mampu bersaing,”katanya kepada Pacitanku.com pada Rabu (14/8/2019) di Pacitan.

Menurut Damhudi, pembangunan pembangunan sumber daya manusia berdaya saing dapat dimulai dari pembenahan dan perbaikan infarastruktur pendidikan. Infrastruktur itu juga bersifat fisik dan nonfisik.

“Infrastruktur fisik seperti sarana prasarana gedung sekolah dan seluruh kelengkapanyaharus disiapkan dan memadai. Infarstruktur pendukung nonfisik seperti guru – guru, sistem dan fokus pendidikan juga harus ditingkatkan,”ujar dia.

Menurut Damhudi, sebenarnya ekspektasi untuk ikut dalam bursa bakal calon Bupati pada Pilbup Pacitan itu atas dorongan berbagai komunitas. “Sebenarnya, ekspektasi untuk maju ikut bursa pilkada 2020 itu mimpi saja tidak punya, sehubungan didorong oleh teman – teman dan jika disengkuyung maka saya siap,”kata dia.

Namun demikian, pria yang kin aktif di komunitas nelayan Pacitan tersebut mengatakan sebagai bakal calon bupati harus mempunyai program kedepan, apalagi nantinya diberikan amanah oleh rakyat menjabat sebagi Bupati.

“Itu yang perlu diperhitungkan pejabat, pejabat harus mengetahui apa saja yang menjadi kebutuhan dasar dari masyarakat, tidak lain adalah kebahagiaan hidup, pada prinsipnya bagaimana masyarakat hidup bahagia. Indikator – indikator apa yang dipahami oleh masyarakat sehingga harus memahami kebutuhan dasar dari masyarakat tersebut. Kebutuhan dasar itu yang jelas adalah sandang, pangan, papan,”jelas dia.

Sehingga, kata dia, atas dasar tersebut diperlukan strategis yang namanya antisifator yang mempertimbangkan SDA.“Semua perencanaan pembangunan, pelaksanaan, monitoring pemerintah daerah tinggal menyiapkan anggaran dari kebutuhan dana tersebut,”tandasnya.

Menurutnya, dalam membangun kabuoaten Pacitan ialah meningkatkan kesejahteraan warga. Hal itu, kata dia, tidak kesejahteraan bersifat fisik saja tapi juga non fisik. Oleh karena itu, semua sumber daya yang dimiliki oleh kabupaten Pacitan mestinya ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan warga.

“Pembangunan ekonomi, infarstruktur, sosial dan budaya merupakan upaya untuk mendukung pembangunan manusia, suatu daerah akan bisa maju dan sejahtera karena keunggulan sumber daya manusia, daerah yang mempunyai potensi seperti Kabupaten Pacitan saat ini unggul karena kekayaan alam, keunggulan tersebut harus memberikan jalan untuk menjadikan kabupaten Pacitan memiliki keunggulan yang berbasis sumber daya manusia,”pungkasnya.

Sejumlah nama digadang-gadang dan mulai muncul menjelang Pilbup Pacitan yang rencananya akan digelar pada Rabu (23/9/2020) mendatang.

Sejumlah nama tersebut diantaranya Yudi Sumbogo (Wakil Bupati Pacitan), Ronny Wahyono (Ketua DPRD Pacitan), Gagarin (Wakil Ketua DPRD Pacitan), Sartono (Anggota DPR RI), Aziz Ahmadi (pensiunan TNI), Afghani Wardhana (Kepala Disparpora Kota Surabaya).

Kemudian Akhmad Ikhsan (inisiator pembuatan pupuk fermentasi), Almira Adelia Damayanti (tokoh muda Partai Golkar), Damhudi (eks. Ketua KPU Pacitan), Effendi Budi Wirawan (Politisi Partai Golkar), Andung Damar Sasongko (Kepala Wilayah IV Hutama Karya).

Selain itu muncul juga nama Hadi Suwarno (pengusaha), Giyanto (politisi PDIP), Kristanto Waluyo (Politisi Partai Demokrat), Mahmud (Ketua PCNU Pacitan), Muhammad Nurul Huda (Kepala Kemenag Pacitan), Subroto (eks. ASN Kemenhub), Sudijono Sastroatmodjo (Guru besar Unnes), Sugeng Nugroho (pengacara), Sri Pamungkas (Dosen STKIP PGRI Pacitan), Sugiharto (pengusaha), Sugi B Harjanto (Ketua KONI Pacitan) dan Sugiri Sancoko (politisi Partai Demokrat).

Pewarta: Agus Hermawan
Penyunting: Dwi Purnawan