PDIP Optimistis Suara Hati Masyarakat Jatim dan Pacitan Dukung Jokowi-Ma’ruf

oleh
Jokowi mengunjungi Waduk Bendo Ponorogo. (Foto: Setkab RI)

Pacitanku.com, SURABAYA –  Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menegaskan, dukungan tokoh-tokoh Jawa Timur akan semakin meyakinkan kemenangan capres-cawapres Joko Widodo-Ma’ruf Amin di Provinsi Jawa Timur yang penduduknya terbesar kedua di Indonesia.

Hasto Kristiyanto mengatakan hal itu di kantor Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi-Ma’ruf Jawa Timur, di Surabaya, Jumat (25/1/2019), dalam rangkaian kegiatan Safari Politik VI PDI Perjuangan ke Jawa Timur pada 25-28 Januari.

Menurut Hasto, tokoh-tokoh Jawa Timur yang menyatakan dukungannya kepada capres-cawapres nomor urut 01, antara lain, Gubernur Jawa Timur Soekarwo yang populer dengan panggilan Pakde Karwo, Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf, serta sejumlah tokoh lainnya.

“Jadi kita tahu hatinya ke mana. Bersama-sama Ibu Megawati, keliling Jawa Timur dan bersama dengan almarhum Gus Dur selalu bersama-sama,” ucap Hasto seperti dikutip dari Kantor Berita Antara.

Hasto juga menyebut, Gubernur Jawa Timur terpilih Khofifah Indar Parawansa adalah mantan Menteri Sosial pada Kabinet Kerja pada pemerintahan Presiden Jokowi, sehingga makin menambah energi positif bagi pemenangan Jokowi-Ma’ruf.

“Pak Mahfud Arifin (mantan Kapolda Jatim), Ketua TKD Jawa Timur, rajin menggalang seluruh dukungan untuk Pak Jokowi-Ma’ruf. Ini akan menambah kekuatan kita di Jatim,” ujar Hasto.

Ada wartawan yang bertanya soal peluang Jokowi-Ma’ruf di Kabupaten Pacitan, yang selama ini dikenal sebagai wilayahnya Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, yang mendukung Prabowo-Sandi.

Menjawab pertanyaan itu, Hasto mengatakan bahwa warga Pacitan saat ini sudah cerdas dan bisa melihat pemimpin yang baik dan tidak.

Hasto optimistis dengan kerja nyata dari Presiden Jokowi, suara hati masyarakat Jatim dan Pacitan akan memberikan dukungannya kepada Jokowi-Ma’ruf.”Pemimpin ini kalau seperti dalam cerita wayang, Pacitan kan suka wayang. Mereka sudah biasa melihat putih dan hitam, sudah biasa melihat mana baik mana buruk,” tutur Hasto. (Ant/RAPP002)