Lowongan CPNS Mau Dibuka, Prioritas untuk Guru dan Dokter

oleh -2.971 views
ILUSTRASI, Bupati Indartato menyerahkan SK CPNS ke bidan. (Foto: Humas Pemkab)

Pacitanku.com, JAKARTA – Pemerintah berencana kembali membuka lowongan menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS) dalam waktu dekat. Saat ini pemerintah sedang menyusun formasi yang dibutuhkan.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pacitan ikut melakukan rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada tahun ini. Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Pacitan, Fatkur Rozi kepada Pacitanku.com baru-baru ini mengatakan bahwa berdasarkan hasil analisis dari badan BKD, tenaga guru, utamanya guru Sekolah Dasar (SD) masih sangat dibutuhkan.

Dia mengaku formasi yang diusulkan ke Pemerintah Pusat sebanyak 1600 kursi kuota CPNS. Hanya saja, Fatkur tidak merinci satu-persatu formasi yang diusulkan.“Kita sudah usulkan, Pacitan sudah mengusulkan, tiap tahun juga begitu, tahun ini juga begitu, kita sudah mengusulkan 1600 kuota CPNS, tapi enggak tahu persetujuannya di sana,”katanya.

Dari total 1600 kuota yang diusulkan tersebut, kata dia, paling banyak dibutuhkan adalah CPNS kategori guru SD. Hal itu dikarenakan jumlah PNS guru SD yang pada tahun ini banyak yang memasuki masa purna tugas atau pensiun. “Kita mengajukan (kuota) guru dan yang lain-lain, tapi yang paling dibutuhkan guru SD, tapi kebanyakan guru itu, tiap tahunnya kan pensiun kan sekitar 250 guru,”tandasnya.

Baca juga: 67 PNS Pacitan Terima SK Pensiun

Lebih lanjut, Fatkur mengatakan bahwa secara prosentase, dari total pengajuan usulan CPNS sebanyak 1600 tersebut, total kebutuhan guru SD sekitar 70 persen. “Total kebutuhan guru di Pacitan sekitar 70 persen, 30 persen untuk kuota lainnya,”kata Fatkur.

Sebagai informasi, berdasarkan catatan Dinas Pendidikan setempat, pada tahun 2017 ada sebanyak 78 guru yang telah memasuki masa pensiun. Sementara di tahun 2018 ada sekitar 90 guru dan 123 guru di tahun 2019 yang memasuki masa pensiun.

Saat ini jumlah guru kelas SD yang masih aktif mengajar ada sebanyak 1.745 orang. Dari jumlah tersebut, mereka harus menangani sekitar 38.248 murid. Sehingga, perbandingannya seorang guru kelas menangani sebanyak 21 murid.

Namun demikian, Fatkur belum bisa memastikan jumlah kuota CPNS yang diberikan pemerintah melalui Badan Kepegawaian Negara (BKN).  “Belum pasti (kuotanya), nanti itu kan BKN yang menentukan kuotanya,”paparnya lagi.

Kebutuhan Guru dan Dokter Jadi Prioritas

Sementara Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Asman Abnur mengatakan porsi terbesar formasi CPNS tahun 2018 akan difokuskan untuk jabatan-jabatan teknis dan spesialisasi. Hal itu mendukung pembangunan daerah tertinggal, terluar, dan terdepan.

Karena itu, rekrutmen CPNS akan diprioritaskan untuk tenaga pendidikan atau guru dan kesehatan, tenaga pendukung pembangunan infrastruktur, poros maritim, ketahanan energi, serta ketahanan pangan.

“Kita memerlukan spesialisasi keahlian, sehingga perencanaan dan usulan ASN baru harus difokuskan pada jabatan-jabatan spesifik sesuai core business instansi, arah pembangunan nasional/daerah, dan sasaran nawacita, sehingga dapat meningkatkan daya saing bangsa di kancah internasional,” kata Asman dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa (29/5/2018).

Saat ini jumlah PNS atau biasa disebut Aparatur Sipil Negara (ASN) Nasional adalah 4,3 juta lebih, dengan proporsi terbesar selain guru adalah tenaga pelaksana/administrasi, sebesar 1,6 juta atau sekitar 38%.

Untuk mendukung terciptanya birokrasi berkelas dunia tahun 2024, pemerintah menyelenggarakan program strategis yang dimulai dari perencanaan, rekrutmen dan seleksi, pengembangan kompetensi, hingga reformasi kesejahteraan.

Asman juga mengatakan bahwa Indonesia dan dunia tengah menghadapi perubahan cepat di era industri 4.0 yang dicirikan dengan dominannya peran mesin dan otomatisasi, serta terintegrasinya sistem komputasi dan jejaring dalam proses fisik.

“Oleh karena itu, diperlukan ASN yang profesional, berwawasan global, menguasai teknologi informasi dan bahasa asing, memiliki daya hospitality, entrepreneurship, dan networking, serta tentunya tetap harus memiliki rasa nasionalisme dan berintegritas,” jelasnya.

Untuk itu, kata Asman, dalam pelaksanaan rekrutmen dan seleksi CPNS harus berdasarkan enam prinsip yakni kompetitif, adil, objektif, transparan, bersih dari praktik KKN serta tidak dipungut biaya.

“Forum Konsultasi dan Validasi Usulan Kebutuhan PNS ini bertujuan untuk memastikan bahwa usulan Kebutuhan PNS pada Kementerian/Lembaga tahun 2018 sudah sesuai dengan arah pembangunan nasional dan kebutuhan organisasi sehingga tidak terjadi mismatch,” ujarnya.