Ulama Nusantara Dukung Cak Imin Jadi Cawapres

oleh -131.620 views

Pacitanku.com, SIDOARJO – Para kiai pengasuh pondok pesantren se-Jawa Timur yang tergabung dalam Ulama Nusantara menyamakan persepsi mengusung Muhaimin Iskandar sebagai Cawapres 2019 mendatang. Hal tersebut disampaikan pada  silaturrahim di Pesantren Progresif Bumi Shalawat Lebo Sidoarjo.

Menurut KH Agoes Ali Masyhuri (Gus Ali), silaturahmi para kiai ini merupakan musyawarah untuk memikirkan calon pemimpin masa depan yang amanah.

“Dari silaturahmi ini semua para kiai sependapat atau satu suara mendukung Cak Imin sebagai Cawapres 2019,” tegas Gus Ali dalam siaran persnya, Sidoharjo, Sabtu, 31 Maret 2018.

Senada, KH Anwar Iskandar menyatakan dukungan tersebut sebagai bentuk investasi politik 2019. Menurutnya, investasi politik dengan tujuan baik sangat dianjurkan dan merupakan sunnatullah.”Dukungan investasi politik tujuan untuk kebaikan dalam menjaga persatuan dan kesatuan NKRI,” tambahnya.

KH Nuruddin AR sempat berbincang dengan pendukung Presiden Joko Widodo, dia menyebut ada empat nama yang bisa bersanding Jokowi untuk menjadi pemersatu umat. Keempat nama itu adalah Muhaimin Iskandar, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Gatot Nurmantyo, dan Tuan Guru Bajang.

“Mereka bilang, Cak Imin bisa berkesempatan paling unggul dari nama ketiga lainnya. Yakni dengan syarat Ketua MUI atau Rois Aam PBNU KH Ma’ruf Amin dan KH Said Aqil Siradj bisa melakukan pendekatan dengan Pak Jokowi,” tutur Kiai Nuruddin.

Dalam forum kiai itu, hadir pula Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, KH Agoes Ali Masyhuri selaku tuan rumah, KH Mas Sulaiman Surabaya, KH Abdus Salam Sidoarjo, KH Mujib Imron Pasuruan, KH Tauhidullah Badri Probolinggo, KH Hisyam Syafaat Banyuwangi, KHR Husni Zuhri Lumajang, KH Ali Zein Blitar, KH Muchsin Ghozali Tulungagung, KH Zainuddin Jazuli Kediri, dan KH Anwar Iskandar.

Ada juga, H Yusuf Chudlori Tegalrejo Magelang Jawa Tengah, KH Miftahul Alhyar Surabaya, KH Nuruddin AR Bangkalan, KH Muttaqin Basyari Madiun, KH Sulthon Abdul Hadi Jombang, KH Abdullah Sadjat Pacitan, KH Abdul Aziz Ngawi serta para kiai lainnya.