Bencana Tanah Gerak Arjosari: 233 Warga Masih Mengungsi, Jumlah Pengungsi Balita Capai 21 Jiwa

oleh -131.867 views
Para pengungsi di Ponpes Roudhoh Hikam Mangunharjo Arjosari. (Foto: Ayu Asmoro)

Pacitanku.com, ARJOSARI – Sebanyak 233 warga masih berada di lokasi pengungsian sementara di Pondok Pesantren Roudhhoh Al-Hikam, Jalan Wilis Nomor 1, Dusun Krajan, Desa Mangunharjo, Kecamatan Arjosari Kabupaten Pacitan, Sabtu (16/12/2017).

Data pengungsi yang diperoleh Pacitanku.com pada Sabtu menyebutkan bahwa total kepala keluarga dari 233 warga yang mengungsi tersebut berjumlah 99, dengan rincian warga perempuan berjumlah 128 perempuan dan 105 laki-laki. Semua warga pengungsi adalah warga Dusun Tegal, Desa Mangunharjo.

Pengungsi di daerah terdampak bencana tanah retak tersebut didominasi warga berusia 18-59 tahun. Adapun rinciannya warga tertua yang mengungsi di Ponpes tersebut berusia 60 tahun keatas berjumlah 45 jiwa, berusia 18-59 tahun berjumlah 113 jiwa, 12-17 tahun berjumlah 33 jiwa, 6-11 tahun berjumlah 21 jiwa dan 0-5 tahun berjumlah 21 jiwa.

Adapun, posko siaga bencana Desa Mangunharjo dibagi menjadi dua, posko pertama terletak di Kantor Desa Mangunharjo sebagai posko informasi dan logistik. Posko kedua adalah posko pengungsian warga di Ponpes Roudhoh Al Hikam.

Adapun contact person masing-masing posko adalah Nina (082334234219) dan Ihwan Setyono (085335487999) untuk posko pertama. Sedangkan posko kedua atau pengungsian adalah Joko Sumaryanto (085331111401) dan Joko Soetikto (082331178848).

Sebagaimana diberitakan sebelumnya di Pacitanku.com, ratusan warga yang merupakan warga Dusun Tegal, Desa Mangunharjo, Arjosari tersebut mengungsi karena terjadi bencana tanah retak berpotensi longsor. Retakan tanah di kawasan tersebut diketahui akibat hujan yang mengguyur kawasan tersebut, sehingga menimbulkan retakan mencapai satu meter pada Minggu sore.

Namun keretakan bertambah menjadi dua meter sehingga warga dari RT/RW I/VI dan RT 2/VI menuju tempat aman, yakni Pondok Roudhoh Al Hikam Desa Mangunharjo.

Jumlah warga yang mengungsi terus bertambah seiring proses evakuasi yang terus dilakukan tim SAR gabungan setempat dibantu relawan dan warga hingga larut malam dan dilanjutkan pada Senin (11/12/2017). Pengungsi terakhir adalah seorang laki-laki bernama Bejan. Dia yang sebelumnya bersikeras tidak bersedia dievakuasi, akhirnya diangkut paksa relawan.

“Evakuasi pada Senin (11/12/2017) dilakukan mulai pukul 07.00 WIB sampai dengan pukul 13.45 WIB di  RT 01, 02 dan 03 RW VI Dusun Tegal, kami mengevakuasi total Pengungsi 260 jiwa 99 KK,”kata Komandan Tanggap Darurat Bencana Letkol Kav Aristoteles Hengkeng Nusa Lawitang.

Dia mengatakan bahwa petugas evakuasi berasal dari Kodim 0801/Pacitan, Polres, BPBD, relawan dan Yonif 511.

“Tempat pengungsi dipusatkan di Ponpes Roudhoh Al Hikam Jalan Wilis nomor 1 Dusun Krajan, Desa Mangunharjo, selain itu untuk posko logistik dan dapur umum dirumah Sekdes Ihwan Setiyono dan Sumardiono Dusun krajan, Mangunharjo,”jelasnya.

Hingga saat ini, sejumlah bantuan baik dari pemerintah maupun relawan terus berdatangan, baik berupa logistik, uang, maupun bantuan terapi trauma healing.