Ngetrip Asyik ke Pantai Klayar

oleh

PANTAI Klayar kini tambah jos. Setidaknya itulah yang tergambar saat berkunjung ke pantai yang terletak di Dusun Kendal, Desa Sendang, Kecamatan Donorojo pada akhir bulan Oktober 2017 lalu. Berbeda jauh dengan saat pertama kali berkunjung tahun 2006 lalu, dimana Pantai Klayar belum diapa-apakan.

Bahkan untuk sholat, saya harus naik ke perkampungan sekitar 3 Km ke atas untuk mencari masjid terdekat. Juga saat akan mengisi daya baterai ponsel, saat itu sungguh sulit. Tak terkecuali juga sinyal HP yang bahkan saat itu ‘mendlesep’ alias no signal.

Lain dulu, lain sekarang. Kini bersamaan dengan semangat Pemerintah Daerah (Pemda) untuk membangkitkan sektor pariwisatanya, Pantai Klayar menjadi pantai yang paling ‘dimanja’ oleh Pemda, diantara pantai yang lain. Jalan menuju kesana diperbaiki, pertama kalinya tentu saat rombongan Presiden ke-6 RI kala itu, Susilo Bambang Yudhoyono dan sanak famili mengunjungi pantai ini.

Tak tanggung-tanggung, ruas jalan diperlebar, diperhalus. Tebing-tebing yang masih curam dikepras demi membuat pengunjung merasa nyaman saat menikmati deburan ombak di pantai yang disebut dengan ‘sphinx van Java’ ini. Bukan hanya infrastuktur, ‘penampakan’ dan wajah Pantai Klayar pun dipercantik.

Kawasan utama pantai

Area utama spot Pantai Klayar.

Berada di kawasan utama pantai, meski belum sempurna, penataan sudah mulai dilakukan pengelola. Misalnya adalah adanya gardu pantau yang digunakan untuk memantau aktivitas para pengunjung pantai oleh petugas keamanan pengelola Pantai Klayar. Disisi lain, di kawasan utama pantai juga dilengkapi dengan puluhan gazebo-gazebo yang bisa digunakan untuk bersantai bagi para pengunjung tanpa takut kepanasan.

Tak hanya di kawasan utama pantai, gazebo juga dibangun di bukit sebelah timur pantai, agar pengunjung bisa lepas melempar pandangan ke segala penjuru arah pantai ini, menikmati pesonanya yang memukau. Di gazebo ini, para pengunjung bisa menikmati deburan ombak yang menari memecah karang, tanpa takut terkena ombak, yang memang dilarang untuk berada di kawasan dekat ombak tersebut karena bahayanya.

Bendera merah tanda bahaya

Di kawasan utama pantai, pengelola juga sudah memasang titik –titik peringatan dengan bendera segitiga berwarna merah. Bender ini dipasang sengaja agar para pengunjung tidak melewati area tersebut karena sangat berbahaya. Beda saat saya pertama kali mengunjungi pantai ini, belum ada titik-titik larangan tersebut. Sehingga saya pun sempat menaiki bukit-bukit karang yang berbahaya tersebut.

Kemudian, di titik sebelah barat pantai, Disparpora sudah membangun food court atau pusat kuliner pantai Klayar. Sudah tertata cukup rapi, namun mungkin ada beberapa pedagang yang masih berjualan di titik utama pantai yang mungkin agak merusak pemandangan pantai. Tapi tidak masalah saya kira, karena proses penataan pedagang itu tidak mudah. Di kawasan utama pantai ini, juga disediakan fasilitas bagi yang menginginkan berkeliling pantai Klayar dengan All Terrain Vehicle (ATV) dengan biaya sewa Rp 50 ribu.

Jalan menuju ke toko souvenir.

Masih di kawasan utama pantai, pengelola juga sudah menyediakan jalan alternatif di titik sebelah utara pantai, dan di sepanjang jalan ini banyak warung-warung milik warga berjejeran. Baik itu warung makan atau toko kaos dan souvenir. Agak kurang rapi sih, kedepan semoga lebih dirapikan lagi. Tapi tidak masalah, yang terpenting jika membeli makanan atau minuman disini tetap murah.

Satu lagi yang saya apresiasi, Pemkab tidak membuat tulisan Pantai Klayar di kawasan utama pantai, tapi membuat tulisan di gerbang pantai. Menurut saya hal itu hal bagus, karena jika tulisan terpasang di kawasan pantai justru akan merusak pemandangan. Biarkan kawasan utama atau spot utama pantai alami seperti itu, biar pengunjung nyaman menikmati sejengkal demi sejengkal keindahan ombah dan pasir pantai. Hal ini sama seperti kasus yang terjadi di kawasan Bromo Tengger Semeru, yang akhirnya diprotes pegiat fotografi.

Area parkir, toilet dan homestay

Pintu masuk di Pantai Klayar.

Selain kawasan utama, perkembangan Pantai Klayar juga terlihat di area parkir, homestay dan toilet yang ada di Pantai ini. Dulu, saat saya ingin ke toilet, toiletnya kotor dan kurang terawat. Nah sekarang toilet sudah banyak, dan cukup terawat meskipun masih dikelola secara mandiri oleh warga yang memiliki bisnis toilet.

Selain itu, area parkir di Pantai Klayar juga semakin luas. Bahkan di area atas sudah dibangun area parkir yang bisa digunakan kendaraan dalam jumlah yang banyak. Kalau bisa, memang area parkir difokuskan di bagian atas saja, agar bagian bawah pantai full digunakan untuk kenyamanan berwisata. Sudah juga dibagun area jalan berundak dari kawasan pantai menuju ke kawasan parkir.

Di kawasan pintu masuk, pengelolaan Pantai juga sudah cukup modern dengan sistem e-ticketing. Mungkin kedepan dibarengi dengan sistem yang lebih terpadu, misalnya tiket masuk jadi satu paket dengan fasilitas yang ada didalamnya.

Selain itu, saya juga melihat homestay di Pantai Klayar sudah menjamur. Tentu ini seiring dengan semakin banyaknya wisatawan yang mengunjungi Pantai ini. Harganya pun bervariasi sesuai dengan fasilitas yang ada. Selain homestay, sinyal provider Handphone juga sudah tak seperti dulu lagi. Ini menarik dan jika perlu ditambah semua provider Handphone, karena aga rmenunjang promosi digital dari para wisatawan di pantai ini. Selesai foto langsung upload di social media.

Saran untuk Pantai Klayar

Area atas pantai Klayar.

Meski Pantai Klayar sudah menjadi pendulang terbesar Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata di Pacitan, namun perlu kiranya tetap memperhatikan aspek promosi. Apalagi promosi sekarang sangat mudah, efektif dan efisian dengan promosi digital.

Selain promosi, perlu juga dikembangkan konsep-konsep wisata yang kekinian, seperti konsep live in village. Jadi ada paket live in village di Pantai Klayar dengan menawarkan perjalanan menyusuri bukit Pantai Klayar, camping di pantai, outbond. Ini seperti yang dikembangkan di kawasan desa wisata Nglanggeran, Gunungkidul, DI Yogyakarta.

Saya juga sempat berbincang dengan salah satu pengelola pantai mas Eko Rias Prahmono, semoga beliau dan seluruh petugas pengelola pantai diberikan kesehatan selalu. Ada rencana mengembangkan flying fox di Pantai Klayar. Jika terealisasi, ini akan jadi daya tarik baru di Pantai Klayar. Bisa juga dimasukkan dalam paket wisata di Pantai Klayar.

Demikian sedikit ulasan tentang Pantai Klayar. Semoga kedepan semakin elok pantainya dan sejahtera masyarakat sekitarnya. Salam pariwisata.

Ikuti Instagram @dwipacitan