Polres Pacitan Berencana Tambah Kamera CCTV di Titik Rawan Kecelakaan

oleh -131.247 views
Kamera CCTV yang dipasang Dishub di Arjowinangun. (FOto: Dishub Pacitan)
Kamera CCTV yang dipasang Dishub di Arjowinangun. (FOto: Dishub Pacitan)
Kamera CCTV yang dipasang Dishub di Arjowinangun. (FOto: Dishub Pacitan)
Kamera CCTV yang dipasang di Arjowinangun. (Foto: Dishub Pacitan)

Pacitanku.com, PACITAN – Kepolisian Resor Pacitan berencana menambah unit kamera Closed Circuit Television (CCTV) untuk memantau arus lalu-lintas di Pacitan yang akan ditempatkan di jalur rawan kecelakaan.

“Kita upayanya ada satu titik ya dimana satu daerah rawan kecelakaan, satu daerah rawan pelanggaran, dan satu daerah rawan macet,” kata kata Kasatlantas AKP Hendrix K Wardhana baru-baru ini, dikutip dari laman Pemkab Pacitan.

Dia mengatakan bahwa ketiga lokasi rawan tersebut masing-masing Jalan Tentara Pelajar sebagai daerah rawan kecelakaan, dan kawasan rawan kemacetan di Jalan Jenderal Sudirman ruas Pasar Arjowinangun.

Selain itu, pihaknya juga berencana memasang di daerah rawan pelanggaran lalu lintas di sekitar Perempatan Penceng.




Pemasangan CCTV baru dimaksudkan melengkapi perangkat serupa yang sudah ada dan dioperasikan Dinas Perhubungan.

Jika CCTV lama sebatas berfungsi memantau kepadatan lalu lintas, kamera milik Polri dapat mencatat lebih rinci identitas kendaraan yang melintas. Tentu saja, rekaman yang dihasilkan dapat menjadi data dukung petugas dalam mengungkap kejadian kecelakaan.

“Bilamana ada kejadian bisa terpantau pelanggarnya siapa, dengan kendaraan apa, nomor polisinya bagaimana, dan juga kendaraan itu layak jalan atau tidak. Jadi (keberadaan CCTV) sangat memudahkan kita,” katanya lagi.

Hendrix mengatakan bahwa meski penambahan CCTV dianggap penting namun pengadaannya belum dapat diwujudkan segera. Ini karena pengusulan harus melalui Korps Lalu-lintas Polri.

Hal tersebut sekaligus menepis kabar bohong yang beredar di media sosial terkait pemberlakuan tilang elektronik berbasis CCTV di sejumlah kota, termasuk Pacitan.

“Kami berharap sikap disiplin berlalu lintas tidak bergantung keberadaan alat pemantau maupun petugas,”pungkasnya. (PS/RAPP002)