Bulan Ramadhan, Perempuan Muda Donorojo ini Tertangkap Polisi Selingkuh di Pracimantoro

oleh -102.719 views

Pacitanku.com, WONOGIRI – Patroli jajaran Polsek Pracimantoro Polres Wonogiri, pimpinan Kapolsek AKP Dwi Krisyanto, merazia dua pasangan selingkuh yang ditemukan asyik ngamar di dua losmen di Kecamatan Pracimantoro, Wonogiri.

Kapolres Wonogiri AKBP Mohammad Tora melalui Paur Humas Polres Aipda Iwan Sumarsono, Selasa (6/6), menyatakan, patroli tersebut berkaitan dengan agenda Operasi Pekat (pemberantasan penyakit masyarakat).

Personel Polsek Pracimantoro yang terlibat melaksanakan patroli, terdiri atas Kanit Sabhara Ipda Agus Haryono, Ka SPK Aiptu Sadiman, Kasi Humas Aiptu Giyono, dan Bhabinkamtibmas Bripka Adyng Restyo.

Sebelumnya, pihak Polsek Pracimantoro mendapatkan informasi dari warga masyarakat, yang mensinyalir bahwa keberadaan losmen dan hotel di Pracimantoro, sering dijadikan rendezvous pria-wanita yang bukan suami istri, yang datang dari Kabupaten Pacitan (Jatim) maupun dari Kabupaten Gunungkidul (DI Yogyakarta).

Menyikapi informasi yang disampaikan warga masyarakat tersebut, segera dilakukan patroli untuk menyambangi dua losmen di Pracimantoro.

Hasilnya, merazia dua pasangan selingkuh. Yakni pasangan Umar Zamroni (29) warga Desa Pucanganom, Kecamatan Ringkop, yang ngamar dengan Cahyani (23) asal Desa Platarejo Kecamatan Semanu, semaunya masuk wilayah Kabupetan Gunungkidul, DI Yogyakarta.




Berikut pasangan Sindu Rianto (24) asal Desa Bayemharjo, Kecamatan Giritontro, Wonogiri, yang berduaan ngamar dengan Mugiantiningsih (21) asal Dusun Demakwatu, Desa Widoro, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan.

Razia yang dilakukan ke losmen dan hotel ini, terkait pula dalam rangka cipta kondisi di Bulan Suci Ramadan, dan dalam rangka mewujudkan situasi yang kondusif menjelang datangnya perayaan hari raya Idul Fitri 1438 H.

Sebagai terazia, kedua pasangan yang tidak diikat pernikahan resmi ini, selanjutnya dibawa ke Kantor Polsek Pracimantoro, untuk diberikan pembinaan. Selanjutnya, kedua pasangan tersebut, membuat surat pernyataan yang menyatakan kapok untuk tidak mengulanginya lagi.

”Kapok apa kapok lombok ?,” tanya petugas. ”Kapok betul Pak,” jawab Umar Zamroni.

Kalau nanti sampai mengulangi lagi, timpal Sindu Rianto, saya bersedia dituntut sesuai hukum yang berlaku.

Surat pernyataan yang mereka buat, dilengkapi dengan tempelan meterai, dan ditandatangani bersama oleh kedua pasangan terazia. Untuk selanjutnya, surat pernyataan itu, kemudian didokumenkan di Kantor Polsek Pracimantoro.

Sumber: Suara Merdeka