Kala Dalang Kondang Ki Manteb Sudarsono Sukses Hibur Ribuan Warga Pacitan

oleh -Dibaca 2.073 kali
Ki Manteb Sudarsono saat menampilkan seni wayang kulit. (Foto: IG Tunggulsm_)
Ki Manteb Sudarsono saat menampilkan seni wayang kulit. (Foto: IG Tunggulsm_)

Pacitanku.com, PACITAN – Sosok dalang kondang Ki Manteb Sudarsono kembali datang untuk kesekian kalinya ke Pacitan. Seniman yang kini berdomisili di Dusun Sekiteran, Kelurahan Doplang, Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah itu sukses menghibur ribuan warga Pacitan yang hadir dalam pagelaran wayang kulit semalam suntuk yang digelar pada Sabtu (25/2/2017) hingga Minggu (26/2/2017) kemarin.

Dalam sambutannya sebelum pagelaran wayang digelar, Bupati Indartato mengatakan bahwa falsafah luhur dari lakon wayang kulit “Banjaran Bima” yang dipentaskan di alun-alun Kota Pacitan diharapkan menjadi inspirasi membangun daerah.

Menurutnya, semangat tersebut tidak hanya untuk jajaran pemerintahan, tetapi juga masyarakat. “Mari kita membangun Pacitan. Berangkat dari hati yang jernih untuk kemajuan bersama,” katanya dalam sambutannya sesaat sebelum pertunjukan wayang kulit dimulai.

Lebih lanjut, Indartato mengatakan bahwa dengan kesadaran hati, kemauan membangun daerah akan terasa lebih mudah dilakukan. Dimana muncul inisiatif dari masyarakat berperan serta didalamnya.




Dia menyebut bahwa jika tanpa partisipasi aktif masyarakat, mustahil proses pembangunan dapat terlaksana dengan baik. “Tanpa peran masyarakat, kami bukan apa-apa untuk mencapai tujuan bersama. Mencapai masyarakat yang sejahtera,” katanya lagi.

Diakhir sambutannya Bupati berharap masa depan genarasi penerus Kabupaten Pacitan ini akan lebih baik, menjadi lebih maju dibanding sekarang. Tidak hanya dibidang pendidikan. Tetapi di segala aspek kehidupan. “Semoga anak-anak kita nanti menjadi kader-kader bangsa yang berhasil dibanding kita yang sekarang,” pungkas dia.

Setelah sambutan dilaksanakan Bupati, sang dalang kondang berjuluk Ki Dalang Setan yang mengambil lakon “Banjaran Bima. Dikisahkan, lakon ini berkisah kelahiran tokoh Bima dalam pewayangan.

Hingga akhirnya, Bima yang sakti dalam Baratayuda Bima berhasil membunuh banyak Kurawa dan juga beberapa raja pendukung. Sampai pada hari ke 16 Baratayuda, Bima juga berhasil membunuh Sengkuni. Bahkan di hari terakhir Baratayuda, Duryudana menjadi lawan si Bima. Setelah pertempuran berlangsung sengit, Bima akhirnya menang denagn memukulkan gada ke paha kiri Duryudana.

Pewarta: Wira Swastika