Upacara Adat Tirto Wening Hajatan ke-272 Dimeriahkan Seniman Dalam dan Luar Negeri

oleh -1.433 views
Bupati saat mengikuti rangkaian Hajatan 171 tahun 2016 lalu. (Foto: Humas Pemkab Pacitan)
Bupati saat mengikuti rangkaian Hajatan 171 tahun 2016 lalu.

Pacitanku.com, PACITAN – Akhir pekan ini, Sabtu (18/2/2017) dan Minggu (19/2/2017) akan dilaksankan sejumlah agenda puncak dalam rangka Hari Jadi Pacitan (Hajatan) ke-272. Sejumlah kegiatan pun akan digelar, salah satunya yang cukup menarik adalah upacara adat Tirto Wening Sumur Njero, Sabtu (18/2/2017) malam sekitar pukul 19.30 WIB yang akan digelar balai desa Sukoharjo hingga pertigaan pasar Arjowinangun, Pacitan.

Informasi yang diperoleh Pacitanku.com dari panitia, agenda upacara adat Tirto Wening Sumur Njero ini masuk dalam rangkaian wilujengan pertama yang merupakan acara inti sejarah panjang Kabupaten Pacitan di desa cikal bakal Pacitan. Direncanakan, prosesi upacara adat dimulai dari Desa Sukoharjo sampai Desa Arjowinagun.

Upcara adat Tirto Wening yang diinisiasi Paguyuban Masyarakat Seni di Desa Sukoharjo dengan sebutan Song Meri ini akan dihadiri puluhan seniman dari dalam dan luar negeri. Adapun para pengisi acara di panggung pertama di depan balai Desa Sukoharjo, Pacitan adalah sanggar seni Kridho Mudho Boyolali, Suprapto Suryodarmo padepokan lemah putih Solo.




Di panggung ini juga akan direncanakn diisi seniman Condrong Gunarto dan Wirastuti Susilaningtyas Solo, Agus Bimo dan Romo Kirjono dari Klaten dan Magelang, Malang Dance dari Malang dan komunitas Seni Solah Wetan Ponorogo.

Selain itu, di panggung dua yang direncanakan digelar di pertigaan pasar Arjowinangun, akan diisi oleh seniman luar daerah Pacitan dan mancangear. Para sneiman yang dijadwalkan mengisi tersebut adalah kesenian barong abang dari wonogiri, pudhak Petak Studio dari Blitar, Hary Mistr Jade Flashive Cilbert dari Inggris, Kamiaka Etnnic dari Solo, Tekad Ibu dari Bali, Tingeng Tatu Kalimantan, Kel Wisnu Hp Ponorogo dan komunitas serta sanggar seni di Pacitan.

Sebagai informasi, dalam sejarah perjalanan Pacitan, ada dua tempat cikal bakal Pacitan, yakni Desa Nanggungan dan Desa Sukoharjo. Di hari yang sama, Sabtu (18/2/2017) mulai pukul 20.30 Wib sampai selesai di Desa Nanggungan dilakukan pembuatan rucuh pace.

Agenda wilujengan pertama di Desa Sukoharjo dan Nanggungan ini direncanakan dilanjutkan wilujengan kedua pada Sabtu (18/2/2017) pukul 24.00 sampai selesai, akan dilaksanakan di halaman wingking Pendopo Pacitan.

Di agenda inti ini, panitia lokal telah menyiapkan berbagai pelengkap (uborampe) seperi buceng satu, sego golong sembilan, punar sejodo, sego rames sejodo, ulam sari/ingkungan, jajan pasar 7 macam, gedang setangkep, jenang tolak jenang putih dan merah, jenang genep, kembang telon, bako suruh gambir/gantalan dan juga telor jowo mentah. (RAPP002)