Duh, Pria Paruh Baya ini Gantung Diri Karena Depresi

oleh -Dibaca 979 kali
Ilustr

gantung-diriPacitanku.com, BANDAR – Kasus bunuh diri di wilayah Kabupaten Pacitan kembali terjadi. Kali ini, seorang warga bernama Bibit (46) warga RT/RW 02/VI, Dusun Suren, Desa Tumpuk, Kecamatan Bandar nekad mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di pohon sono yang berada tak jauh dari rumahnya, Senin (5/12/2016) sekitar pukul 05.30 WIB.

Informasi yang dihimpun Pacitanku.com dari saksi Hendri dan Mutadi yang merupakan tetangga korban, Bibit ditemukan tewas ditemukan warga dalam posisi mengantung di pohon sono tidak jauh dri rumah korban. Melihat kejadian tersebut, para saksi tersebut langsung memanggil warga lain dan melaporkan ke Kepolisian Sektor Bandar.




Kapolsek Bandar AKP Djamin mengungkapkan bahwa sebelumnya, pada Minggu (4/12/2016) sekitar pukul 17.00 WIB, diketahui Bibit meninggalkan rumah nya tanpa pamit dan tidak pulang. “Kemudian keluarga bersama warga mencari korban, dan mendapatkan korban sudah gantung diri di pohon sono dengan sarung di belakang dekat rumah korban,”katanya.

Ia mengatakan bahwa Bibit sedang mengalami gangguan jiwa atau stres. Kemudian pihak kepolisian memintakan visum ke puskesmas Bandar. “Hasilnya tidak diketemukan  tanda-tanda bekas penganiayaan. Sehingga dipastikan korban meninggal dunia karena gantung diri,”pungkasnya.

Kasus terbaru ini menambah daftar kasus kematian akibat gantung diri di Kabupaten Pacitan. Pada tahun 2014, sedikitnya ada 12 kasus gantung diri. Sedangkan tahun 2015, kasus gantung diri tercatat sebanyak 11 kasus. Sedangkan hingga bulan September 2016 ini, setidaknya terjadi 10 kasus gantung diri, terakhir terjadi pada hari ini, Senin (5/12/2016).

Kebanyakan korban gantung diri dilatari masalah kejiwaan. Seperti sakit yang tak kunjung sembuh hingga berujung depresi. Lain itu, masalah ekonomi juga menjadi faktor penyebab terjadinya kasus bunuh diri dengan cara gantung diri tersebut.

Sekretaris Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) setempat, Masrukin, berpendapat ada dua penyebab utama terjadinya kasus gantung diri di Pacitan. Selain karena sakit, faktor ekonomi juga menjadi persoalan pelik yang mengakibatkan seseorang memilih jalan pintas mengakhiri hidupnya. “Masyarakat yang menderita sakit menahun dan tidak kunjung sembuh, akhirnya frustasi akan biaya pengobatan yang cukup tinggi,” katanya beberapa waktu lalu.

Masrukin mengatakan bahwa dinasnya bisa memfasilitasi mengurus jasa pengobatan gratis, seandainya mereka mau melaporkan. “Kami bisa memfasilitasi pengobatan gratis seandainya masyarakat tidak mampu, mau memberikan laporan atas kondisi kesehatan yang dialaminya,” pungkasnya. (RAPP002)