Bupati Indartato: Angka Melek Huruf di Pacitan Terus Meningkat

oleh -Dibaca 1.360 kali

kantor perpustaakaanPacitanku.com, PACITAN – Bupati Pacitan, Drs H Indartato MM mengatakan bahwa angka melek huruf di Pacitan terus meningkat, terutama dalam lima tahun terakhir. Hal tersebut disampakan oleh Indartato usai menerima penghargaan di bidang perpustakaan dari Coca-Cola Foundation Indonesia (CCFI) bersama Bill & Melinda Gates Foundation (BMGF) pada acara Peer Learning Meeting Perpuseru di hotel Grand Mercure Jakarta Utara, Rabu (16/11/2016) kemarin.

“Perpustakaan memiliki fungsi penting, Misalnya, untuk mengurangi angka melek huruf. Hasilnya selama lima tahun terakhir angka  melek huruf di Pacitan terus meningkat, “katanya, Kamis (17/11/2016)

Indartato berhasil mendapatkan penghargaan tersebut dikarenakan dinilai mampu mengembangkan perpustakaan menjadi pusat belajar masyarakat berbasis teknologi guna mendukung pembangunan sumber daya manusia  (SDM) di daerah.

Menurut Indartato, langkah pengembangan perpustakaan ini dilakukan karena dianggap memiliki  peran untuk mengurangi kesenjangan sosial masyarakat dalam segala hal. “Meliputi menciptakan  lapangan pekerjaan, mengurangi kemiskinan informasi, meningkatkan pendidikan, kesehatan serta  pengembangan ekonomi masyarakat,”ujarnya.


Lebih lanjut, Indartato menyampaikan bahwa untuk mengoptimalkan peran perpustakaan, dia menekankan adanya pengembangan Perpuseru di beberapa desa. Tahun ini, program Perpuseru sudah dikembangkan di Desa Gemaharjo, Kecamatan Tegalombo dan Desa/Kecamatan Ngadirojo.“Dan, rencananya akan dikembangkan lagi di Desa/Kecamatan Sudimoro pada tahun depan,”pungkasnya.

Beradasarkan data Perpusda setidaknya sudah ada sekitar 161 perpustakaan desa yang didirikan oleh Pemkab Pacitan bekerjasama dengan pemerintah desa setempat. Pada tahun 2016 ada 13 perpustakaan desa yang tersebar di seluruh wilayah Pacitan mendapatkan bantuan buku dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Setiap perpustakaan desa akan mendapatkan 1.000 eksemplar buku dari pemerintah.

Sementara, perpustakaan desa yang ada di Pacitan yaitu sebanyak 171 unit, dan sebagian besar perpustakaan desa itu berada di kantor desa dan kantor PKK. Saat ini ada 50 persen dari total perpustakaan tersebut yang sudah beroperasi dengan baik.

Salah satu prestasi puncak Indartato adalah kala mengantarkan Perpustakaan Cahaya dari Desa Gemaharjo, Kecamatan Tegalombo yang masuk daftar nominasi 10 besar perpustakaan terbaik tingkat Provinsi Jawa Timur. Perpustakaan Cahaya ini merupakan perpustakaan pertama di Pacitan yang bisa menembus di tingkat provinsi.

Perpustakaan Cahaya memiliki berbagai fasilitas yang cukup lengkap bagi pengunjung, seperti ruang perpustakaan yang luas, ruang baca representatif, hingga fasilitas sambungan Internet gratis.

Perpustakaan Cahaya memiliki koleksi buku sebanyak 4.500 eksemplar dengan berbagai judul. Selain itu, di perpustakaan desa tersebut juga tersedia taman bacaan dan alat permainan peraga bagi anak-anak pendidikan anak usia dini (PAUD). Bahkan, perpustakaan ini menyediakan akses Internet secara gratis dan bisa diakses oleh siapa pun. (Riz/RAPP002)