Duh, Anak SD Tega Lakukan Pelecahan Seksual Kepada Adik Kelas Sendiri

oleh -Dibaca 2.232 kali

Ilsutrasi PencabulanPacitanku.com, NGADIROJO – Peristiwa pelecehan seksual yang menimpa siswa sekolah dasar (SD) terjadi lagi. Mirisnya, korban dan pelaku pelecehan seksual kali ini adalah teman satu sekolah. Pelaku berinisial R adalah siswa kelas VI di salah satu SD di Kecamatan Ngadirojo.

Sedangkan korban adalah adik kelasnya yang masih duduk di kelas V. Kejadian tersebut diketahui setelah orang tua korban melapor ke pihak sekolah.

Sarpono kepala sekolah tempat siswa itu bersekolah mengatakan, tindakan pelecehan itu terjadi Rabu (26/10) lalu. Tepatnya saat anak-anak tersebut pulang sekolah. Dalam perjalanan pulang itulah, R memperlakukan teman perempuannya dengan tidak senonoh di hadapan teman-temannya yang lain.

Lantaran ‘dikerjain’ dan merasa malu, korban melaporkan kejadian tersebut ke orang tuanya. ‘’Masalahnya sudah diselesaikan secara kekeluargaan,’’ ujar Sarpono saat dikonfirmasi, Senin (31/10/2016) kemarin.

Menurut dia, penyelesaian masalah secara kekeluargaan dinilai sudah tepat. Lantaran pelaku dan korban tergolong masih di bawah umur. Selain itu, orang tua R juga ada niat untuk meminta maaf. Begitupula dengan orang tua korban yang tidak menuntut apapun dari pelaku maupun orang tuanya.

‘’Pelaku tidak sampai dikeluarkan dari sekolah. Hanya kami beri pembinaan. Ketika di sekolah pun sikapnya juga kami pantau. Sedangkan, korban masih tetap masuk,’’ terang Sarpono.

Setelah kejadian itu, pihak sekolah mengundang para orang tua dan wali murid datang ke sekolah pada Sabtu (29/10) lalu. Dalam forum tersebut, Sarpono meminta kepada para orang tua dan wali murid untuk meningkatkan pengawasan kepada anak-anak mereka. Terutama saat berada di luar lingkungan sekolah. ‘




’Agar kejadian itu tidak terulang lagi. Kami juga minta orang tua R bersedia setiap hari mengantar jemput anaknya ke sekolah,’’ imbuhnya.

Munculnya kasus pelecehan seksual yang menyeret anak di bawah umur itu ikut menjadi perhatian serius Ketua Komunitas Peduli Anak (KOPA) Pacitan Anis Bekti Wibowo. Dia berpendapat perlu adanya pengawasan lebih dari orang tua. Terlebih, sekarang ini makin masifnya perkembangan teknologi. Sehingga, hal apapun mudah saja diakses atau didapat.

‘’Kontrol orang tua ikut berperan. Apalagi, ketika masih SD. Kalau bisa orang tua memberikan perhatian lebih dengan menyempatkan diri untuk mengantar jemput anaknya ke sekolah. Jangan sampai dibiarkan begitu saja,’’ jelasnya.

Dia juga mengharapkan adanya benteng agama yang ditanamkan orang tua terhadap anak mereka. Supaya tidak bertindak kebablasan. Pendidikan karakter juga penting diberikan di lingkungan keluarga. ‘’Jadi penanaman pendidikan karakter bukan hanya di sekolah saja. Tapi di rumah juga perlu diterapkan,’’ ujarnya. (her/yup/RAPP002)

Sumber: Radar Madiun