Tilik Warga Kebonagung, Bupati Pacitan Minta Maaf Jika Banyak Kekurangan

oleh -131.087 views

tilik-wargaPacitanku.com, KEBONAGUNG – Bupati Pacitan Drs H Indartato MM meminta maaf atas berbagai kekurangan dalam melayani masyarakat Pacitan, terutama terkait beberapa sektor penting, diantaranya kondisi jalan, kekurangan tenaga pengajar, pemenuhan gizi balita, hingga seluk beluk pengurusan administrasi kependudukan, terutama KTP.

Hal itu disampaikan Indartato saat tilik warga dalam rangka progam Grindulu Mapan (Gerakan Terpadu Menyejahterkan Masyarakat Pacitan), Senin (3/10/2016) di Desa Ketepung, Kebonagung.

Dalam kesempatan tilik warga itu, beberapa kritik dan masukan banyak disampaikan, diantaranya, soal kondisi jalan, kekurangan tenaga pengajar, pemenuhan gizi balita, hingga seluk beluk pengurusan administrasi kependudukan, terutama KTP.

Atas sejumlah masukan tersebut, Indartato minta maaf jika masih banyak kekurangan. Hal itu tak lepas dari banyaknya bidang pekerjaan sementara kemampuan anggaran yang bersumber dari APBD terbatas. Namun demikian, Pemkab akan terus berupaya semaksimal mungkin.”Pemerintah memiliki tugas mewujudkan masyarakat yang sehat, pandai dan berdaya beli tinggi. Tiga pilar yang menjadi kunci masyarakat sejahtera,” jelasnya, dilansir dari laman Pemkab Pacitan.

Rencananya, tilik warga dijadwalkan berlangsung dua hari (Senin-Selasa , 3,4/10), Bupati bersama Wakil bupati Pacitan serta jajaran akan mengunjungi 10 desa, di Kecamatan penghasil gula semut tersebut, dimulai dari Desa Wonogondo berlanjut ke Desa Ketepung, Desa Punjung, Desa Ketro dan Desa Sanggrahan.

Di desa penghasil  batu bata dan batu gamping tersebut, orang nomor satu di Pacitan itu membuka sesi dialog dengan warga. “Seperti yang sering saya katakan, pemerintah adalah pelayan rakyat. Untuk menyejahterakan rakyat maka pemerintah harus selalu dekat dan tahu kondisi rakyat,” tandasnya.

Dalam kesempatan itu Bupati Indartato juga menyerahkan sejumlah bantuan kepada masyarakat pra-sejahtera. Bupati Indartato juga minta masyarakat untuk tetap menjaga persatuan, guyub rukun serta saling bergotong royong. Sebagai informasi, setelah sempat terhenti setahun, progam Grindulu Mapan bergulir kembali. (Riz/RAPP002)