Pembangunan Jembatan Penghubung Nawangan-Wonogiri Selesai Bulan Depan

oleh -131.267 views
Gubernur Jateng tinjau pembangunan jembatan Miri.
Gubernur Jateng tinjau pembangunan jembatan Miri.

Pacitanku.com, NAWANGAN – Pembangunan jembatan Miri yang menjadi penghubung antara Kecamatan Nawangan dengan Kecamatan Kismantoro (Wonogiri) ditargetkan selesai pada bulan Depan atau bulan November 2015.

Menurut Rio Wing Dinaryadi, kontraktor PT Dwi Mulyo Lestari, penanggungjawab pembangunan jembatan Miri,  dalam keterangannya baru-baru ini mengatakan bahwa perbaikan jembatan saat ini sudah mencapai 84 persen. Langkah selanjutnya adalah melakukan betonisasi, dan peningkatan jalan di kedua sisi jembatan sepanjang 24 meter.

Dalam pembangunan jembatan yang menggunakan anggaran bantuan keuangan Provinsi senilai Rp 6,6 milyar itu, kontraktor juga membangun tanggul setinggi 18 meter untuk menahan aliran sungai yang meluap saat musim hujan nanti. “Kita juga buat tanggul setinggi 18 meter. Anggarannya satu paket dengan pembuatan jembatan,” katanya.

Sebelum jembatan ini selesai diperbaiki, arus lalu lintas antarprovinsi yang melalui Kecamatan Kismantoro ke arah Nawangan masih menggunakan jembatan darurat. Kendaraan yang melintasi jembatan tersebut dibatasi maksimal delapan ton. Untuk kendaraan roda empat harus bergilir melintasi jembatan yang alasnya terbuat dari kayu.

Jembatan roboh di Kismantoro (Foto Ali Musthofa Zam)Sebagaimana diketahui, pada Senin (10/2/2014) sekitar pukul 17.00 WIB tahun lalu, jembatan tersebut mengalami retak yang cukup parah, sehingga jembatan amblas ke bawah sekitar 1 meter. Dan diindikasi, robohnya jembatan ini dikarenakan pondasi jembatan yang tidak kuat menahan beban dan gerusan aliran air dibawahnya. Selain karena gerusan, kerusakan ini disebabkan terjadi kerusakan di bagian sepatu landasan tiang jembatan.

Meskipun kejadian tersebut terjadi di Wonogiri, namun demikian jembatan tersebut sangat penting keberadaannya bagi warga di sekitar Kecamatan Bandar dan Nawangan, terutama para pedagang. Pasalnya, dengan putusnya jalur Bandar menuju Wonogiri via Kismantoro, akan menghambat akses warga, terutama di wilayah perbatasan Pacitan.

Selain itu, akibat robohnya jembatan tersebut, dapat membuat laju perekonomian warga di kecamatan Bandar dan Nawangan tersendat, terutama para pedagang pasar yang sering melewati jalur tersebut. (RAPP002)