Perlu Diketahui Kekuatan dan Kelemahan Jaringan 4G LTE

oleh -13850 views
4G LTE. (Ilustrasi)
4G LTE. (Ilustrasi)
4G LTE. (Ilustrasi)
4G LTE. (Ilustrasi)

Pacitanku.com, PACITAN– Pemerintah sebentar lagi akan terus berupaya menyosialisasikan jaringan 4G LTE dalam skala nasional. Keseriusan tersebut dilakukan dengan akan dikeluarkannya Keputusan Menteri (Kepmen) terkait 4G LTE. Sebenarnya, mengapa pemerintah begitu getol menkomersialisasikan jaringan tercepat internet saat ini tersebut? Apa kelemahan dan kekurangan 4G LTE?

Dihimpun dari berbagai sumber, LTE dikembangkan oleh 3GPP (Third Generation Partnership Project atau 3G berbasis GSM). Disisi lain 3GPP2 mengembangkan 3G berbasis CDMA. LTE adalah evolusi dari jaringan GSM dan juga bagian dari roadmap standar 3GPP2, bukan evolusi dari CDMA.

LTE (Long Term Evolution) atau biasa juga disebut SAE (System Architecture Evolution) disebut-sebut sebagai generasi keempat (4G) yang akan menggeser kemampuan 3G. Dalam akses data, LTE jauh melebihi generasi-generasi sebelumnya, bahkan standar spesifikasi kecepatan datanya sampai 100 Mbps pada arah downlink.

LTE mampu membawa aplikasi-aplikasi yang menarik seperti TV interaktif dan game tingkat advance. Karena LTE mendukung kemampuan handover dan roaming ke jaringan bergerak eksisting maka cakupan yang melayani perangkat pelanggan menjadi ubiquitous.

4G sendiri merujuk pada generasi keempat teknologi nirkabel seluler. Semuanya dimulai pada 1980an dengan keajaiban analog 1G yang menjadi ukuran. Kemudian, jaringan digital membuat pengguna mampu mengakses jaringan 2G untuk mengirim SMS dan email. Melalui teknologi 4G, perbedaan nyata antara suara dan data menghilang. Pada dasarnya, ini mengubah telepon selular menjadi sistem Voice-over-IPyang artinya, komunikasi lebih cepatdan lebih jelas.

Menurut International Telecommunication Union (ITU) 4G memiliki kemampuan mengunduh data berkecepatan 100MBper detik hingga 1GBper detik. Standar 1GB per detik sendiri merupakan digunakan untuk situasi rumah dan mobilitas rendah, seperti seseorang yang berjalan-jalan membawa telepon.

Standar 100MB per detik merupakan kecepatan unduh maksimum secara teoritisdi saat pengguna bepergian dengan mobil atau kereta api.Meski jaringan yang ada di AS saat ini belum mendekati jenis kecepatan ini, peluncuran 4G LTE merupakan lompatan interim penting.

LTE secara teoritis memaksimalkan kecepatan 100MB per detik itu. Kecepatan di dunia nyata sebenarnya hanya 20 MBper detik atau bahkan kurang. Pengguna 4G T-Mobile juga sebenarnya berada pada jaringan HSPA+dan pelanggan 4G Sprintjuga untuk saat ini menggunakan standar WiMAX. Disarankan, saat berencana membeli smartphone dalam waktu dekat, penting mengetahui persis apa yang akan Anda dapat agar menyesuaikan dengan semangat mempercepat internet yang digaungkan pemerintah Indonesia.

Namun demikian, 4G tetap memiliki kekurangan, yaitu biaya untuk infrastruktur jaringan baru realtif mahal, jaringan harus diperbaharui maka peralatan baru harus diinstal. Kemudian, LTE menggunakan MIMO (Multiple Input Multiple Output), tentunya memerlukan antena tambahan pada pancaran pangakalan jaringan untuk transmisi data. Sebagai akibatnya jika terjadi pembaharuan jaringan maka pengguna perlu membeli mobile device baru agar dapat menikmati jaringan yang mendukung teknologi LTE. (RAPP002)