Belajar dari Negeri Singa

oleh
Keindahan Merlion Park
Keindahan Merlion Park
Kawasan Merlion Park, salah satu ikon Singapura
Kawasan Merlion Park, salah satu ikon Singapura

Setelah memastikan bisa ikut bergabung dalam kegiatan student field trip ke Singapura, akhirnya untuk pertama kalinya saya ke luar negeri, sekaligus belajar banyak dari negeri singa, yang selama ini dikenal sebagai sebuah negara kecil yang cukup elok. Dan benar memang, negeri berjuluk negeri singa yang luasnya lebih kecil dari Provinsi Jawa Tengah ini membuat saya mengambil sebuah kesimpulan, bahwa kita harus belajar banyak dari negeri singa.

Kota dan jalan yang tertata rapih dan indah
Kota dan jalan yang tertata rapih dan indah

Kira – kira apa yang bisa kita ambil pelajaran dari negeri singa? Setidaknya ada beberapa hal yang bisa saya ceritakan, yang pertama adalah tentang kepiawaian menjadikan tata kota yang, bagi saya sungguh sangat memesona. Sepanjang perjalanan dari Changi Airport menuju ke kompleks Merlion Park, kemudian dari Merlion Park menuju ke Little India, tepatnya di Upper Weld Rd, tempat saya menginap, yang terlihat sepanjang perjalanan adalah penataan kota yang sangat rapi.

Di sepanjang jalan lurus itu, berjejer pohon trembesi sebagai payung kota, dengan

Sungai, jembatan dan gedung yang tertata baik
Sungai, jembatan dan gedung yang tertata baik

konsep yang unik, cabang – cabang pepohonan, jarak antar pohon, hingga taman kota yang berwarna – warni menjadikan jalanan di Singapura enak dipandang, rapi dan sungguh menjadikan kota terlihat sangat menarik. Ini pelajaran pertama dari Singapura, yang seharusnya menjadi bahan kajian kota – kota di Indonesia, dari Jakarta, bandung, Semarang, Surabaya, hingga kota kecil di Pacitan.

Perpaduan nuansa hijau, dengan prpaduan pepohonan trembesi dan taman kota, menjadikan kota lebih hidup dan tidak gersang. Selain itu fungsi pohon trembesi tersebut jugga bisa digunakan untuk menyerap udara kotor.

Kawasan Merlion Park
Kawasan Merlion Park

Pelajaran kedua yang bisa diambil dari Singapura adalah tentang kedisiplinan dan anti kemacetan. Dua hal yang menurut saya saling terkait satu sama lain. Jika pengguna jalan disiplin dalam berkendara, maka kemacetan bisa terhindarkan. Di Singapura, hal ini ternyata bisa dilakukan. Jarak antar pengguna jalan, yang mayoritas adalah roda empat, seperti terjaga, kemudian kepatuhan dalam menjalankan rambu (mencerminkan kedisplinan) juga terlihat.

Jika memang tempat/jalan tersebut adalah jalan khusus bagi bus besar, maka kendaraan

Sungai bisa menjadi alternatif transportasi
Sungai bisa menjadi alternatif transportasi

lain tak boleh lewat. Ini adalah kedisiplinan. Bandingkan dengan (maaf, lagi – lagi saya harus membandingkan dengan Indonesia), seringkali kita menjumpai jalan khusus tersebut berubah bentuk menjadi jalan umum bagi semua kendaraan. Atau kedisiplinan pengguna jalan menaati peraturan lalu lintas yang mungkin masih kurang, terutama di beberapa tempat di Indonesia.

Keindahan Merlion Park
Keindahan Merlion Park

Di Singapura, sepanjang perjalanan saya beberapa kali mengamati fenomena unik, jika jalan tersebut adalah jalur satu arah, maka orang Singapura tidak lantas menabrak aturan tersebut, meskipun tak ada polisi. Akan tetapi yang dilakukannya adalah menegndarai kendaraan tersebut dengan mundur ke belakang, entah itu mobil maupun sepeda motor. Begitu juga saat berada di lampu merah, jika merah ya berhenti, kemudian mempersilahkan pedestrian berjalan dahulu, setelah lampu hijau, tanpa harus ada bunyi klakson, pengguna jalan yang didominasi kendaraan roda empat itu segera melaju.

Kedisiplinan selanjutnya yang patut kita tiru adalah tentang budaya hidup sehat, salah satunya adalah melarang keras para perokok untuk merokok bebas di tempat umum, sebagai gantinya, mereka menyediakan ruang khusus para perokok, biasanya di sudut jalan, agar asap rokok tidak menjalar bebas kemana – mana.

Pantau terus pacitanku.com ya
Pantau terus pacitanku.com ya

Well, meskipun Singapura adalah kota dan negara kecil, namun perekonomian yang semakin berkembang pesat, ditunjang dengan kedewasaan bersikap, berfikir dan bertindak dari para manusia yang menjalankan kehidupan, maka hari ini kita saksikan bahwa Singapura adalah sebuah negara yang maju. Dan sekali lagi, kita harus belajar banyak dari Singapura, belajar tentang semuanya, tentang kedisiplinan dan kreativitas.

Di Singapura, penduduknya yang beragam berjumlah 5 juta jiwa, terdiri dari Cina, Melayu,India, berbagai keturunan Asia, dan Kaukasoid. Jadi, hampir  42% penduduk Singapura adalah orang asing yang bekerja dan menuntut ilmu di sana. Ini juga menunjukkan kemampuan toleransi antar etnis yang baik ditunjukkan warga Singapura. Untuk hal ini, kita juga musti belajar dari negeri berjuluk seribu satu larangan ini.

Mari belajar banyak dari Singapura. Saya kira Indonesia adalah negara besar dengan penduduk 250 juta, jadi, tak ada salahnya, kita belajar dari negara yang lebih kecil, jika itu memang untuk kebaikan kita.

Satu lagi yang saya suka dari Singapura adalah, kuliner teh tarik yang sungguh segar. 

Selamat belajar dan menjadi generasi pembelajar.

 

Ditulis dari Bunch Hostel, Upper Weld Rd, Little India,

Senin, 3 November 2014 bakda Shubuh.

Dwi Purnawan

Penulis adalah Mahasiswa Pascasarjana Unnes

Dan Founder Sekaligus Editor In Chief (EIC) Portal Pacitanku