Antisipasi Bencana, PMI Pacitan Maksimalkan Relawan SIBAT

oleh -Dibaca 1.266 kali
Pelatihan SIBAT di Tegalombo oleh PMI Pacitan (Foto : Eko/PMI Pacitan)
Pelatihan SIBAT di Tegalombo oleh PMI Pacitan (Foto : Eko/PMI Pacitan)
Pelatihan SIBAT di Tegalombo oleh PMI Pacitan (Foto : Eko/PMI Pacitan)
Pelatihan SIBAT di Tegalombo oleh PMI Pacitan (Foto : Eko/PMI Pacitan)

Pacitanku.com, TEGALOMBO—Selain dikenal sebagai daerah potensial di bidang pariwisata, Pacitan juga dikenal sebagai daerah yang rawan bencana. Selama ini, Pacitan memang dikenal sebagai daerah yang memiliki tingkat kerawanan bencana yang cukup tinggi.

Untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan bencana alam, PMI Cabang Pacitan menggelar pelatihan Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT) yang dipusatkan di Balai Desa Ngreco, Tegalombo, Jumat (31/10) hingga Senin (3/11) mendatang.

Menurut Eko Wiranto, salah satu anggota dan fasilitator PMI Pacitan, Pelatihan SIBAT yang digelar dan diikuti puluhan warga setempat ini digelar untuk melatih masyarakat bisa melakukan langkah antisipasi bencana alam. “Yang kita khususkan di bidang penanggulangan bencana alam dengan konsep siaga bencana berbasis masyarakat,” katanya saat dihubungi Portal Pacitanku, Sabtu (1/11/2014).

Agenda yang diikuti oleh para perangkat, karangtaruna dan tokoh masyarakat setempat ini diisi dengan berbagai materi tentang Kepalangmerahan. Materi tersebut diantaranya adalah menjadi relawan sibat, pengorganisasian dan mobilisasi masyarakat dalam upaya pengurangan resiko bencana,tanggap darurat bencana,  upaya pengurangan resiko bencana yang berhubungan dengan ancaman, evakuasi, spotmap dan Pertolongan Pertama. “Selain itu juga adanya pola komunikasi dan pemetaan daerah rawan bencana,” ujarnya.

Dengan adanya pelatihan ini, diharapakan TIM SIBAT ini dapat menjadi garda terdepan dalam pengurangan dan penanggulangan bencana khususnya di wilayahnya dan juga di sekitarnya. Fasilitator dalam pelatihan ini adalah Pengurus, Pelatih, dan SIBAT  PMI Pacitan. 

Seperti diketahui, Pacitan memang dikenal sebagai daerah rawan bencana. Saat musim kemarau seperti saat ini, ancaman yang mungkin terjadi adalah bencana kebakaran hutan dan kekeringan. Sementara saat musim hujan, bencana alam yang sering terjadi adalah banjir dan tanah longsor. (DP-PP002)