Pemerintah Diminta Serius Garap Jalur Pacitan-Wonogiri

oleh -2.782 views
Jalaur Pacitan Wonogiri (Dok.Pacitanku)
Jalaur Pacitan Wonogiri (Dok.Pacitanku)

Jalaur Pacitan Wonogiri (Dok.Pacitanku)
Jalaur Pacitan Wonogiri (Dok.Pacitanku)

Pacitanku.com, WONOGIRI—Bupati Wonogiri Danar Rahmanto meminta Dinas Pekerjaan Umum (DPU) untuk serius membantu peningkatan program fisik jalan perbatasan Wonogiri-Pacitan, yang selama ini sering menjadi jalan utama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tatkala pulang kampung. Untuk kelancaran pelaksanaan, Kementerian PU menganggarkan 42 miliar.

“Saya sudah mendapatkan laporan, pengalokasian anggaran peningkatan jalan di perbatasan itu mencapai Rp42 miliar. Mudah-mudahan Februari 2012 sudah bisa dilaksanakan, sehingga jalan sepanjang 7,5 km yang menghubungkan Desa Giribelah, kecamatan Giritontro, Wonogiri dengan Desa Kukus, kecamatan Donorojo, Pacitan, Jatim, bisa diwujudkan di lapangan,” tukas Danar seperti dilansir dari metrotvnews, Kamis (12/12/2013).

Menurutnya, seharusnya upaya peningkatan jalan di perbatasan wilayah Wonogiri, Jateng, dengan Pacitan, Jatim, dan Gunung Kidul, DI Yogjakarta, akan direalisasi pada tahun anggaran 2013 ini. Namun karena waktunya terbentur akhir tahun tutup buku, akhirnya pelaksanaan diundur pada Februari 2014.

Dikatakan Danar, jalur Giribelah sering dilewati Presiden Susilo Bambang Yudhoyono jika hendak pulang Pacitan, sehingga kelas jalan yang tadinya merupakan jalan kabupaten harus ditingkatkan menjadi jalan provinsi. Lebar jalan sepanjang 7,5 km di Desa Giribelah itu nantinya menjadi 15 meter. Saat ini masih 6 meter.

“Kelas jalan di Giribelah ini kalah jauh dari yang sudah ada di mulut gerbang Pacitan di Desa Mukus yang sudah menjadi jalan nasional selebar 24 meter. Ya kita akan mencoba menguruskan peningkatan kelas, paling tidak dari jalan kabupaten menjadi jalan provinsi. Kendala Pemkab Wonogiri dalam menyempurnakan infrastruktur jalan adalah kekuatan anggaran sangat terbatas, jadi untuk peningkatan perlu minta dana APBN atau APBD Provinsi,” pungkasnya.

Redaktur : Robby Agustav