Kategori: Nusantara

Popular

Berita Terbaru

Permalink ke Jangan Larang Kami “Om Telolet Om”
Headline, Nusantara

Jangan Larang Kami “Om Telolet Om”

Pacitanku.com, PACITAN – Biarkan Om Telolet Om jangan dilarang, ini hiburan mereka, ungkap salah seorang pemilik akun facebook.

Om telolet om, sudah seperti virus yang menggerogoti semua lapisan hingga demam meninggi. Hampir di semua lini medsos menceritakannya. Menceritakan hiburan murah meriah bagi masyarakat yang setia menunggu setiap bus yang lewat.

Dengan mengklik Telolet di youtube, akan langsung muncul tampilan antusiasme warga dari anak-anak sampai orang dewasa dari mereka yang sengaja membawa kertas bertuliskan Om Telolet Om, atau mereka yang sengaja berdiri di sepanjang jalan secara berkelompok, ibu jarinya bergerak-gerak menempel kepalan empat jari mirip simbol untuk menekan klakson.

Ada juga mereka yang sengaja menari-nari saat bus itu menyalakan klakson berirama itu. Bahkan ada juga yang dijadikan bentuk “meme” atau gambar kocak dengan sengaja merentangkan secarik kertas bertuliskan Om Telolet Om ke pesawat yang akan mendarat.

Atau meme yang tengah menunggu kereta dan membunyikan klaksonnya.

Telolet merupakan klakson tambahan dari mobil bus yang nadanya panjang bahkan bernadakan lagu dangdut.

“Teeettt teettttt teeeet,” sekelompok anak muda langsung berjoget goyang ngebor.

Klakson bus seperti diketahui pertama kali di sepanjang jalur Solo sampai ke Wonogiri hingga langsung melejit dan popular sampai ke sekitar daerah Provinsi Jawa Timur.

Pemandangan nan “ruarrrr biasaaa”, pemandangan dari potret masyarakat yang haus akan hiburan. Fenomena menarik dan hanya ada satu-satunya di dunia yakni di Indonesia. Ini hiburan murah meriah tidak perlu mengeluarkan kocek hanya cukup nongkrong di tepi jalan lalu berteriak Om telolet Om.

Para musisi dunia seperti duo DJ asal Amerika Serikat, The Chainsmoker mencuit dalam twitternya dengan pertanyaan, “Apa itu om telolet om?” @TheChainsmokers” di akun twitternya.

Bahkan tanpa tahu artinya, DJ Zedd dan DJ Snake yang namanya tak asing lagi di genre EDM juga menuliskan tweet “Om Telolet Om”.




Di Twitter, “Om Telolet Om” bahkan menjadi trending topic dunia, sudah dibicarakan hingga 715 ribu kali cuitan pada siang (Kamis, 22/12) sekitar pukul 15.45 WIB.

Sampai-sampai melalui akun facebook, banyak memunculkan komentar sambil bercanda soal telolet, ada yang menyatakan “Pengalihan Isu Saja,” sampai fenomena di Indonesia dari terorisme sampai telolet. Selain itu, ada yang menuliskan “Selamatkan Telolet dari Kepunaha”.

Fenomena ini seakan-akan menghentak satu pekan terakhir ini, langsung merangsek menjadi perbincangan yang menarik. Melupakan kesumpekan hidup selama ini.

Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar yang menyebutkan Om Telolet Om itu merupakan bentuk kreatifitas.

“Ya itu kreativitas saja kalau menurut saya, iseng,” kata Deddy Mizwar usai memimpin upacara Peringatan Hari Ibu Ke-88 di Halaman Gedung Sate Bandung, Kamis.

Menurut orang nomor 2 di Provinsi Jabar itu, sebenarnya soal klakson bus seperti itu sudah dikenal sejak lama.

“Itu kan dari dulu tapi sekarang ramai lagi. Istilahnya saja lain barangkali ya,” katanya.

Pernyataan Deddy Mizwar itu saat ditanya wargawan apakah budaya Om Telolet Om itu merupakan sebuah kearifan lokal.

Sementara itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi tak melarang klakson yang dikenal dengan “om telolet om” yang tengah menjadi fenomena di masyarakat saat ini.

“Saya bukan melarang, saya pribadi juga senang musik dan juga senang nada klakson telolet. Yang saya imbau itu jangan di jalan raya karena itu bahaya, tapi kalau di tempat lain boleh, misalnya, di terminal bus, jadi tempatnya harus benar, kalo (bus) pada saat diparkir itu bagus sekali,” ucapnya.

Budi mengatakan bahwa fenomena “bus telolet” bisa menjadi daya tarik masyarakat menyenangi kembali bus angkutan umum.

Untuk lebih mendorong daya tarik tersebut, dia mengatakan nantinya akan dibuat suatu kontes sehingga dapat menghibur masyarakat.

Sementara itu, pengamat transportasi dari Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) menjelaskan Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2012 tentang Kendaraan, Pasal 69, paling rendah yaitu 83 desibel (dB) dan paling tinggi 118 desibel (dB).

“Ada larangan daerah tertentu klakson dilarang dibunyikan secara keras, yaitu di kawasan sekolah dan rumah ibadah,” ujarnya.

Ada pun, dalam Pasal 64, setiap kendaraan bermotor yang dioperasikan di jalan harus memenuhi persyaratan laik.

Dia mengatakan persyaratan laik ditentukan berdasarkan kinerja minimal kendaraan bermotor yang paling sedikit meliputi emisi gas buang, kebisingan suara, efisiensi sistem rem utama, efisiensi sistem rem parkir, kincup roda depan, suara klakson, daya pancar dan arah sinar lampu utama, radius putar, akurasi alat petunjuk kecepatan, kesesuaian roda dan kondisi ban dan kesesuaian data mesin penggerak terhadap berat kendaraan. (RAPP002/antara)

Permalink ke Masyarakat Magetan Diajak Jaga Keamanan dan Kedamaian
Nusantara

Masyarakat Magetan Diajak Jaga Keamanan dan Kedamaian

Pacitanku.com, MAGETAN – Ketua Fraksi Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono atau yang akrab disapa Ibas mengajak masyarakat Magetan untuk menjaga kedamaian, ketertiban dan kerukunan antar warga dalam mengantisipasi kemungkinan terjadi aksi-aksi teror di wilayah masing-masing. 
“Melalui silaturahim bersama masyarakat Magetan ini, saya mengajak masyarakat untuk turut berdoa sekaligus meningkatkan kewaspadaan kita terhadap aksi-aksi yang mecemaskan warga. Kebersamaan adalah kunci menjaga stabilitas keamanan di wilayah kita,” ajak Ibas saat mengunjungi Pondok Pesantren Al Hidayat di Desa Ginuk Kecamatan Karas Magetan, 21/12/2016. 
Bagi Ibas, menjaga lingkungan sekitar tetap harmonis dan kondusif adalah tugas dan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat, pemerintah, aparat keamanan dan seluruh potensi warga. “Peran serta masyarakat sangat penting mewujudkan ketertiban dan kedamaian di lingkungan sekitar. “Aksi teroris bisa kita hindari. lihat, dengar dan cegah. Jadi semua harus bisa menjadi bagian dari garda pengamanan wilayahnya masing,” terang Ibas. 




Dihadapan ratusan jamaah yang hadir Ibas menegaskan bahwa Indonesia, Islam dan kebinekaan telah berjalan selaras dalam bingkai kesatuan dan persatuan. “Oleh karenanya, hidup damai dan menghargai perbedaan dalam berbagai eleman bangsa sudah menjadi identitas bangsa yang kita jaga dari masa ke masa.” serunya dalam kunjungan ke Ponpes Al Hidayah dan di amini jemaah yang hadir. 
Ibas juga menyampaikan apresiasi atas kinerja aparat keamanan serta masyarakat yang akhir-akhir ini bisa mencegah aksi teror. “Saya apresiasi kinerja aparat Densus, Polri, BIN, TNI dan BNPT yang sigap mengantisipasi (penangkapan) potensi terjadinya aksi teror yang meresakan masyarakat,” ujar Ibas. 
Terakhir Ibas mengajak seluruh elemen bangsa memberikan atensi untuk mewujudkan dan menjaga Indonesia menjadi bangsa yang damai dan harmonis. “Mari kita senantiasa menebar senyuman, kasih sayang dan cinta terhadap sesama masyarakat dan lingkungan sehingga tidak ada ruang bagi terroris untuk bersemai di bumi nusantara,” ajak Ibas. 
Sebelum bertatap muka dan mendengar aspirasi, Ibas dan rombongan mengagendakan acara penanaman pohon massal bersama Muspika, perangkat desa, pengurus Ponpes dan masyarakat sekitar Desa Ginuk. (RAPP002)
Permalink ke Pengembangan Peternakan dan Pertanian di Magetan Didukung DPR
Nusantara

Pengembangan Peternakan dan Pertanian di Magetan Didukung DPR

Pacitanku.com, MAGETAN – Anggota DPR RI Edhie Bhaskoro Yudhoyono (EBY) mendukung penuh pengembangan peternakan di Kelurahan Parang, Magetan. Hal itu diungkapkan Ibas saat menjalani reses di hari kedua, Rabu (21/12/2016) di kelurahan Parang Magetan.

Dalam sambutannya Ibas mngatakan, sebagai wakil rakyat, dia akan terus mengawal program seperti yang diharapkan masyarakat. “Saya senang ke Parang karen banyak aktivitas yang mendorong kreativitas masyarakat dalam bidang ekonomi, dalam situasi kondisi seperti ini bapak ibu tetap semangat untuk terus berusaha ciptakan peluang ekonomi baru,” ungkapnya.




Lebih lanjut, putra kedua Presiden RI keenam Susilo Bambang Yudhoyono ini mengatakan bahwa untuk petani diharapkan untuk terus menanam padi, karena jika produksi naik maka tidak perlu impor. “Pemerintahan akan terus mndorong untuk kesejahteraan petani”,terangnya.

Sebelumnya, legislator Partai Demokrat ini juga mnyempatkan diri memanen ikan nila, melihat lihat peternakan kelinci, praktek nyetek tanaman, membakar sate kelinci dan ikan nila. Ibas juga memberikan bantuan sound sistem kepada karang taruna, bantuan kambing kepada kelompok peternak Kelurahan Parang, serta Bantuan mesin diesel kepada masyarakat. (RAPP002)

Permalink ke Bupati Pacitan Berbagi Kiat Jadi Pemimpin dalam Sarasehan PPI Hiroshima
Headline, Nusantara

Bupati Pacitan Berbagi Kiat Jadi Pemimpin dalam Sarasehan PPI Hiroshima

Indartato saat berbagi inspirasi dengan PPI Hiroshima. (Foto: KJRI Osaka)

Pacitanku.com, HIROSHIMA – Bupati Pacitan Drs H Indartato MM berkesempatan bertemu dengan 60 peserta sarasehan yang digelar Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Hiroshima, di Hiroshima, Jepang, Minggu (18/12/2016) lalu.

Dalam kesempatan tersebut, Indartato berbagi tips menjadi pemimpin yang baik kepada para peserta sarasehan yang terdiri dari pelajar, pemagang dan masyarakat Indonesia yang menetap di Hiroshima. “Pertama, pemimpin diharapkan dapat menempatkan diri sebagai pelayan masyarakat,”katanya.

Selain itu, Indartato menyebut bahwa sebagai seorang pemimpin, seharusnya pelaksanaan tugas dan amanah hendaknya dilandasi oleh niat untuk menyejahterakan masyarakat. “Dan ketiga, pemimpin perlu menggandeng para pakar di bidangnya masing-masing untuk identifikasi masalah serta solusi/inisiatif untuk mengatasinya,”ungkapnya.




Sementara, konsulat jenderal Republik Indonesia (KJRI) Osaka Wisnu Edi Pratignyo, dalam kesempatan tersebut menggarisbawahi pentingnya peran dan kontribusi masyakarat Indonesia di Jepang khususnya pelajar dan generasi muda dalam mendukung pembangunan daerah di Indonesia.

“Masyarakat Indonesia khususnya pelajar di Hiroshima didorong uintuk turut menyumbang ide segar dan konkret dalam mempromosikan kerjasama antar daerah berdasarkan pengamatan dan pengalaman selama menetap di Jepang” kata Wisnu.

Salah satu yang bisa dilakukan, kata Wisnu, adalah  gagasan mengenai peluang kerjasama antara Kabupaten Pacitan dengan salah satu kota di Jepang.

Pada tanggal 18 Desember 2016, Konjen RI Osaka turut dalam sarasehan yang diselenggarakan oleh Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Hiroshima dengan menghadirkan Bupati Pacitan.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh sekitar 60 peserta baik dari kalangan pelajar, pemagang maupun masyarakat Indonesia yang menetap di Hiroshima. Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Konsul Jenderal RI Osaka. (KJRI/RAPP002)

 

Permalink ke Resmikan Uang Baru, Presiden: Rupiah Tak Tergantikan
Headline, Nusantara

Resmikan Uang Baru, Presiden: Rupiah Tak Tergantikan

Presiden Jokowi saat konferensi pers uang NKRI, Senin. (Foto: Biro Setpres)

Pacitanku.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo mengajak kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk terus mencintai Rupiah dengan cara yang nyata. Demikian disampaikan Presiden Joko Widodo saat meresmikan pengeluaran dan pengedaran uang Rupiah tahun emisi 2016, di Bank Indonesia, Jakarta, pada Senin, 19 Desember 2016.

Dengan mencintai dan bertransaksi menggunakan Rupiah, maka itu berarti bahwa tiap masyarakat juga mencintai kedaulatan dan kemandirian bangsa Indonesia. Mencintai dan bertransaksi menggunakan Rupiah juga berarti mencintai budaya dan karakteristik bangsa Indonesia itu sendiri.

“Setiap lembar Rupiah adalah bukti kemandirian Indonesia, kemandirian ekonomi kita di tengah ekonomi dunia. Dan di dalam setiap lembar Rupiah kita tampilkan gambar pahlawan nasional, tari nusantara, dan pemandangan alam Indonesia sebagai wujud kecintaan budaya dan karakteristik bangsa Indonesia,” terang Presiden dalam sambutannya.

Presiden melanjutkan, banyak cara bagi masyarakat untuk mencintai Rupiah. Selalu menggunakan Rupiah tiap kali bertransaksi di dalam negeri dan dalam menyimpan tabungan merupakan salah satu dari sekian banyak cara yang dapat dilakukan. Selain itu, Presiden juga menekankan betapa pentingnya tiap masyarakat untuk ikut menjaga wibawa Rupiah.

“Penting saya sampaikan bahwa kalau kita cinta Rupiah, maka kita tidak membuat dan menyebar gosip-gosip aneh dan kabar bohong tentang Rupiah. Karena menghina Rupiah sama saja dengan menghina Indonesia. Ingat bahwa Rupiah tidak akan diganti dan tidak akan tergantikan,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden menginstruksikan kepada jajarannya agar terus bersemangat dalam memerangi pemalsuan Rupiah. Ia pun meminta agar teknologi pengaman dalam Rupiah semakin ditingkatkan.

“Saya menginstruksikan agar unsur pengaman pada uang Rupiah perlu terus diperkuat. Teknologi pengaman yang digunakan negara jangan sampai kalah dengan para pemalsu,” ujar Presiden.




Selain itu, Presiden juga menyinggung soal ketersediaan Rupiah di seluruh penjuru Indonesia. Tak hanya di kota-kota besar, namun juga di pelosok dan daerah-daerah terpencil di Indonesia. Sebab, sekali lagi, Rupiah merupakan perwujudan dari penegakan kedaulatan Indonesia.

“Saya juga minta diperhatikan benar-benar tentang ketersediaan Rupiah di berbagai penjuru Indonesia. Termasuk di daerah-daerah terdepan, daerah-daerah terpencil, beranda Indonesia. Gencarkanlah ketersediaan dan semangat penggunaan Rupiah di seluruh daerah‎,” tekannya.

Hadir dalam acara tersebut di antaranya Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo, Plt. Gubernur DKI Jakarta Sumarsono, dan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia K.H. Ma’ruf Amin.

Sebagaimana diketahui, dalam acara tersebut, Bank Indonesia mengeluarkan satu seri uang Rupiah tahun emisi 2016. Uang Rupiah baru yang diluncurkan tersebut terdiri dari 7 pecahan uang Rupiah kertas dan 4 pecahan uang Rupiah logam. Uang Rupiah baru ini akan turut menampilkan 12 gambar pahlawan nasional.

Permalink ke Selamat Datang Uang NKRI
Headline, Nusantara

Selamat Datang Uang NKRI

Pacitanku.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan pengeluaran dan pengedaran 11 pecahan uang rupiah tahun emisi 2016 atau yang sering disebut-sebut sebagai Uang Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) pada Senin di Gedung Bank Indonesia (BI) Jakarta.

Peresmian pengeluaran dan pengedaran uang itu sekaligus menandai bahwa 11 pecahan uang tersebut mulai berlaku, dikeluarkan dan diedarkan di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segara menjelaskan kesebelas uang rupiah tahun emisi 2016 terdiri atas tujuh pecahan uang kertas dan dan empat pecahan uang logam.

Uang rupiah kertas terdiri atas pecahan Rp100.000 tahun emisi 2016, Rp50.000 tahun emisi 2016, Rp20.000 tahun emisi 2016, Rp10.000 tahun emisi 2016, Rp5.000 tahun emisi 2016, Rp2.000 tahun emisi 2016 dan Rp1.000 tahun emisi 2016.

Sementara itu untuk uang rupiah logam terdiri atas pecahan Rp1.000 tahun emisi 2016, Rp500 tahun emisi 2016, Rp200 tahun emisi 2016 dan Rp100 tahun emisi 2016.

Peresmian pengeluaran dan pengedaran Uang NKRI pada Senin bertepatan dengan peringatan Hari Bela Negara. Sejalan dengan semangat bela negara, uang rupiah tahun emisi 2016 menampilkan 12 gambar pahlawan nasional sebagai gambar utama di bagian depan uang Rupiah.

Pencantuman gambar pahlawan tersebut merupakan bentuk penghargaan atas jasa yang telah diberikan bagi negara Indonesia. Selain itu, semangat kepahlawanan dan nilai-nilai patriotisme para pahlawan nasional diharapkan dapat menjadi teladan, khususnya bagi generasi muda Indonesia.

Selain itu untuk lebih memperkenalkan keragaman seni, budaya, dan kekayaan alam Indonesia, uang rupiah kertas menampilkan pula gambar tari nusantara dan pemandangan alam dari berbagai daerah di Indonesia. Keragaman dan keunikan alam dan budaya yang ditampilkan dalam uang rupiah diharapkan dapat semakin membangkitkan kecintaan terhadap Tanah Air Indonesia.

Tirta Segara menyebutkan berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang (UU Mata Uang), rupiah adalah satu-satunya alat pembayaran yang sah di wilayah NKRI. Rupiah merupakan salah satu simbol kedaulatan negara yang wajib dihormati dan dibanggakan oleh seluruh warga negara Indonesia.

Dengan demikian, sudah menjadi kewajiban bagi seluruh masyarakat Indonesia untuk menggunakan uang Rupiah dalam setiap transaksi di wilayah NKRI termasuk di daerah terpencil dan daerah terluar Indonesia. Penghargaan warga negara Indonesia pada mata uangnya sendiri diharapkan semakin mendorong berdaulatnya rupiah di negeri sendiri.




Pengeluaran dan pengedaran uang rupiah tahun emisi 2016 pun merupakan salah satu pelaksanaan amanat UU Mata Uang. Sesuai undang-undang, persiapan pengeluaran uang rupiah tahun 2016 telah dilaksanakan oleh BI berkoordinasi dengan pemerintah. Sebagai tindak lanjut dari koordinasi tersebut, pemerintah telah mengeluarkan Keputusan Presiden Nomor 31 Tahun 2016 tanggal 5 September 2016 tentang Penetapan Gambar Pahlawan Nasional Sebagai Gambar Utama Pada Bagian Depan Uang Rupiah Kertas dan Rupiah Logam Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Selanjutnya, landasan hukum mengenai pemberlakuan, pengeluaran dan pengedaran uang rupiah tahun emisi 2016 diatur melalui 18 Peraturan Bank Indonesia (PBI) yaitu: 1. PBI Nomor 18/29/PBI/2016, tanggal 26 Oktober 2016, tentang Pengeluaran Uang Rupiah Kertas Pecahan 100.000 Tahun Emisi 2016 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 213).

Selain itu, BI juga telah mengeluarkan PBI Nomor 18/34/PBI/2016, tanggal 26 Oktober 2016, tentang Pengeluaran Uang Rupiah Kertas Bersambung Pecahan 100.000 Tahun Emisi 2016 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 218).

2. PBI Nomor 18/22/PBI/2016, tanggal 25 Oktober 2016, tentang Pengeluaran Uang Rupiah Kertas Pecahan 50.000 Tahun Emisi 2016 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 205). Selain itu, BI juga telah mengeluarkan PBI Nomor 18/24/PBI/2016, tanggal 25 Oktober 2016, tentang Pengeluaran Uang Rupiah Kertas Bersambung Pecahan 50.000 Tahun Emisi 2016 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 207).

3. PBI Nomor 18/30/PBI/2016, tanggal 26 Oktober 2016, tentang Pengeluaran Uang Rupiah Kertas Pecahan 20.000 Tahun Emisi 2016 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 214). Selain itu, BI juga telah mengeluarkan PBI Nomor 18/35/PBI/2016, tanggal 26 Oktober 2016, tentang Pengeluaran Uang Rupiah Kertas Bersambung Pecahan 20.000 Tahun Emisi 2016 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 219).

4. PBI Nomor 18/23/PBI/2016, tanggal 25 Oktober 2016, tentang Pengeluaran Uang Rupiah Kertas Pecahan 10.000 Tahun Emisi 2016 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 206). Selain itu, BI juga telah mengeluarkan PBI Nomor 18/25/PBI/2016, tanggal 25 Oktober 2016, tentang Pengeluaran Uang Rupiah Kertas Bersambung Pecahan 10.000 (Sepuluh Ribu) Tahun Emisi 2016 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 208).

5. PBI Nomor 18/31/PBI/2016, tanggal 26 Oktober 2016, tentang Pengeluaran Uang Rupiah Kertas Pecahan 5.000 Tahun Emisi 2016 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 215). Selain itu, BI juga telah mengeluarkan PBI Nomor 18/36/PBI/2016, tanggal 26 Oktober 2016, tentang Pengeluaran Uang Rupiah Kertas Bersambung Pecahan 5.000 Tahun Emisi 2016 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 220).

6. PBI Nomor 18/32/PBI/2016, tanggal 26 Oktober 2016, tentang Pengeluaran Uang Rupiah Kertas Pecahan 2.000 Tahun Emisi 2016 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 216). Selain itu, BI juga telah mengeluarkan PBI Nomor 18/37/PBI/2016, tanggal 26 Oktober 2016, tentang Pengeluaran Uang Rupiah Kertas Bersambung Pecahan 2.000 Tahun Emisi 2016 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 221).

7. PBI Nomor 18/33/PBI/2016, tanggal 26 Oktober 2016, tentang Pengeluaran Uang Rupiah Kertas Pecahan 1.000 Tahun Emisi 2016 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 217). Selain itu, BI juga telah mengeluarkan PBI Nomor 18/38/PBI/2016, tanggal 26 Oktober 2016, tentang Pengeluaran Uang Rupiah Kertas Bersambung Pecahan 1.000 Tahun Emisi 2016 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 222).

8. PBI Nomor 18/26/PBI/2016, tanggal 25 Oktober 2016, tentang Pengeluaran Uang Rupiah Logam Pecahan 1.000 Tahun Emisi 2016 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 209).

9. PBI Nomor 18/27/PBI/2016, tanggal 25 Oktober 2016, tentang Pengeluaran Uang Rupiah Logam Pecahan 500 Tahun Emisi 2016 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 210).

10. PBI Nomor 18/28/PBI/2016, tanggal 25 Oktober 2016, tentang Pengeluaran Uang Rupiah Logam Pecahan 200 Tahun Emisi 2016 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 211).

11. PBI Nomor 18/39/PBI/2016, tanggal 26 Oktober 2016, tentang Pengeluaran Uang Rupiah Logam Pecahan 100 Tahun Emisi 2016 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 223).

Masih Berlaku Tirta Segara menyebutkan dengan berlakunya uang rupiah tahun emisi 2016 itu maka uang rupiah yang beredar saat ini masih tetap berlaku sebagai alat pembayaran yang sah sepanjang belum dicabut dan ditarik dari peredaran.

Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Uang BI Suhaedi juga memastikan bahwa memastikan setelah Uang NKRI baru tersebut beredar, uang rupiah lama masih tetap berlaku hingga BI secara resmi menarik uang rupiah lama dari peredaran.

Sebanyak 11 uang baru tersebut akan memenuhi semua ciri-ciri fisik berdasar Undang-Undang Mata Uang Nomor 7 Tahun 2011. Ciri-ciri fisik itu antara lain ada lambang negara Garuda Pancasila, ada frasa Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), ada tanda tangan pemerintah dan BI, serta tahun cetak dan tahun emisi.

Sementara itu ada 12 gambar Pahlawan Nasional yang tercantum dalam Uang NKRI tersebut sesuai dengan Keputusan Presiden Nomor 31 Tahun 2016 tentang Penetapan Gambar Pahlawan Nasional sebagai Gambar Utama pada Bagian Depan Rupiah Kertas dan Rupiah Logam NKRI.

Gambar Pahlawan Nasional pada uang NKRI sesuai Keppres itu adalah: 1. Gambar Pahlawan Nasional Dr (H.C.) Ir. Soekarno dan Dr (H.C.) Drs Mohammad Hatta sebagai gambar utama pada bagian depan uang Rupiah kertas NKRI dengan pecahan Rp100.000 (seratus ribu rupiah).

2. Gambar Pahlawan Nasional Ir H. Djuanda Kartawidjaja sebagai gambar pada bagian depan Rupiah kertas NKRI dengan pecahan Rp50.000 (lima puluh ribu rupiah).

3. Gambar Pahlawan Nasional Dr G.S.S.J. Ratulangi sebagai gambar pada bagian depan Rupiah kertas NKRI dengan pecahan Rp20.000 (dua puluh ribu rupiah).

4. Gambar Pahlawan Nasional Frans Kaisiepo sebagai gambar pada bagian depan Rupiah kertas NKRI dengan pecahan Rp10.000 (sepuluh ribu rupiah).

5. Gambar Pahlawan Nasional Dr K.H. Idham Chalid sebagai gambar pada bagian depan Rupiah kertas NKRI dengan pecahan Rp5.000 (lima ribu rupiah).

6. Gambar Pahlawan Nasional Mohammad Hoesni Thamrin sebagai gambar pada bagian depan Rupiah kertas NKRI dengan pecahan Rp2.000 (dua ribu rupiah).

7. Gambar Pahlawan Nasional Tjut Meutia sebagai gambar pada bagian depan Rupiah kertas NKRI dengan pecahan Rp1.000 (seribu rupiah).

8. Gambar Pahlawan Nasional Mr. I Gusti Ketut Pudja sebagai gambar pada bagian depan Rupiah logam NKRI dengan pecahan Rp1.000 (seribu rupiah).

9. Gambar Pahlawan Nasional Letnan Jenderal TNI (Purn) Tahi Bonar Simatupang sebagai gambar pada bagian depan Rupiah logam NKRI dengan pecahan Rp500 (lima ratus rupiah).

10. Gambar Pahlawan Nasional Dr Tjiptomangunkusumo sebagai gambar pada bagian depan Rupiah logam NKRI dengan pecahan Rp200 (dua ratus rupiah), dan 11. Gambar Pahlawan Nasional Prof Dr Ir Herman Johanes sebagai gambar pada bagian depan Rupiah logam NKRI dengan pecahan Rp100 (seratus rupiah).

Menurut Keppres Nomor 31 Tahun 2016 tersebut, penggunaan gambar dan nama pahlawan nasional sebagaimana dimaksud telah mendapat persetujuan dari ahli waris masing-masing pahlawan nasional.

Gubernur BI AGus Martowardojo juga menegaskan uang rupiah lama masih tetap berlaku dan bisa digunakan meskipun Senin ini telah diterbitkan uang rupiah tahun emisi 2016. Uang tersebut masih berlaku selama belum dicabut atau ditarik oleh BI, uang rupiah yang lama masih tetap bisa digunakan oleh masyarakat.

“Dengan diterbitkannya uang emisi ini, uang rupiah yang telah dikeluarkan (uang lama) dinyatakan masih berlaku sepanjang belum dicabut oleh BI,” katanya.

Menurut Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Uang BI, Suhaedi, seperti dikutip dari laman resmi Setkab, uang pecahan tahun emisi 2016 ini dilengkapi dengan unsur pengamanan yang lebih kuat untuk menghindari beredarnya uang palsu. Setelah uang pecahan dengan desain baru beredar, uang yang lama juga masih berlaku. Namun secara perlahan, BI akan mengumumkan uang pecahan mana dan emisi tahun berapa yang akan ditarik.  (RAPP002/antara)