Bupati Pacitan Berharap Ekspedisi Luweng Ombo Bawa Manfaat bagi Kelestarian Alam

oleh -109 Dilihat
Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji bersama ratusan penelusur gua dari tim Ekspedisi Gahvara Yava Luweng Ombo 2026.
Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji memberikan dukungan saat menerima perwakilan tim Gahvara Yava Expedition 2026 sebelum memulai pemetaan Luweng Ombo, Minggu (9/8/2026). (Foto: Dok. Prokopim Pacitan)

Pacitanku.com, PACITAN — Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji berharap agenda eksplorasi Gahvara Yava Expedition 2026 di Luweng Ombo berjalan lancar dan membawa manfaat nyata bagi masyarakat serta kelestarian kawasan karst.

Hal itu disampaikan Bupati Aji saat menerima kunjungan seratus penelusur gua (caver) lintas daerah pada Minggu (9/8/2026) di halaman wingking (Halking) Pendopo Kabupaten Pacitan.

Sebagai kawasan yang dikelilingi ribuan gua, eksistensi Luweng Ombo di Desa Kalak, Kecamatan Donorojo, diakui Bupati memiliki daya tarik sekaligus medan ekstrem yang menantang.

Baca juga: Bertajuk Gahvara Java Expedition 2026, Tim Ekspedisi Nasional Telusuri Luweng Ombo Pacitan

Oleh karena itu, ia memberikan apresiasi penuh kepada seluruh tim speleologi yang terlibat dalam pemetaan ulang sistem gua vertikal terdalam di Pulau Jawa tersebut.

“Kita akan selalu suport kegiatan ini. Mudah-mudahan saya diberi keberanian untuk ikut turun,” terang Bupati yang akrab disapa Mas Aji tersebut.

Lebih lanjut, ia berharap seluruh rangkaian penelusuran tidak menemui kendala teknis di lapangan. Hasil verifikasi data dan pemetaan ini diyakini akan memberikan kontribusi positif, baik bagi ilmu pengetahuan maupun pengembangan potensi daerah di Kabupaten Pacitan.

Dukungan dari pemerintah daerah ini disambut baik oleh Ketua Ekspedisi, M Wakhid Guntur. Ia menyampaikan bahwa rangkaian ekspedisi yang melibatkan 20 organisasi speleologi, termasuk Pacitan Speleology Society (PSS), membutuhkan doa dan sinergi dari berbagai pihak.

“Pak Bupati, kami mohon doanya atas kegiatan yang akan kita mulai besuk,” kata Guntur di hadapan Bupati Pacitan.

Guntur menjelaskan, ekspedisi yang berlangsung pada 9–19 Agustus 2026 ini bukan sekadar ajang penelusuran. Misi utamanya adalah membuka kesadaran kolektif bahwa ekosistem bawah bumi memiliki keterkaitan erat dengan kehidupan di permukaan.

Selain menargetkan pemetaan digital lorong baru guna melampaui rekor panjang 7,3 kilometer dan kedalaman 246 meter, Gahvara Yava Expedition 2026 juga membawa misi kemanusiaan dan penelitian.

Di sektor kemanusiaan, tim membangun 32 sambungan air bersih (pipanisasi) dari Reservoir Luweng Jati Rambat untuk mengatasi krisis air di Dusun Sawahan Kulon, Desa Klepu.

Sementara di sektor riset, tim menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk melakukan kajian biospeleologi guna mengidentifikasi potensi spesies endemik baru di Luweng Ombo.

Puncak dari ekspedisi mandiri ini akan ditandai dengan pengibaran bendera Merah Putih di dalam sinkhole sedalam 110 meter bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026.

Seluruh proses eksplorasi ini nantinya juga akan didokumentasikan dalam film berjudul “Into the Deep” yang dijadwalkan tayang di lima kota besar di Indonesia.

Video Menyingkap Misteri Perut Bumi Pacitan Bersama Para Penjelajah Goa | Podcast Kertas Kosong Eps. 51

No More Posts Available.

No more pages to load.