Bertajuk Gahvara Java Expedition 2026, Tim Ekspedisi Nasional Telusuri Luweng Ombo Pacitan

oleh -126 Dilihat
Tim ekspedisi penelusur gua melakukan eksplorasi dan pemetaan di Sistem Gua Ombo-Kebon Pacitan.
Sejumlah penelusur gua yang tergabung dalam Gahvara Yava Expedition 2026 bersiap melakukan pemetaan lanjutan di kawasan karst Sistem Gua Ombo-Kebon, Pacitan, Jawa Timur. (Foto: Dok. PSS)

Pacitanku.com, PACITAN – Tim Gahvara Java Expedition 2026 resmi akan menggelar ekspedisi eksplorasi serta pemetaan ulang Luweng Ombo di Dusun Kebon, Desa Kalak, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan.

Sebanyak 100 penelusur gua (caver) dari 20 organisasi speleologi di Indonesia menggelar Gahvara Yava Expedition 2026 di Sistem Gua Ombo-Kebon, Pacitan, Jawa Timur, pada 9–19 Agustus 2026.

Ekspedisi ini fokus pada pemetaan gua dan pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan karst. Ekspedisi ini merupakan fase kedua setelah keberhasilan kegiatan serupa pada tahun 2025.

Luweng Ombo merupakan salah satu keajaiban geologi Pulau Jawa yang memiliki kedalaman vertikal mencapai 246 meter dengan panjang lorong terjelajah hingga 7,3 kilometer.

Catatan tersebut menempatkan goa ini sebagai goa terjelajah terdalam di Pulau Jawa sekaligus goa terpanjang ke-9 di Indonesia.

Kegiatan ini berfokus pada eksplorasi dan pemetaan lanjutan Sistem Gua Ombo-Kebon, yang saat ini tercatat sebagai sistem gua terdalam di Pulau Jawa.

Tim gabungan dari Latgab Caving Jabodetabeka dan Pacitan Speleology Society (PSS) menargetkan pemetaan digital pada lorong-lorong baru untuk memperbarui data panjang dan kedalaman gua, yang sebelumnya terpetakan sejauh 7,3 kilometer dengan kedalaman 246 meter.

Ketua Koordinator Ekspedisi Gahvara Java 2026, Aziz Pratoko, menegaskan bahwa penelusuran ini tidak sekadar berfokus pada aspek petualangan, melainkan pada pemetaan ilmiah sistem lorong Kebon-Luweng Ombo.

Selain itu, misi ini membawa aksi nyata berupa penyediaan air bersih bagi warga terdampak kekeringan serta instalasi listrik umum di Dusun Kebon.

“Bagi masyarakat awam, Luweng Ombo mungkin dianggap sekadar lubang raksasa. Padahal, ini adalah ‘bongkahan emas’ bagi ilmuwan dan penggiat wisata ekstrem. Jika gunung belum afdol tanpa Rinjani, maka menelusuri goa di Indonesia belum lengkap jika belum menembus Luweng Ombo,”kata Aziz dalam keterangannya, Senin (10/8/2026).

Dukungan Pemkab Pacitan

Konferensi Pers Gahvara Java Expedition 2026
Asisten Bupati Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekda Pacitan, Yudo Tri Kuncoro, meminta dinas terkait seperti Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Pacitan dan Dinas Kominfo untuk aktif mengawal publikasi digital ekspedisi ini dalam konferensi pers, baru-baru ini. (Foto: Sulthan Shalahuddin/Pacitanku)

Pemerintah Kabupaten Pacitan memberikan dukungan penuh terhadap agenda internasional ini.

Asisten Bupati Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekda Pacitan, Yudo Tri Kuncoro, meminta dinas terkait seperti Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Pacitan dan Dinas Kominfo untuk aktif mengawal publikasi digital ekspedisi ini.

“Kita berupaya agar momentum ini viral secara masif dari sebelum, saat pelaksanaan, hingga setelah acara. Seperti tradisi Rontek yang selalu melesat di media sosial, para staf instansi terkait kita harapkan rutin memproduksi konten perkembangan ekspedisi ini,” tegas Yudo.

Selain promosi digital, Pemkab Pacitan menekankan pentingnya pelestarian lingkungan dengan prinsip zero waste.

Pemkab juga menaruh harapan besar pada studi geohidrologi yang dihasilkan, yakni agar data debit air dari ekspedisi ini dapat menjadi solusi jangka panjang mengatasi kekeringan di kawasan karst Pacitan, seperti keberhasilan Goa Bribin di Wonosari. Untuk menjamin keselamatan, tim medis dan ambulans akan disiagakan selama 24 jam di lokasi.

Sebagai catatan, Luweng Ombo memiliki sejarah panjang penelusuran, mulai dari tim Mapala UI (Spekavina) pada 1982, ekspedisi tim Prancis (1983), tim Anglo-Australia (1984–1999), hingga Ekspedisi Merah Putih oleh tim gabungan Jabodetabek & PSS pada 2025.

Sekilas Ekspedisi Gahvara Java 2026

Ketua Tim Ekspedisi Aziz Pratoko
Ketua Koordinator Ekspedisi Gahvara Java 2026, Aziz Pratoko, menegaskan bahwa penelusuran ini tidak sekadar berfokus pada aspek petualangan, melainkan pada pemetaan ilmiah sistem lorong Kebon-Luweng Ombo. (Foto: Sulthan Shalahuddin/Pacitanku)

Gahvara Java Expedition 2026 menjadi kelanjutan misi verifikasi data, pemetaan komprehensif, dan pembuatan dokumentasi sejarah goa tersebut.

Misi utama kegiatan ini adalah menetapkan Sistem Gua Ombo-Kebon sebagai gua terpanjang dan terdalam di Pulau Jawa. Tim menargetkan pemetaan digital lorong baru guna melampaui rekor sebelumnya yang tercatat sejauh 7,3 kilometer. Seluruh rangkaian kegiatan ini dilakukan secara mandiri oleh tim speleologi dalam negeri.

Selain pemetaan, ekspedisi ini menjalankan misi kemanusiaan untuk mengatasi krisis air bersih di Dusun Sawahan Kulon, Desa Klepu. Melalui program pipanisasi dari Reservoir Luweng Jati Rambat, tim membangun sumur dan menyediakan 32 sambungan air bersih untuk warga setempat.

Di sektor riset, tim berkolaborasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk melakukan kajian biospeleologi. Fokus penelitian meliputi identifikasi potensi spesies endemik baru serta edukasi konservasi kawasan karst bagi warga sekitar.

Puncak kegiatan akan dilaksanakan pada 17 Agustus 2026, bertepatan dengan peringatan HUT RI ke-81, melalui pengibaran bendera Merah Putih di sinkhole sedalam 110 meter di dalam sistem gua tersebut.

Selain aspek teknis, misi ini mencakup penelitian biospeleologi bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk mengidentifikasi potensi spesies endemik baru di Luweng Ombo dan Luweng Tandon.

Di sisi kemanusiaan, ekspedisi ini menjalankan program pipanisasi dari Reservoir Luweng Jati Rambat untuk mengatasi krisis air bersih di Dusun Sawahan Kulon, Desa Klepu. Proyek ini mencakup pembangunan sumur dan 32 sambungan rumah bagi warga setempat.

Penyelenggara berharap rangkaian kegiatan ini tidak hanya memperkaya data ilmiah mengenai ekosistem karst dan konservasi lingkungan, tetapi juga mendorong pengembangan pariwisata minat khusus serta pemberdayaan UMKM di sekitar kawasan geosite Pacitan.

Seluruh rangkaian dokumentasi kegiatan akan dirangkum dalam film dokumenter berjudul “Into the Deep” yang akan diputar melalui roadshow di lima kota besar di Indonesia.

Video Menyingkap Misteri Perut Bumi Pacitan Bersama Para Penjelajah Goa | Podcast Kertas Kosong Eps. 51