Pelem Festival Edisi 6 Sukses Digelar, Angkat Kearifan Lokal Pacitan ke Panggung Dunia

oleh -104 Dilihat
Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji berdiskusi dan sarasehan bersama para seniman nasional dan internasional peserta Pelem Festival #6 di Pendopo Kabupaten Pacitan.
Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji saat ramah tamah bersama para seniman lintas negara dan daerah pengisi Pelem Festival #6 di Pendopo Kabupaten Pacitan, sebagai wujud dukungan pemerintah terhadap kolaborasi budaya global dan kearifan lokal. (Foto: Dok. Prokopim Pacitan)

Pacitanku.com, PACITAN – Semangat gotong royong dan kecintaan terhadap budaya lokal kembali mewarnai gelaran Pelem Festival #6 di Desa Pelem, Kecamatan Pringkuku, Kabupaten Pacitan, pada 4–9 Agustus 2026.

Mengusung tema Beyond Words, festival berskala internasional ini sukses menjembatani kearifan lokal Pacitan dengan dunia melalui kolaborasi lintas negara di Panggung Jati Sampang, Dusun Krajan.

Bupati Pacitan, Indrata Nur Bayuaji, mengapresiasi atas konsistensi penyelenggaraan festival ini. Menurutnya, Pelem Festival telah membuktikan bahwa keterbatasan wilayah bukanlah penghalang untuk menghadirkan karya yang berdampak global.

“Selamat dan sukses atas terselenggaranya Pelem Festival. Saya sangat mengapresiasi, meskipun Pacitan ini kota kecil, namun kita memiliki panggung festival yang mendunia,”kata Bupati Indrata Nur Bayuaji saat menerima kunjungan silaturahmi tim festival di halaman rumah dinas bupati, Sabtu (8/8/2026).

Lebih lanjut, Bupati Aji menekankan filosofi di balik penyelenggaraan festival ini. Ia meyakini bahwa bentang alam Pacitan memiliki living memory atau ingatan kolektif yang terus hidup dalam keseharian masyarakat dan menjadi inspirasi utama bagi para seniman.

Melalui rangkaian acara tersebut, Pelem Festival #6 kembali menegaskan posisinya sebagai ruang temu budaya yang inklusif, merawat tradisi, sekaligus membuka ruang kreativitas masa depan bagi masyarakat Pacitan.

“Selamat dan sukses atas penyelenggaraan Pelem Festival yang keenam, pada tanggal 4 sampai dengan 9 Agustus 2026 di Sanggar Pradapa Loka Bhakti, Desa Pelem, Kecamatan Pringkuku. Di Pacitan, kami percaya bahwa tubuh dibentuk oleh bentang alam. Bentang alam menyimpan living memory, dan living memory terus hidup dalam keseharian masyarakat,”pungkas Bupati.

Kemeriahan festival ini semakin lengkap dengan partisipasi deretan seniman berbakat dari berbagai penjuru, mulai dari mancanegara hingga seniman lokal Pacitan.

Penampil internasional yang turut ambil bagian meliputi Adam Forbes dari Australia, Taka Takiguchi dari Australia/Jepang, Kiki Ando dari Jepang, serta Ankur Bashar dari India.

Tidak ketinggalan, seniman tanah air juga turut unjuk gigi seperti Deni Setiawan asal Palembang, D.I. Virnando dari Gresik, Meiliana Chistiani dari Jakarta, Adeeva Afseen Mysha Firoos dan Adelia Kailani F serta Iing Sayuti dan Ucha M. Sarna dari Indramayu, Daryono Darmorejono dari Surakarta, Gapero Creative dari Klaten, Adi Taktong dari Jombang, Reni Wiritanaya dari Banyuwangi, serta duo Via & Ajeng dari Surakarta.

Semangat lokal pun kental terasa lewat penampilan UKM Tari Wira Sasmita STKIP PGRI Pacitan, Sanggar Gagepenariku, Sanggar Kridho Rahayu, Grup Ronthek Raung Bambu, Anang Setiawan, Viondaka, serta Hamizan Arsenio Prabu Anjaya.

Selain penampilan seni, festival ini juga menghadirkan serangkaian kegiatan edukatif dan kultural, seperti workshop, eksplorasi pasar tradisional, Mburak Tumpeng, Kenduri Muni Hangat Pacitan, Sarasehan Kepurbakalaan, Srawung Joget Pelem, hingga Focus Group Discussion (FGD).