Sambut Tahun Baru Hijriah, Nelayan Pacitan Gelar Tasyakuran dan Tolak Illegal Fishing

oleh -106 Dilihat
Nelayan UPT Pelabuhan Tamperan Pacitan mengarak tumpeng menuju pantai dalam tradisi Tasyakuran Laut menyambut Tahun Baru Hijriah.
Ratusan nelayan mengarak tumpeng menuju pantai untuk dilarung sebagai puncak acara Tasyakuran Laut di UPT Pelabuhan Tamperan, Kabupaten Pacitan, Senin (15/6/2026). (Foto: Dok. Prokopim Pacitan)

Pacitanku.com, PACITAN — Masyarakat nelayan di UPT Pelabuhan Tamperan, Kabupaten Pacitan, menggelar tradisi Tasyakuran Laut dan larung sesaji untuk menyambut Tahun Baru Hijriah, Senin (15/6/2026).

Tradisi ini tak sekadar wujud syukur atas melimpahnya hasil tangkapan, tetapi juga menjadi momentum strategis bagi pemerintah daerah untuk menyerukan perlindungan ekosistem pesisir dari praktik illegal fishing.

Wakil Bupati Pacitan, Gagarin Sumrambah, yang hadir dalam rangkaian Festival Nelayan 2026 tersebut, menegaskan bahwa tasyakuran ini merupakan bentuk kearifan lokal yang wajib dilestarikan.

Lebih dari itu, acara ini dinilai sebagai ajang edukasi bagi masyarakat untuk menjaga laut sebagai sumber utama mata pencaharian jangka panjang.

“Mari kita jaga laut, hindari illegal fishing agar tidak menghancurkan habitat laut,” tegas Gagarin.

Ia menambahkan, perayaan pergantian Tahun Baru Islam ini adalah waktu yang sangat tepat bagi seluruh elemen masyarakat pesisir untuk berintrospeksi dan membawa perubahan ke arah pengelolaan laut yang lebih baik.

Pesan pelestarian tersebut sangat beralasan mengingat Kabupaten Pacitan memiliki garis pantai sepanjang 70 mil yang membentang di 7 kecamatan dan 26 desa.

Laut Pacitan tercatat memiliki potensi kelautan dan keanekaragaman sumber daya ikan yang sangat besar untuk mendongkrak perekonomian warga.

Di sisi lain, masyarakat nelayan juga berkomitmen untuk terus menjaga kelestarian warisan leluhur di tengah arus modernisasi.

“Zaman pasti akan mengalami perubahan, akan tetapi budaya jangan sampai berubah,” kata sesepuh nelayan Tamperan, Imam Haryono.

Rangkaian Tasyakuran Laut ini diawali dengan berkumpul bersama di halaman UPT Pelabuhan Tamperan. Acara diisi dengan doa bersama serta penyampaian mauidlah hasanah (ceramah agama) oleh Pengasuh Pondok Tremas, KH. Luqman Harist Dimyati.

Usai menyantap hidangan bersama, masyarakat nelayan kemudian mengarak sebuah tumpeng menuju tepi pantai untuk dilarung ke tengah laut sebagai penutup ritual.

Selain larung tumpeng, Festival Nelayan tahun ini juga dimeriahkan dengan agenda pengajian akbar dan aksi bakar ikan massal.

No More Posts Available.

No more pages to load.