Usai Wukuf di Arafah, Jemaah Haji Pacitan Mabit di Muzdalifah

oleh -118 Dilihat
Jemaah haji Pacitan Kloter SUB 25 saat melaksanakan mabit di Muzdalifah pada pelaksanaan ibadah haji 2026.
Suasana jemaah haji Pacitan saat beristirahat dan mabit di Muzdalifah, Arab Saudi, Rabu (27/5/2026). Sebanyak 379 jemaah dilaporkan dalam kondisi sehat dan sebagian menerapkan skema murur Muzdalifah untuk menjaga keselamatan jemaah lansia serta risiko tinggi. (Foto: Dok. Istimewa for pacitanku)

Pacitanku.com, MUZDALIFAH – Sebanyak 379 jemaah haji Pacitan dari Kelompok Terbang (Kloter) SUB 25 dilaporkan telah tiba dengan selamat untuk melaksanakan ibadah mabit di Muzdalifah pada Rabu (27/5/2026) malam waktu Arab Saudi (WAS).

Sebelumnya jemaah haji Pacitan bertolak ke Muzdalifah usai melaksanakan Wukuf di padang Arafah dalam kondisi sehat walafiat dengan sebagian jemaah menerapkan skema murur Muzdalifah.

Pergerakan massa dari Padang Arafah menuju tempat mabit di Muzdalifah tersebut berjalan tertib dan teratur.

Demi menjaga keselamatan serta kelancaran ibadah, panitia membagi sistem mobilisasi para jemaah ke dalam dua skema pelayanan yang disesuaikan dengan kapasitas fisik masing-masing individu pada pelaksanaan ibadah haji 2026 ini.

Ketua Kloter SUB 25, Heri Siswanto, menegaskan bahwa seluruh rombongan yang dipimpinnya berada dalam pengawasan medis yang ketat dan dipastikan dalam kondisi fisik yang baik untuk melanjutkan tahapan rukun haji berikutnya.

“Alhamdulillah untuk jemaah haji Pacitan dengan jumlah 379, ini dalam keadaan sehat, baik. Dan terbagi menjadi dua skema, ya, untuk Kabupaten Pacitan, Madiun, Surabaya, Ponorogo. Ada dua skema: ada skema murur dan skema mabit di Muzdalifah,” ujar Heri Siswanto saat memberikan laporan langsung dari lokasi pada Rabu (27/5/2026).

Heri memaparkan secara rinci bahwa skema murur Muzdalifah merupakan kebijakan strategis yang diambil untuk memitigasi risiko kesehatan bagi kelompok jemaah tertentu.

Skema ini mewajibkan jemaah melintasi Muzdalifah di dalam bus tanpa turun, untuk kemudian langsung didorong menuju hamparan tenda di Mina.

“Skema murur itu diberlakukan bagi jemaah yang lansia, disabilitas, risti (risiko tinggi), obesitas, ya. Dan untuk jemaah yang, dalam tanda petik, ‘baik-baik saja’, ini kita mabit di Muzdalifah,” imbuh Heri.

Rombongan Kloter SUB 25 sendiri tercatat mendarat dan mulai menempati area terbuka di Muzdalifah tepat pada pukul 21.30 waktu setempat. Berdasarkan jadwal pergerakan, selepas tengah malam atau memasuki tanggal 10 Dzulhijjah, jemaah yang melakukan mabit reguler akan segera diberangkatkan secara bergelombang menuju Mina.

Mobilisasi ke Mina tersebut bertujuan agar jemaah dapat segera melanjutkan rangkaian puncak haji berikutnya, yaitu mabit di Mina sekaligus melaksanakan prosesi melontarkan jamarat Aqabah pada hari pertama, yang kemudian diikuti oleh jamarat hari kedua dan ketiga untuk pemenuhan nafar awal maupun nafar tsani.

Kelancaran mobilisasi ini diharapkan terus bertahan seiring bergesernya jemaah haji Pacitan dari lokasi mabit di Muzdalifah menuju Mina, guna memastikan keselamatan optimal bagi seluruh jemaah, khususnya yang mengikuti jalur skema murur Muzdalifah.

No More Posts Available.

No more pages to load.