Pacitanku.com, PACITAN – Kepolisian Resor (Polres) Pacitan memastikan mengerahkan 500 personel gabungan dan menyiagakan alat berat di jalur rawan longsor guna menjamin keamanan serta kenyamanan pemudik dalam gelaran Operasi Ketupat Semeru 2026.
Selain itu, upaya memberikan rasa aman dalam mudik Lebaran ini juga mencakup pembersihan penyakit masyarakat (pekat), perbaikan infrastruktur jalan, hingga mitigasi bencana di titik-titik krusial wilayah Pacitan.
Persiapan intensif telah dilakukan sejak jauh hari untuk memastikan arus mudik berjalan tanpa kendala. AKBP Ayub Diponegoro Azhar menegaskan bahwa keamanan masyarakat adalah prioritas utama melalui koordinasi lintas sektoral yang solid.
“Dua minggu sebelum operasi utama dimulai, Polres Pacitan telah mengawali dengan Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRD). Sebelumnya, telah dilaksanakan pula Operasi Pekat yang berlangsung dari tanggal 25 Februari hingga 7 Maret 2026,”kata AKBP Ayub dalam keterangannya usai apel pasukan, baru-baru ini.
“Sasaran utama operasi ini meliputi peredaran minuman keras (miras), penyalahgunaan narkoba, serta pengawasan bahan peledak atau petasan,”imbu AKBP Ayub
Terkait pengawasan petasan, Kapolres menekankan pentingnya kewaspadaan ekstra.
“Kami belajar dari kasus fatal yang terjadi di wilayah tetangga seperti Ponorogo pada tahun sebelumnya, sehingga pengawasan bahan peledak menjadi atensi khusus kami,”tambahnya.
Dalam hal infrastruktur, Polres Pacitan tidak bekerja sendiri. Pihaknya berkoordinasi erat dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) tingkat provinsi maupun kabupaten untuk meminimalisir kecelakaan lalu lintas (lakalantas).
“Langkah nyata yang diambil adalah melakukan penambalan serta pemeliharaan jalan aspal yang rusak di sepanjang jalur mudik. Untuk pengamanan total, kami mengerahkan kurang lebih 500 personel gabungan yang terdiri dari Polri, TNI (AD, AL, dan AU), BPBD, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Senkom, serta Banser,”jelas Kapolres.
Tidak hanya itu, Polres Pacitan juga telah memetakan lima titik pos strategis untuk melayani masyarakat. Satu Pos Pelayanan ditempatkan di depan Gazebo (Pusat Kota), sementara empat Pos Pengamanan tersebar di Soge, Tegalombo, Punung, dan Terminal.
“Antisipasi bencana alam menjadi fokus kami, khususnya di Pos Tegalombo yang merupakan area rawan longsor. Di sana telah disiapkan dua alat berat hasil koordinasi dengan Pemda dan Dinas PU untuk mengantisipasi potensi tanah longsor yang dapat menghambat perjalanan mudik,”pungkasnya.












