Pacitanku.com, PRINGKUKU – Sejumlah personel Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Pacitan bertaruh keselamatan demi mencegah ledakan besar usai sebuah truk tangki BBM bernomor polisi AD 8426 OH terguling di Jalan Raya Pacitan–Solo Km 15, Desa Dadapan, Pringkuku, pada Minggu (1/3/2026).
Di bawah guyuran hujan yang membuat jalur menjadi sangat licin, petugas bergerak cepat melokalisir tumpahan bahan bakar guna memastikan tidak ada percikan api yang membahayakan warga sekitar dan pengguna jalan.
Aksi heroik ini dilakukan segera setelah truk yang melaju dari arah Solo menuju Pacitan kehilangan kendali dan terhempas ke bahu jalan.
Tim Damkar yang tiba di lokasi tidak hanya mengatur perimeter, tetapi juga melakukan penyemprotan cairan khusus untuk menjinakkan tumpahan BBM yang sangat rawan terbakar.
Kabid Damkar Satpol PP Pacitan, Sugito mengungkapkan bahwa fokus utama timnya adalah keselamatan jiwa di sekitar lokasi kejadian.
“Begitu mendapat laporan, prioritas utama kami adalah melokalisir area agar tidak terjadi percikan api sekecil apa pun. Kondisi hujan deras memang membantu pendinginan, namun risiko kebocoran BBM di jalur padat ini sangat berbahaya bagi warga,”kata Sugito.
Perjuangan petugas tidak berhenti di situ. Selama dua hari proses evakuasi yang melibatkan alat berat, personel Damkar terus berjaga di titik nol untuk melakukan pendinginan mesin dan badan truk guna menghindari gesekan logam yang bisa memicu ledakan.
“Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa. Situasi berhasil kami kendalikan dan proses evakuasi berjalan aman berkat sinergi antarpetugas. Kami mengimbau pengguna jalan tetap waspada karena jalur Dadapan sangat licin saat hujan,”imbuh Sugito.
Kini, arus lalu lintas di jalur utama Pacitan-Solo telah kembali normal setelah truk berhasil dievakuasi, berkat dedikasi tanpa henti para petugas yang menjaga keamanan wilayah tersebut dari potensi bencana kebakaran.
Kronologi Lengkap Kejadian
- Minggu, 1 Maret 2026 (Hari Pertama):
- Pukul 12.50 WIB (Estimasi): Truk tangki BBM AD 8426 OH melaju dari arah Solo menuju Pacitan. Saat tiba di Km 15 Desa Dadapan dalam kondisi hujan deras, truk kehilangan kendali akibat jalan licin dan terguling ke bahu jalan.
- Penanganan Awal: Tim Damkar tiba di lokasi dan langsung melakukan sterilisasi. Petugas menyemprotkan air ke bagian mesin dan area rawan panas untuk pendinginan awal. Kepolisian mengatur lalu lintas untuk mengamankan perimeter.
- Malam Hari: Satu unit crane besar (SANY) tiba di lokasi. Di bawah penerangan lampu darurat, tim Damkar tetap siaga menyemprotkan air selama persiapan alat berat untuk mencegah percikan api dari aktivitas teknis.
- Senin, 2 Maret 2026 (Hari Kedua):
- Pagi Hari: Cuaca cerah. Tim gabungan (Damkar, Kepolisian, dan pihak Pertamina) melakukan apel koordinasi terakhir untuk menentukan strategi penarikan agar tangki tidak robek saat diangkat.
- Proses Pengangkatan: Saat crane mulai menarik truk, tim Damkar menyemprotkan cairan busa (foam) dan air secara masif ke seluruh badan truk. Hal ini dilakukan untuk meredam percikan api akibat gesekan logam truk dengan aspal atau bebatuan.
- Evakuasi Selesai: Truk berhasil ditegakkan kembali ke posisi normal. Petugas melakukan pendinginan akhir hingga kondisi dinyatakan benar-benar aman sebelum jalur dibuka total.
Video Aksi Damkar Pacitan: Siaga 24 Jam Lawan Api Hingga Selamatkan Sapi | Siniar Kertas Kosong Eps. 53











