Pacitanku.com, TEGALOMBO – Nadi transportasi warga yang menghubungkan Kabupaten Pacitan dan Ponorogo perlahan kembali berdenyut pada Sabtu (28/2/2026), setelah sempat lumpuh total akibat kepungan material longsor di 11 titik pada Jumat (27/2/2026).
Hujan deras yang mengguyur wilayah Pacitan selama dua malam berturut-turut memicu gunturan tebing yang memutus akses, dengan titik terparah menimbun seluruh badan jalan di kawasan Desa Kemuning, Kecamatan Tegalombo.
Putusnya jalur antarkabupaten ini sempat membuat antrean kendaraan mengular panjang.
Ratusan warga dan pengendara, utamanya roda empat, tertahan dan tidak bisa melintas akibat material tanah dan batu tebing yang menutup rapat akses jalan.
Bahkan sejumlah kendaraan, seperti bus antarkota terpaksa putar balik karena tidak bisa melintas.
Menyikapi kondisi kedaruratan tersebut, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemeliharaan Jalan dan Jembatan (PJJ) Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Provinsi Jawa Timur, Budi Harisantoso, menyatakan pihaknya langsung bergerak cepat untuk membuka kembali akses yang sangat dibutuhkan masyarakat.
“Iya benar, kami mengerahkan tim ke lokasi,”katanya saat dihubungi Pacitanku.com, Sabtu (28/2/2026).
Sebanyak dua tim reaksi cepat beserta dua unit alat berat wheel loader langsung diterjunkan untuk menyingkirkan timbunan material.
Upaya bahu-membahu para petugas di lapangan, khususnya di titik terparah dekat jembatan Desa Kemuning, membuahkan hasil yang signifikan bagi kelancaran mobilitas warga.
“Alhamdulillah, kurang dari 2 jam gunturan tebing di titik utama sudah bisa terbuka. Saat ini sudah bisa dilewati kendaraan meskipun baru satu arah dengan sistem buka-tutup,”kata Budi menambahkan.
Saat ini, petugas gabungan masih bersiaga dan secara bertahap membersihkan 10 titik longsor lainnya di sepanjang ruas jalan provinsi tersebut.
Pengguna jalan diimbau untuk tetap waspada mengingat cuaca ekstrem yang masih menyelimuti Pacitan dan berpotensi memicu bencana susulan, hingga seluruh material benar-benar bersih dan arus lalu lintas kembali normal dua arah.












