Kisah Pak Tono dan Para Pahlawan Kebersihan di Balik Semarak HUT ke-281 Pacitan

oleh -245 Dilihat
Pak Tono petugas kebersihan Pacitan memakai jas hujan plastik sedang mengangkut sampah warga
Pak Tono, petugas kebersihan asal Kelurahan Ploso, tetap setia mengangkut sampah warga menggunakan sepeda motor sederhananya di tengah meningkatnya volume sampah menjelang perayaan HUT ke-281 Kabupaten Pacitan. (Foto: Marissa Putri/Pacitanku)

Pacitanku.com, PACITAN – Semarak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-281 Kabupaten Pacitan tak lepas dari keringat para petugas kebersihan yang bekerja dalam sunyi, jauh dari ingar-bingar panggung hiburan.

Salah satu dari pahlawan kebersihan tersebut adalah Pak Tono, warga Kelurahan Ploso, Pacitan yang tetap setia berkeliling mengangkut tumpukan sampah warga dari rumah ke rumah meski dengan kondisi kesehatan dan armada yang terbatas.

Lonjakan volume sampah akibat tingginya aktivitas masyarakat jelang hari jadi kabupaten menjadi tantangan berat bagi seluruh petugas kebersihan di Pacitan.

Pak Tono, yang telah mengabdi selama sepuluh tahun, menjadi potret nyata dari perjuangan kolektif ini. Hanya berbalut jas hujan dari kantong plastik hijau untuk menahan rinai hujan, ia tetap gigih menyusuri permukiman menggunakan sepeda motor sederhananya yang kerap bermasalah.

“Motor sering rusak, badan juga kadang nggak kuat,” ujar Pak Tono lirih di sela-sela aktivitasnya mengangkut sampah.

Meski langkahnya mulai tertatih dan fisiknya tak sekuat dulu, Pak Tono menolak menyerah pada keadaan. Dedikasi serupa juga tertanam kuat pada rekan-rekan seprofesinya di lapangan.

Mereka menyadari sepenuhnya, jika para petugas kebersihan absen bekerja, sampah akan menumpuk di sudut-sudut kota dan permukiman warga. Pekerjaan ini tetap mereka jalankan secara konsisten sebagai sebuah amanah mulia.

Pada momentum peringatan HUT ke-281 Pacitan ini, Pak Tono mewakili suara para petugas kebersihan menitipkan harapan besar kepada seluruh elemen masyarakat.

Ia mengimbau agar warga mulai proaktif bahu-membahu menjaga lingkungan, langkah paling sederhana adalah dengan memisahkan jenis sampah sejak dari skala rumah tangga.

“Kalau sampahnya dipilah, kerja kami jadi lebih ringan,” tuturnya.

Menciptakan wajah kota yang bersih dan sehat seiring bertambahnya usia Kabupaten Pacitan bukanlah tugas yang semata-mata dibebankan kepada para pahlawan kebersihan.

Hal tersebut adalah tanggung jawab bersama demi terwujudnya kualitas hidup yang lebih baik, sekaligus wujud apresiasi nyata bagi mereka yang tak kenal lelah merawat keasrian Pacitan.

No More Posts Available.

No more pages to load.