Pacitanku.com, PACITAN – Ekspedisi bertajuk “Explore Beyond the Deepest Cave in Java” sukses dilaksanakan pada 5–7 April 2025 di Luweng Ombo Kalak, Pacitan, Jawa Timur.
Kegiatan ini merupakan ekspedisi gabungan lintas komunitas caving dan speleologi yang bertujuan menelusuri serta memetakan lorong-lorong baru di goa terdalam di Pulau Jawa dengan kedalaman mencapai 246 meter.
Ekspedisi ini melibatkan Latihan Gabungan (Latgab) Caving Jabodetabek, PSS Pacitan, Indonesia Speleologi Society (ISS), serta Mapala Giri Bahama Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).
Ketua Koordinator Latgab Caving Jabodetabek dijabat oleh Panji Bayu Prasetyo, sementara Ketua Koordinator PSS Pacitan adalah Aziz Pratoko.
Luweng Ombo dikenal sebagai goa terdalam di Pulau Jawa dan menempati peringkat ke-9 goa terpanjang di Indonesia dengan total panjang lorong sekitar 7 kilometer.
Goa ini terakhir kali dipetakan oleh tim speleologi asal Australia pada era 1990-an.
Dari hasil pemetaan tersebut, diketahui bahwa Luweng Ombo terhubung dengan Luweng Kebon, namun masih terdapat celah dan lorong yang belum sempat dijelajahi dan dipetakan.
Ketua Koordinator PSS Pacitan, Aziz Pratoko, menjelaskan bahwa ekspedisi ini berangkat dari kebutuhan untuk memperbarui data pemetaan goa yang sudah berusia puluhan tahun.
“Kami menelusuri ulang jalur lama dan mencoba mencapai lorong-lorong yang belum terpetakan oleh tim sebelumnya. Target utama kami adalah pemetaan lorong baru yang diduga menghubungkan Luweng Ombo dengan Luweng Kebon,” ujar Aziz.
Sebelum ekspedisi dilakukan, tim gabungan terlebih dahulu menjalani latihan teknis dan riset dengan mengumpulkan informasi dari tim-tim terdahulu.
Salah satu tantangan terbesar yang sudah teridentifikasi adalah kondisi medan ekstrem serta keberadaan lumpur dalam di kedalaman sekitar 230 meter.
Dari total 20 personel yang terlibat, hanya 6 orang yang akhirnya melanjutkan penelusuran hingga titik lorong yang menjadi target pemetaan.
Hasilnya, tim berhasil menemukan dan memetakan lorong baru sepanjang kurang lebih 350 meter.
Meski demikian, hasil tersebut dinilai masih jauh dari target awal ekspedisi.
“Medannya sangat berat. Lumpur di beberapa titik bersifat seperti lumpur hisap dan sangat menguras tenaga. Demi keselamatan tim, kami memutuskan untuk menghentikan ekspedisi sementara,” tambah Aziz.
Selain penemuan lorong baru, ekspedisi ini juga mencatat sejumlah temuan menarik.
Di antaranya adalah keberadaan air terjun setinggi sekitar 17 meter pada kedalaman 230 meter, penemuan sarang burung beserta burungnya di kedalaman sekitar 180 meter, serta indikasi bahwa lorong-lorong baru masih terbentang panjang dan berpotensi untuk terus dikembangkan.
Ekspedisi lanjutan direncanakan akan kembali dilakukan pada Agustus 2026.
Pada ekspedisi berikutnya, tim akan dibagi menjadi empat tim terlatih untuk melanjutkan pemetaan melalui jalur Luweng Kebon dan Luweng Ombo.
Targetnya adalah menambah panjang total lorong Luweng Ombo sehingga peringkatnya sebagai salah satu goa terpanjang di Indonesia dapat meningkat.
“Potensi Luweng Ombo masih sangat besar. Kami optimistis pemetaan berikutnya bisa membuka lorong-lorong baru yang signifikan,” tutup Aziz Pratoko.








