BMKG: Gempa Magnitudo 5,7 Pacitan Selasa Pagi Memiliki Mekanisme Pergerakan Naik

oleh -333 Dilihat
peta lokasi pusat gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 5,5 yang mengguncang Pacitan, Jawa Timur, pada Selasa pagi, 27 Januari 2026, pukul 08:20 WIB.
TITIK GEMPA. Peta episenter gempa bumi Magnitudo 5,5 yang mengguncang wilayah Timur Laut Pacitan, Jawa Timur, pada Selasa (27/1/2026) pagi. Berdasarkan data BMKG, gempa berkedalaman 105 kilometer ini tidak berpotensi tsunami. (Foto: Pacitanku dan BMKG)

Pacitanku.com, PACITAN — Wilayah Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, kembali diguncang gempa bumi tektonik pada Selasa (27/1/2026) pagi.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memutakhirkan data kekuatan gempa menjadi Magnitudo 5,7 setelah sebelumnya merilis parameter sementara berkekuatan Magnitudo 5,5. Gempa yang terjadi tepat pada pukul 08.20 WIB ini dipastikan tidak berpotensi memicu gelombang tsunami.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menjelaskan bahwa episenter gempa bumi ini terletak pada koordinat 8,18 derajat Lintang Selatan dan 111,33 derajat Bujur Timur.

Pusat gempa berlokasi di darat pada jarak 24 kilometer arah Tenggara Pacitan, Jawa Timur, dengan kedalaman sumber atau hiposenter mencapai 122 kilometer.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat adanya aktivitas deformasi batuan dalam lempeng. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik atau thrust fault,” terang Daryono dalam keterangan tertulisnya, Selasa (27/1/2026).

Guncangan gempa yang berpusat di kedalaman menengah ini dirasakan cukup luas di sejumlah wilayah di Jawa hingga Bali dan Nusa Tenggara Barat.

Berdasarkan data BMKG, getaran dirasakan paling kuat di daerah Pacitan, Karangkates, dan Tulungagung dengan skala intensitas III-IV MMI. Pada skala ini, getaran dirasakan nyata oleh orang banyak di dalam rumah saat siang hari.

Sementara itu, wilayah Malang, Nganjuk, Ponorogo, dan Blitar merasakan getaran dengan skala intensitas III MMI, di mana getaran terasa seakan-akan ada truk yang sedang berlalu.

Getaran juga menjalar hingga ke Madiun, Mojokerto, Pasuruan, Semarang, serta lintas provinsi ke Yogyakarta, Bantul, Sleman, Kulon Progo, Purworejo, hingga Denpasar, Kuta, Karangasem, Jember, dan Mataram dengan intensitas bervariasi antara II hingga III MMI.

Hingga berita ini diturunkan pada pukul 08.35 WIB, hasil pemantauan BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan atau aftershock.

Daryono juga menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada laporan resmi mengenai dampak kerusakan fisik yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut.

“Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” tegasnya.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Warga diminta memastikan informasi resmi hanya bersumber dari kanal komunikasi terverifikasi milik BMKG, baik melalui media sosial maupun aplikasi resmi, serta memeriksa kondisi bangunan tempat tinggal untuk memastikan tidak ada keretakan yang membahayakan kestabilan struktur sebelum kembali beraktivitas di dalam rumah.

No More Posts Available.

No more pages to load.