Genjot Kualitas Panen, Misgiman Pimpin Pengembangan Klaster Budidaya Kakao di Kebonagung

oleh -151 Dilihat
KUALITAS PREMIUM. Biji kakao hasil panen Misgiman yang telah melalui proses fermentasi selama enam hari sedang dijemur. Kualitas pascapanen yang terjaga membuat komoditas ini diburu pembeli dari Surabaya hingga Tuban. (Foto: Sulthan Shalahuddin/Pacitanku)

Pacitanku.com, KEBONAGUNG — Upaya strategis untuk mengangkat potensi ekonomi lokal melalui sektor perkebunan kembali digiatkan di wilayah Kebonagung dengan dimulainya operasional klaster pembudidayaan kakao pada Rabu (8/1/2026).

Program pemberdayaan yang dikomandoi langsung oleh Ketua Kelompok Tani Setyo Maju 2 asal Dusun Tekil, Desa Gawang, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Pacitan, Misgiman, ini menargetkan peningkatan kualitas hasil panen sekaligus kesejahteraan petani melalui perbaikan tata kelola pertanian yang lebih terarah dan terintegrasi.

Kawasan perkebunan di Kebonagung dipilih sebagai lokasi pengembangan klaster karena dinilai memiliki ekosistem lingkungan yang sangat mendukung pertumbuhan tanaman kakao.

Baca juga: Dua Dekade Setia Bertani Kakao, Warga Kebonagung Pacitan Ini Kewalahan Didatangi Pembeli Luar Kota

Area ini dikelilingi oleh vegetasi hijau yang subur serta didukung oleh akses jalur kebun yang memadai untuk mobilitas pertanian. Kondisi lahan yang subur dan sistem pertanian yang mulai terintegrasi menjadi modal dasar yang kuat untuk menjadikan wilayah ini sebagai sentra produksi kakao yang menjanjikan.

Misgiman selaku pengelola menjelaskan bahwa inisiatif pembentukan klaster ini hadir untuk mengubah pola pikir dan pola kerja petani yang selama ini berjalan sendiri-sendiri.

Melalui sistem klaster, para petani lokal dilibatkan secara aktif dan diberikan pendampingan intensif mengenai teknik perawatan tanaman, pemeliharaan kebun, hingga pengelolaan lahan yang berkelanjutan. Tujuannya adalah menciptakan standarisasi kualitas yang mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

“Pembentukan klaster pembudidayaan kakao ini bertujuan menyatukan sistem kerja petani agar lebih efektif dan efisien. Selain itu, klaster ini kami harapkan mampu meningkatkan kualitas hasil panen kakao dan berdampak positif secara nyata terhadap perekonomian masyarakat Kebonagung,”kata Misgiman di sela-sela kegiatannya.

Implementasi program ini dilakukan dengan menata ulang area kebun kakao agar lebih produktif serta memaksimalkan fungsi jalur kebun sebagai akses vital perawatan tanaman.

Dengan pendampingan yang konsisten dan penerapan teknik budidaya yang tepat, Kebonagung diharapkan dapat bertransformasi menjadi wilayah penghasil kakao unggulan yang berkelanjutan, sekaligus menjadi tumpuan ekonomi baru bagi masyarakat sekitar.

No More Posts Available.

No more pages to load.