Panen Rezeki Libur Nataru, Okupansi Homestay di Pantai Watukarung Pacitan Melonjak

oleh -169 Dilihat
PANEN TAMU. Erna Maryani (47), pemilik Bintang Homestay di kawasan Pantai Watukarung, Pacitan, mengakui tingkat hunian homestay miliknya melonjak tajam hingga 100 persen selama masa libur Natal dan Tahun Baru. (Foto: Ahmed Abdul Awali/Pacitanku)

Pacitanku.com, PRINGKUKU — Lorong-lorong penginapan yang biasanya senyap kini berubah riuh oleh aktivitas wisatawan yang silih berganti datang membawa koper demi menikmati pesona pesisir selatan Pacitan.

Erna Maryani, wanita berusia 47 tahun pemilik Bintang Homestay, tampak sibuk namun raut wajahnya memancarkan sumringah yang tak bisa disembunyikan.

Bagi Erna dan para pelaku usaha penginapan di kawasan Pantai Watukarung, Kabupaten Pacitan, momen libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025–2026 kali ini seolah menjadi oase yang membawa berkah melimpah setelah hari-hari biasa yang cenderung sepi.

Baca juga: Pesona Surga Peselancar, Pantai Watu Karung Pacitan Dipadati Ribuan Wisatawan Selama Libur Nataru

Lonjakan tamu yang signifikan ini menjadi fenomena menggembirakan bagi Erna. Ia menceritakan kontrasnya suasana penginapan miliknya antara hari biasa dengan musim liburan kali ini.

PANEN TAMU. Erna Maryani (47), pemilik Bintang Homestay di kawasan Pantai Watukarung, Pacitan, mengakui tingkat hunian homestay miliknya melonjak tajam hingga 100 persen selama masa libur Natal dan Tahun Baru. (Foto: Ahmed Abdul Awali/Pacitanku)

Jika pada hari normal kamar-kamar di homestay tersebut seringkali kosong dan hanya terisi satu atau dua unit saja, situasi berbalik seratus delapan puluh derajat saat musim liburan tiba.

Seluruh kamar yang tersedia kini ludes terisi penuh oleh wisatawan yang mendambakan keindahan alam Watukarung.

Erna mengungkapkan bahwa peningkatan okupansi ini mulai terasa sejak tanggal 26 Desember 2025 dan terus bertahan hingga momen pergantian tahun 2026.

Periode tersebut menjadi puncak kedatangan wisatawan yang mayoritas berasal dari luar Kabupaten Pacitan.

Mereka rela menempuh perjalanan jauh demi menikmati pasir putih dan panorama alami Pantai Watukarung yang relatif tenang dan terjaga keasriannya.

“Libur Nataru kali ini sangat membantu perekonomian usahanya karena tamu terus berdatangan tanpa henti dan kamar terisi penuh selama beberapa hari berturut-turut,”katanya, Kamis (1/1/2026).

Tentu saja, ramainya tamu ini berdampak linier terhadap pendapatan Bintang Homestay. Pemasukan usaha meningkat tajam seiring dengan tingginya tingkat hunian.

Namun, di balik manisnya keuntungan tersebut, Erna tidak menampik adanya tantangan operasional yang kerap muncul di kawasan wisata tersebut, salah satunya adalah stabilitas pasokan listrik.

Gangguan listrik atau pemadaman yang terkadang terjadi menjadi kendala yang cukup mengganggu kenyamanan tamu saat sedang beristirahat menikmati liburan mereka.

Erna menyadari bahwa kenyamanan pengunjung adalah prioritas utama, sehingga kendala teknis seperti mati listrik menjadi perhatian serius meski faktor alam dan keindahan pantai tetap menjadi magnet utama.

Pasca usainya musim libur Nataru nanti, ia menaruh harapan besar agar denyut pariwisata di Pantai Watukarung tidak kembali lesu.

Ia berharap jumlah tamu yang menginap dapat tetap stabil meskipun bukan di masa liburan panjang, serta nama Pantai Watukarung semakin dikenal luas secara nasional sebagai destinasi unggulan yang wajib dikunjungi di Indonesia.

No More Posts Available.

No more pages to load.