Pacitanku.com, DONOROJO — Momentum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) membawa angin segar bagi sektor pariwisata di Kabupaten Pacitan, salah satunya di kawasan Pantai Buyutan, Desa Widoro, Kecamatan Donorojo.
Peningkatan kunjungan wisatawan yang signifikan menjelang akhir tahun ini memberikan dampak ekonomi positif yang dirasakan langsung oleh para pelaku usaha mikro dan pemilik warung makan yang menggantungkan hidup di sekitar lokasi wisata tersebut.
Geliat aktivitas wisata di pantai yang terletak di Desa Widoro, Kecamatan Donorojo, ini mulai menunjukkan tren peningkatan sejak tanggal 28 Desember lalu.
Arus kedatangan pelancong terlihat mengalir deras secara bertahap seiring dimulainya masa libur panjang akhir tahun.
Wisatawan mulai memadati bibir pantai, terutama pada jam-jam siang hingga sore hari, untuk menikmati panorama alam khas pesisir selatan yang eksotis.
Salah satu pemilik warung makan di kawasan Pantai Buyutan, Bu Rulin, mengakui adanya lonjakan pembeli yang cukup berarti dibandingkan hari-hari biasanya.
Menurutnya, keramaian pengunjung mulai terasa sejak beberapa hari sebelum puncak masa libur panjang dimulai, yang berimbas langsung pada naiknya omzet penjualan makanan dan minuman di warung miliknya.

“Mulai ramai itu terlihat beberapa hari sebelum libur panjang. Pengunjung datang silih berganti,”kata Rulin saat ditemui di lapak dagangannya.
Rulin menambahkan bahwa pengunjung yang datang tidak hanya didominasi oleh warga lokal Pacitan, melainkan juga banyak yang berasal dari luar daerah.
Mayoritas dari mereka datang berwisata bersama rombongan keluarga untuk menghabiskan waktu libur yang berkualitas.
Menyiasati lonjakan permintaan tersebut, para pemilik warung pun berinisiatif menambah persediaan bahan baku makanan agar dapat melayani kebutuhan konsumsi para wisatawan dengan maksimal.
Bagi pelaku usaha kecil di kawasan tersebut, momentum libur Nataru dianggap sebagai peluang emas untuk memperbaiki pendapatan ekonomi keluarga. Besar harapan mereka agar tren positif kunjungan ini terus bertahan hingga puncak perayaan Tahun Baru usai.
“Kalau tetap ramai sampai libur selesai, tentu sangat membantu ekonomi kami,”pungkasnya.












