Pacitanku.com, PACITAN — Di tengah gempuran persaingan industri kuliner yang kian sengit, sosok Tomi Rosandi membuktikan bahwa ketekunan dan keberanian adalah modal utama untuk bertahan.
Pemuda berusia 26 tahun ini sukses mengembangkan usaha roti bakar lokal yang telah dirintisnya sejak 22 Februari 2023 sebagai wujud nyata kemandirian ekonomi.
Berawal dari keterbatasan lapangan pekerjaan, Tomi memilih untuk tidak menyerah pada keadaan dan berinisiatif menciptakan peluangnya sendiri tanpa bergantung pada orang tua.
Keputusan Tomi untuk terjun ke dunia wirausaha didorong oleh tekad kuat untuk memiliki penghasilan mandiri sekaligus menjadikan usaha kecil ini sebagai kawah candradimuka dalam belajar bisnis.
Meski dimulai dengan modal dan peralatan sederhana, roti bakar racikan Tomi memiliki keistimewaan yang membuatnya berbeda dari kompetitor lain.
Ia menekankan bahwa kunci kelezatan produknya tidak hanya terletak pada kualitas bahan dan kekayaan rasa, tetapi juga pada teknik pengolahan yang spesifik.
“Perbedaan tersebut terletak pada kualitas roti, tingkat rasa yang lebih kaya, serta teknik pemotongan yang tidak biasa. Cara pemotongan roti yang berbeda dapat memengaruhi tekstur dan cita rasa, sehingga memberikan pengalaman makan yang lebih menarik bagi konsumen,”kata Tomi Rosandi, Minggu (28/12/2025).
Dalam operasional sehari-hari, Tomi menjalankan seluruh proses produksi hingga penjualan seorang diri tanpa bantuan karyawan demi menjaga efisiensi biaya.
Strategi ini terbukti efektif, dengan rata-rata penjualan mencapai 15 porsi setiap malamnya.
Dengan harga yang sangat terjangkau yakni sepuluh ribu rupiah per porsi, Tomi menyasar seluruh lapisan masyarakat, khususnya kalangan menengah ke bawah, agar dapat menikmati kudapan lezat tanpa merogoh kocek terlalu dalam.
Meski grafik usahanya menunjukkan tren positif dengan omzet mencapai tiga juta rupiah per bulan dan laba bersih sekitar satu juta rupiah, perjalanan bisnis Tomi bukan tanpa kendala.
Tantangan terbesar datang dari faktor cuaca, di mana musim penghujan kerap membuat daya beli masyarakat menurun drastis karena enggan keluar rumah.
Menyiasati kejenuhan pasar dan tantangan tersebut, ia berencana melakukan inovasi dengan menambah variasi menu agar konsumen memiliki lebih banyak pilihan dan daya saing usahanya semakin kuat.
Menutup perbincangan, Tomi menitipkan pesan mendalam bagi generasi muda yang masih ragu untuk memulai langkah.
Ia menekankan bahwa perasaan gengsi harus dikesampingkan jika ingin meraih kesuksesan.
Baginya, usaha sekecil apa pun memiliki nilai yang besar selama dijalani dengan kesungguhan dan tanggung jawab penuh, karena dari langkah kecil itulah peluang besar di masa depan akan terbuka lebar.












