Nasib Bukit Cakrawala Tegalombo: Dulu Digadang Jadi Ikon Desa, Kini Terbengkalai Tanpa Pengelolaan

oleh -507 Dilihat
TERBENGKALAI. Kondisi fasilitas penunjang wisata di Bukit Cakrawala, Desa Kasihan, Kecamatan Tegalombo, yang kini rusak dan tak terawat. Destinasi yang sempat menjadi primadona ini kini mangkrak akibat terkendala biaya operasional dan manajemen pengelolaan, sehingga ditinggalkan oleh wisatawan. (Foto: Robby Styawan/Pacitanku.com)

Pacitanku.com, TEGALOMBO — Potensi wisata alam Bukit Cakrawala di Desa Kasihan, Kecamatan Tegalombo, Kabupaten Pacitan, kini dalam kondisi memprihatinkan.

Destinasi yang sempat digadang-gadang sebagai motor penggerak ekonomi desa melalui pesona alam dan matahari terbitnya tersebut, saat ini mangkrak dan tidak beroperasi optimal akibat terkendala masalah pengelolaan yang serius.

Berdasarkan pantauan di lokasi, pemandangan kontras terlihat jelas di kawasan yang dulunya ramai ini. Sejumlah fasilitas penunjang yang pernah dibangun, mulai dari wahana flying fox, jalur pejalan kaki, area parkir, hingga berbagai spot foto, kini tampak tidak terawat.

Sebagian besar fasilitas tersebut bahkan telah mengalami kerusakan karena dimakan usia dan minimnya sentuhan perawatan. Padahal, objek wisata ini memiliki modal kuat berupa lanskap perbukitan yang indah.

Dampak dari matinya aktivitas wisata ini sangat dirasakan oleh sektor ekonomi kerakyatan.

Sejumlah warga yang sebelumnya menggantungkan pendapatan tambahan dengan membuka usaha kecil seperti warung makan di sekitar lokasi, kini terpaksa gigit jari kehilangan mata pencaharian.

Masyarakat pun menaruh harapan besar agar pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk menyelamatkan potensi wisata ini, meski hingga kini belum ada kepastian mengenai rencana revitalisasi Bukit Cakrawala agar tidak terus terbengkalai.

Seorang warga Desa Kasihan, Budiono, menuturkan bahwa aktivitas wisata di Bukit Cakrawala sebenarnya telah berhenti cukup lama.

Ketiadaan manajemen pengelolaan yang berkelanjutan serta keterbatasan anggaran membuat kawasan ini perlahan ditinggalkan wisatawan.

Budiono menyayangkan kondisi tersebut mengingat antusiasme pengunjung sempat tinggi pada awal pembukaannya.

“Awalnya ramai, tapi lama-kelamaan sepi karena fasilitas tidak dirawat,”kata Budiono saat ditemui di sekitar lokasi, Rabu (23/12/2025).

Merespons situasi ini, Kepala Desa Kasihan Masduki membenarkan bahwa pihaknya menghadapi kendala kompleks, terutama terkait pendanaan dan sumber daya manusia yang mumpuni untuk mengelola pariwisata secara profesional.

Menurutnya, upaya menghidupkan kembali Bukit Cakrawala sulit dilakukan jika hanya mengandalkan kekuatan desa semata.

Ia menekankan perlunya dukungan nyata dari pemerintah daerah serta kolaborasi dengan pihak ketiga untuk merevitalisasi kawasan tersebut.

No More Posts Available.

No more pages to load.