Pacitanku.com, PACITAN – Komunitas Pacitan Cerdas (PACE) berhasil menorehkan prestasi gemilang dalam ajang bergengsi Pacitan Innovation Award (PIA) 2025 yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Pacitan melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappedalitbang).
Melalui inovasi kreatif bertajuk “SaSemen”, komunitas ini sukses menyabet Juara 2 Kategori Masyarakat Umum dengan mengubah limbah kantong semen menjadi media edukasi budaya yang bernilai tinggi.
Inovasi SaSemen merupakan hasil kolaborasi strategis antara PACE, Universitas Negeri Malang, dan PT Mitra Bangun Kreatifa.
Terobosan ini tidak hanya menawarkan solusi ramah lingkungan atas masalah sampah pembangunan, tetapi juga menyulap limbah kantong semen yang sulit terurai menjadi media pembelajaran atraktif untuk mengenalkan Budaya Wayang Beber khas Pacitan kepada generasi muda.
Perwakilan Komunitas PACE, Gandung Senatama, mengungkapkan bahwa ide ini lahir dari keprihatinan terhadap menumpuknya limbah kantong semen sisa pembangunan gedung maupun rumah yang selama ini belum tergarap maksimal.
Ia kemudian berdiskusi dengan rekan-rekan akademisi dan praktisi untuk mencari formulasi tepat agar sampah tersebut memiliki nilai guna, khususnya bagi dunia pendidikan dasar.
Gandung menjelaskan bahwa pemilihan bahan baku kantong semen didasari oleh potensi pengolahannya yang beragam namun minim inovasi di Pacitan.
Menurutnya, inovasi terkait pengolahan limbah ini dirasa masih stagnan sehingga diperlukan sebuah terobosan baru.
“Makanya kemarin saya berdiskusi dengan rekan-rekan dari Universitas Negeri Malang dan dibantu oleh teman-teman dari PT MBK, mendapatkan sebuah solusi bagaimana cara sampah itu bisa berguna ataupun memiliki nilai yang sangat luar biasa di jenjang pembelajaran adik-adik SD,”katanya, Rabu (10/12/2025) di Pacitan.
Proses transformasi limbah menjadi media SaSemen sendiri terbilang cukup rumit dan membutuhkan ketelatenan.
Untuk menghasilkan satu lembar media yang kokoh, diperlukan tumpukan hingga 20 lembar kantong semen yang direkatkan menggunakan lem kayu, kemudian dipres secara manual.
Proses pengeringannya pun dilakukan secara alami dengan cara diangin-anginkan tanpa paparan sinar matahari langsung hingga kering sempurna.
Capaian Juara 2 dalam PIA 2025 ini diharapkan menjadi pelecut semangat bagi seluruh pengurus, relawan, dan pemuda di Pacitan untuk terus mengembangkan potensi diri serta berkontribusi bagi daerah.
Gandung menekankan pentingnya peran generasi muda yang berkarakter dalam melestarikan kekayaan budaya lokal.
“Untuk saat ini memang budaya di Pacitan perlu kita promosikan lebih tinggi karena memang kita pemuda sebagai penerus generasi bangsa yang berkarakter,”pungkasnya.









