Sabda Tani, Inovasi AI Karya Anak Muda Pacitan Deteksi Penyakit Padi dalam Hitungan Detik

oleh -872 Dilihat
JUARA PIA 2025: Tim pengembang Soge Digital Valley saat menerima penghargaan Juara 1 Kategori Masyarakat lewat aplikasi "Sabda Tani". Karya anak muda Pacitan ini menawarkan solusi pertanian presisi dengan fitur deteksi dini penyakit tanaman dan sensor kesuburan tanah untuk meningkatkan kesejahteraan petani. (Foto: Dok. Istimewa)

Pacitanku.com, PACITAN – Dunia pertanian di Kabupaten Pacitan kini memiliki harapan baru berkat kehadiran “Sabda Tani”, sebuah inovasi digital berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang mampu mendeteksi dini penyakit pada tanaman padi.

Aplikasi besutan perusahaan rintisan (startup) lokal Soge Digital Valley ini sukses mencuri perhatian publik hingga dinobatkan sebagai Juara 1 Kategori Masyarakat dalam ajang bergengsi Pacitan Innovation Award (PIA) 2025.

Inovasi teknologi ini digagas oleh tiga putra daerah, yakni Wira Swastika, Syam Widiyanto, dan Endriana Wahyu Alita.

Baca juga: Dikuti Ratusan Peserta, Ini Daftar Pemenang Pacitan Innovation Award 2025

Kelahiran Sabda Tani dilatarbelakangi oleh keprihatinan mendalam terhadap kondisi petani di lapangan yang selama ini kerap kesulitan mengenali gejala awal serangan penyakit, defisiensi nutrisi, maupun gangguan agronomis lainnya.

Keterlambatan diagnosa sering kali membuat penanganan menjadi tidak efektif dan berdampak pada penurunan hasil panen.

Salah satu inisiator Sabda Tani, Wira Swastika, mengungkapkan bahwa alat ini diciptakan untuk memangkas jarak antara masalah di lahan dan solusi penanganan.

Menurutnya, banyak petani baru menyadari adanya masalah serius pada tanaman ketika kondisinya sudah parah, sehingga kerugian tidak dapat dihindari. Dari situ timnya ingin menawarkan solusi yang lebih cepat, akurat, dan mudah digunakan oleh siapa saja.

Cara kerja aplikasi ini terbilang sangat praktis bagi petani. Pengguna cukup mengambil video bagian daun atau batang padi menggunakan kamera ponsel pintar.

Sistem cerdas di dalam aplikasi kemudian akan menganalisis citra visual tersebut dan menampilkan hasil identifikasi penyakit secara otomatis hanya dalam hitungan detik.

Tidak hanya sekadar mendiagnosa, Sabda Tani juga langsung memberikan rekomendasi langkah penanganan yang telah disusun berdasarkan standar agronomi yang valid.

Selain fitur deteksi penyakit, aplikasi ini dilengkapi dengan dasbor kesehatan lahan yang menyajikan indikator visual kondisi tanaman secara berkala.

Fitur pemantauan ini membantu petani melakukan pencegahan kerusakan lebih awal. Bahkan, dalam pengembangan terbarunya, Sabda Tani telah mengintegrasikan sensor tanah yang dapat digunakan sejak tahap persiapan lahan.

Teknologi ini mampu menganalisis tingkat kesuburan tanah dan kebutuhan pemupukan secara presisi, sehingga keputusan petani lebih berbasis data dan penggunaan input pertanian menjadi jauh lebih efisien.

Prestasi sebagai inovasi terbaik dalam PIA 2025 menjadi motivasi tersendiri bagi tim pengembang untuk terus menyempurnakan teknologi ini.

Wira berharap kehadiran Sabda Tani dapat membawa dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat agraris di Pacitan.

“Harapannya sederhana, yakni petani lebih mudah dalam bertani, hasil panen meningkat signifikan, dan sektor pertanian daerah semakin siap serta tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan masa depan,”pungkasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.