Pacitanku.com, PACITAN – Insiden kericuhan yang mewarnai pertandingan semifinal Turnamen Piala Kemerdekaan Kabupaten Pacitan berbuntut ke ranah hukum.
Wasit utama laga tersebut, berinisial S, resmi melaporkan dugaan penganiayaan yang dialaminya ke Polres Pacitan.
Laporan ini melibatkan tiga pemain dari tim Kecamatan Arjosari, yang bertanding melawan Kecamatan Ngadirojo di Stadion Wijaya Krida Pacitan pada Selasa (23/9/2025).
Baca juga: Diwarnai Kericuhan, Laga Semifinal Turnamen Piala Kemerdekaan Pacitan Tetap Sah Sesuai Aturan
Wasit S, didampingi asisten wasit berinisial FS, membuat laporan pada Selasa malam, tak lama setelah pertandingan yang dimenangkan oleh Ngadirojo dengan skor 2-0. Kericuhan tersebut dipicu oleh tensi pertandingan yang tinggi.
Wasit S menjelaskan kronologi kekerasan yang dialaminya setelah peluit akhir dibunyikan.
“Setelah peluit akhir dibunyikan, satu pemain nomor 11 dari Kecamatan Arjosari menendang bola ke arah saya dan diikuti dorongan keras serta tangan mengepal ingin meninju,”katanya, Kamis (25/9/2025).
Ia menambahkan, serangan berlanjut setelah pemain lain ikut terlibat.
“Setelah itu datang pemain lain nomor 18 juga mendorong dengan keras ke arah saya. Setelah ada beberapa panitia yang mengamankan situasi, pemain nomor 15 berlari dan diikuti dengan tendangan ke arah paha saya,”imbuhnya.
Ia membenarkan adanya laporan yang dibuatnya.
“Benar (saya laporkan, tiga pemain), karena kondisi saya setelah pertandingan, paha bagian atas masih terasa sakit karena tendangan nomor 15,”tambahnya.
Saat ini, Wasit S telah menjalani visum sebagai kelengkapan proses hukum.
Wasit S berharap insiden ini tidak terulang di masa mendatang, dan para pemain dapat lebih bijak dalam menyikapi hasil pertandingan.
“Saya berharap ke depan lebih menghormati wasit yang bertugas dan mengikuti peraturan terbaru, karena aturan terbaru setiap tahun akan ada pengembangan dari FIFA. Sehingga, harapan saya pemain lebih bijak lagi dalam menyikapi,” pungkasnya.
Terpisah, Kasatreskrim Polres Pacitan, AKP Choirul Maskanan, mengonfirmasi laporan resmi tersebut. “Korban) sudah (lapor),”katanya saat dikonfirmasi.











