Tragedi Maut di JLS, Kapolres Pacitan Ajak Seluruh Pihak Deklarasikan Zero Balap Liar

oleh -208 Dilihat
Kapolres Pacitan, AKBP Ayub Diponegoro Azhar. (Foto: Sulthan Shalahuddin/Pacitanku)

Pacitanku.com, PACITAN – Peristiwa kecelakaan beruntun yang melibatkan tiga sepeda motor di Jalur Lintas Selatan (JLS) Pacitan–Trenggalek, Kamis (4/9) sore, menelan korban jiwa.

Seorang remaja meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara tiga lainnya mengalami luka-luka.

Peristiwa tragis ini menambah panjang daftar kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pelajar dan memicu sorotan tajam dari pihak kepolisian terhadap maraknya aksi balap liar di area tersebut.

Kecelakaan terjadi sekitar pukul 17.48 WIB di Desa Kembang, Kecamatan Pacitan. Menurut kronologi, Wayan Rama Prananta (17), pengendara sepeda motor Suzuki Satria FU, oleng saat mendahului kendaraan lain.

Nahas, Wayan bertabrakan dengan sepeda motor dari arah berlawanan, lalu kembali menabrak sepeda motor yang sebelumnya ia salip.

Akibat tabrakan beruntun tersebut, Wayan meninggal dunia di tempat.

Tiga pengendara lain, Rizqy Alviano (16), Aprila Adhi Nugraha (18), dan Ikhsan Alfa Reha (16), menderita luka-luka dan dilarikan ke fasilitas medis terdekat untuk mendapatkan perawatan.

Menanggapi kejadian ini, Kapolres Pacitan, AKBP Ayub Diponegoro Azhar, mengungkapkan keprihatinannya.

Ia menyoroti tingginya angka kecelakaan yang melibatkan pelajar di Pacitan, di mana 70 persen kasus kecelakaan sepanjang Juli hingga Agustus melibatkan anak usia sekolah.

Hingga 5 September 2025, tercatat 229 kasus kecelakaan lalu lintas di Pacitan, dengan 17 korban meninggal dunia dan 288 luka-luka. Kerugian materiil yang timbul bahkan mencapai Rp 958 juta.

Secara khusus, AKBP Ayub menyoroti fenomena balap liar yang kerap dilakukan para remaja di JLS.

Mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini juga mendesak seluruh elemen masyarakat, terutama komunitas motor, untuk berkolaborasi menghentikan kegiatan berbahaya ini.

“Saya berharap sudah ada deklarasi Zero Balap Liar yang sudah disepakati. Terpantau jam-jam sore dan malam hari masih banyak anak-anak remaja balapan liar di JLS,”tegas AKBP Ayub, Senin (8/9/2025) di Pacitan.

“Mohon bekerja sama dengan baik demi kebaikan Pacitan,”imbuhnya.

Kapolres menambahkan, pihaknya bersama instansi terkait sedang berupaya meningkatkan fasilitas keselamatan di JLS. Rencananya, sebuah Pospol akan segera didirikan di JLS.

Selain itu, permohonan pemasangan lampu merah dan penerangan jalan umum telah diajukan kepada pemerintah provinsi oleh Dinas Perhubungan dan PUPR sejak tahun lalu.

Dengan adanya Pospol, peningkatan penerangan, dan dukungan dari masyarakat, diharapkan JLS bisa menjadi lebih aman dan tidak lagi memakan korban.

“Bismillah, sebentar lagi akan ada Pospol di JLS. Untuk lampu merah dan penerangan jalan juga sudah diajukan ke provinsi oleh Dishub dan PUPR sejak tahun lalu,”pungkas AKBP Ayub.

No More Posts Available.

No more pages to load.