Pacitanku.com, NGADIROJO – Semarak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia pada Rabu (13/8/2025) di Kecamatan Ngadirojo semakin meriah dengan kehadiran rombongan parade dari SMPN 3 Ngadirojo.
Mengusung konsep yang unik dan menghibur, mereka berhasil menampilkan keberagaman profesi orang tua siswa sekaligus mempererat tali kebersamaan.
Baca juga: Merajut Persatuan Lewat Parade Pelajar di Ngadirojo Pacitan
Parade ini mengambil subtema “Profesi” yang tetap selaras dengan tema besar panitia, “Guyub Rukun Agawe Santoso”. Koordinator parade SMPN 3 Ngadirojo, Debi, menjelaskan bahwa konsep ini diilhami dari profesi orang tua para siswa di sekitar lingkungan sekolah.
“Kami mengambil subtema profesi-profesi yang ada di sekitar SMPN 3 Ngadirojo, dan itu merupakan profesi-profesi dari orang tua siswa,” ungkap Debi.
Rombongan parade ini sangat beragam, menampilkan representasi dari berbagai profesi, mulai dari Pegawai Negeri Sipil (PNS), guru, TNI, Polri, nelayan, hingga petani.
“Kami terdiri dari paling depan itu ada maskot, kemudian ada penari, dan seterusnya. Kami juga membawa rombongan tokoh Punakawan dan Anoman untuk lucu-lucuan,” tambah Debi.
Konsep yang disuguhkan tidak hanya serius, tetapi juga penuh hiburan. Menurut Debi, tujuan dari konsep yang menghibur ini adalah untuk mendekatkan diri dengan masyarakat.
“Nanti ada penonton yang mau berswafoto atau anak kecil, kami layani,” ujarnya.
Antusiasme yang tinggi terlihat dari partisipasi seluruh warga sekolah. Sebanyak 680 siswa dan 70 guru serta staf ikut serta dalam parade ini.
“Semua sangat antusias dan ikut berpartisipasi, jadi semua terasa ringan karena kita lakukan bersama-sama,” tutur Debi.
Meski persiapan dilakukan dalam waktu singkat, kurang lebih satu minggu, properti seperti maskot yang digunakan adalah hasil karya siswa dari kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) yang telah dikerjakan jauh-jauh hari.
Debi berharap kegiatan parade seperti ini dapat menjadi agenda tahunan karena dianggap sangat positif dalam menggali potensi yang ada di setiap sekolah. Ia juga mengusulkan kepada panitia agar rute parade diperpanjang.
“Karena untuk parade kan cuma satu kali jalan, kami berjalan dalam kondisi senang, jadi insyaallah walaupun jarak agak jauh, kita tidak sampai kecapekan karena kita suka-suka,” pungkasnya.












