Demam ‘Pacu Jalur’ Tiba di Sungai Maron, Wisatawan Tiru Aksi ‘The Reaper’ yang Mendunia

oleh -178 Dilihat
PACU JALUR DI SUNGAI MARON. Sekelompok wisatawan tak mau ketinggalan demam "aura farming". Mereka asyik menirukan tarian viral "The Reaper" di atas perahu wisata di Sungai Maron, Pacitan, mengubah momen liburan menjadi lebih seru dan kekinian. (Foto: Dok. Istimewa)

Pacitanku.com, PRINGKUKU – Tren “pacu jalur” yang viral di seluruh dunia kini merambah hingga ke salah satu destinasi wisata andalan Pacitan.

Sekelompok wisatawan yang tengah menikmati keindahan Sungai Maron di Desa Dersono, Kecamatan Pringkuku, terekam kamera menirukan tarian ikonik yang dipopulerkan oleh bocah cilik asal Riau, Rayyan Arkan Dikha.

Dalam sebuah video yang diunggah di akun Instagram @ganangprb_, terlihat empat orang wisatawan kompak mengenakan kaus hijau.

Mereka berdiri di atas perahu wisata, lalu dengan penuh semangat menggoyangkan badan dan tangan, meniru gerakan khas “Togak Luan” atau penari penyemangat dalam tradisi pacu jalur.

Aksi mereka di tengah arus tenang Sungai Maron yang berwarna kehijauan itu sontak menjadi cerminan betapa masifnya pengaruh fenomena yang dikenal sebagai “aura farming” tersebut.

Tren global ini bermula dari Rayyan Arkan Dikha, seorang siswa kelas 5 SD berusia 11 tahun dari Kuantan Singingi, Riau.

Dalam tradisi lomba perahu panjang yang disebut pacu jalur, Dikha bertugas sebagai Togak Luan—penari di haluan perahu yang fungsinya membakar semangat para pendayung.

Gerakannya yang karismatik, penuh gaya, namun dengan ekspresi wajah yang tenang, meledak di media sosial. Aksi Dikha meniup kecupan, menggerakkan lengan secara berirama, hingga memutar kedua tinju seperti roda, dianggap sebagai representasi sempurna dari “aura farming”—istilah di internet untuk gerakan yang membangun karisma dan terlihat sangat keren.

Popularitasnya melesat hingga ke panggung internasional. Sejumlah nama besar seperti pemain American football Travis Kelce, pembalap F1 Alex Albon, hingga tim sepak bola raksasa Paris Saint-Germain turut menirukan gayanya. Karena dominasinya di dunia maya, Dikha pun mendapat julukan “The Reaper” atau “Sang Juara”.

Kini, demam “The Reaper” yang telah ditonton jutaan kali di berbagai platform tersebut telah sampai di Pacitan.

Aksi para wisatawan di Sungai Maron menunjukkan bagaimana sebuah tradisi lokal dari Riau dapat bertransformasi menjadi bahasa universal yang menyenangkan, bahkan menjadi daya tarik baru dalam sebuah pengalaman berwisata sekaligus Makin Tahu Indonesia.

No More Posts Available.

No more pages to load.